
ambara terbangun dari istirahat siang dimusim dinginnya, ambara pergi melihat dari jendela kamarnya, salju mulai turun dengan lebat, negri alaric terlihat sudah mulai ditutup dengan salju.
tap..tap..tap..
sebuah langkah kaki terdengar memasuki kamar, ambara menoleh ke belakangnya, zayden berdiri dibelakangnya sambil ikut melihat pemandangan negri alaric dari belakang, jantung ambara mendadak berdetak dengan kencang, tangannya seketika berkeringat dingin, ambara seketika kikuk, entah kenapa dia menjadi seperti ini.
"salju semakin lebat, bagaimana keadaan masyarakat?
ambara seketika tersadar, dan menoleh ke arah zayden yang masih melihat ke arahnya,
"bagaimana??
zayden kembali bertanya kepadanya
ambara mengangguk dan tersenyum,
"mereka baik baik saja, semuanya terkendali.
zayden menatap ke arahnya, lalu berlalu pergi begitu saja meninggalkan ambara, ambara yang melihatnya menatap heran zayden, seketika timbul rasa kesal dibenaknya saat melihat zayden pergi begitu saja, ambara berusaha menyembunyikan perasaannya, dan terus memandang negri alaric dari balik jendela.
(
...(ilustrasi musim salju di negri alaric)...
ambara merasa damai saat melihat salju yang turun semakin lebat, seperti ada kesan tersendiri yang membuat salju itu kali ini benar benar indah, ambara seketika kembali teringat surat yang diberikan oleh raja Arthur ambara merasa khawatir jika nanti ia akan diduakan, meskipun ia juga tidak mencintai zayden, tapi bagaimana pun diduakan itu tidak enak, dan sangat menyakitkan.
"aku tidak akan membuat pasukan negri alaric kalah, aku harus melakukan sesuatu!!!
ambara keluar dari kamarnya sambil membawa mantel tebal, syal dan sarung tangan, ambara berjalan pergi ke pintu kastil, dan melangkah keluar dari sana, ia melangkahkan kakinya diantara salju salju yang berserakan, ambara pergi menuju ke rumah sang ketua perang negri alaric yang terdapat di ujung desa alaric. setelah berjalan beberapa menit kini tiba ia dirumah yang dituju, ambara langsung mengetuk pintu rumahnya, tidak lama seorang wanita berbadan sedikit besar membukakan pintu. melihat didepannya adalah ratu negri mereka, ia segera mempersilahkan ambara untuk masuk. ambara duduk disalah satu kursi kayu di ruang tengah rumah mereka.
"ada perlu apa ratu ambara kemari?
tanya wanita tadi kepadanya, yang tidak lain adalah istri dari pria yang sedang ia cari,
"aku mencari tuan quley (nama dari ketua perang), apakah ada?
wanita tadi mengangguk dan segera pergi untuk memanggil suaminya, beberapa detik kemudian sosok pria yang dicari dengan tubuh gagahnya langsung menghampiri ambara dan duduk didepannya.
"ada perlu apa, Sehingga ratu mencari ku?
tanya quley kepadanya
"aku ingin bertanya banyak hal tentang raja Arthur, apakah boleh?
mendengar perkataan ambara quley tersenyum penuh arti.
"silahkan putri, pasti ini ada sangkut pautnya dengan perang yang akan terjadi kan putri??
ambara mengangguk,
"jadi apa kau tau apa saja tentang raja Arthur??"
__ADS_1
tanya ambara,
"yang kutahu adalah, raja Arthur adalah raja tergolong sangat kuat, biasanya dia akan mengadakan perang besar besaran setelah salah satu dari beberapa musim telah berakhir, terutama saat musim salju. ia sudah menaklukan puluhan kastil, sebab itu dia sekarang memiliki banyak pasukan,
"lalu, zella taleshia itu siapa??
tanya ambara lagi
quley langsung menjawab sesuai dengan apa yang ia ketahui
"zella taleshia adalah anak bungsu dari raja Arthur dari istri keduanya, sebelum menikah raja Arthur sudah pernah menikah dengan seorang ratu yang bernama ratu wellsy, hubungan mereka bertahan sekitar 3 tahun, hingga mereka memiliki putra tanggal bernama pangeran Joshua, yaitu kakak dari zella taleshia, namun setelah Joshua berusia sekitar 1 tahun, banyak konflik terjadi di keluarkan mereka, sehingga mereka berdua memutuskan untuk berpisah, dan raja Arthur kemudian menikah lagi dengan gadis desa dari negri lain, usia mereka sangat beda jauh mungkin sekitar 37 tahun.
ambara sedikit kaget mendengar apa yang baru saja diceritakan quley kepadanya, 37 tahun itu gila, bagaimana mungkin mereka bisa saling mencintai dengan usia yang begitu jauh, ambara sedikit ngeri membayangkannya
"jadi zella taleshia adalah anak dari mereka berdua?
quley mengangguk, tepat saat itu istri quley datang membawakan 2 cangkir coklat panas dan juga aneka kue kering,
"silahkan ratu, nikmati minumannya"
ucap istri quley dengan ramah
ambara membalas senyumannya
"baiklah, tapi bisakah aku mohon, jangan panggil aku ratu, aku merasa tidak enak, panggil aku princess ambara saja, aku lebih nyaman dengan sebutan itu.
istri quley mengangguk mengerti,
"ayo kak, duduk disini kita ngobrol bersama"
sambil menikmati hidangan quley kembali melanjutkan ceritanya,
"iya, zella taleshia adalah anak dari mereka berdua, setelah dua tahun pernikahan zella lahir dan secara resmi menjadi putri kedua dari raja Arthur, dan putra pertama mereka Joshua sekarang sudah menikah, jadi tinggal satu harapan di keluarga mereka yaitu putri zella taleshia,
ambara terdiam ia mengingat kejadian saat sayembara itu, dimana ayahnya mengatakan jika anak tunggal perempuan itu langka, tapi kenapa sepertinya banyak saja anak perempuan selain dirinya?, karena tidak ingin penasaran dalam waktu yang lama ia segera menanyakan nya ke quley.
quley tersenyum kepadanya
"maksud ayah putri adalah, putri adalah wanita yang cukup langka, sebenarnya banyak saja anak gadis yang dari keluarga bangsawan tapi beberapa dari mereka tidak cukup dikenal, dan juga bukan asli dari keturunan bangsawan seperti mu putri, kau tau cellia teman nya raja zayden, meskipun dia putri tapi dia masih sangat muda, dia 5 tahun jauh lebih muda darimu, sedangkan zella taleshia banyak yang menganggapnya tidak layak menjadi seorang putri karena ibu kandungnya hanya dari gadis desa biasa. maka nya untuk generasi mu hanya kamulah putri satu-satunya yang paling terkenal dibanggakan dan selalu menjadi topik pembicaraan hampir di setiap negri.
ambara akhirnya mengerti mengapa, saat sayembara itu banyak sekali para pangeran yang datang untuk berebutan menjadi suaminya, tapi apa yang membuatnya menjadi spesial??, entahlah mungkin karena orang tuannya adalah raja dan ratu dari negri yang sangat makmur dan kaya.
"menurut kak quley, apakah saat perang itu terjadi kita bisa menang??
quley terdiam
"aku tidak bisa mengatakan iya, karena aku sebenarnya juga tidak yakin akan itu.. , raja Arthur dan pasukannya sangat sangat kuat.
ambara kecewa mendengarnya, tidak ada harapan, seketika ia teringat akan negri Lucifer, siapa tau ayahnya bisa membantu mereka untuk mengalahkan raja Arthur?,ambara segera mengusulkan rencananya kepada quley, quley terlihat tidak yakin.
"putri, meskipun pasukan raja xelo dan raja David bergabung aku tidak yakin mereka bisa mengalahkan raja Arthur, pasukan raja Arthur bahkan bisa saja 5x lipat lebih kuat dari pasukan mereka.
ambara semakin frustasi mendengarnya, ia mengambil coklat panasnya dan meminumnya.
__ADS_1
"apa tidak ada cara lain?? , apa tidak ada seorang pun yang pernah mengalahkan pasukan raja Arthur??
tanya ambara dengan penuh harap
quley terdiam sambil mengingat ingat,
"oh iya aku lupa, raja Arthur pernah dikalahkan oleh pasukan raja Criss, beberapa waktu lalu raja Criss pernah kemari untuk membeli hasil panen kita, sepertinya dia bisa menolong kita nantinya.
senyum kecil ambara muncul diwajahnya,
"benarkah??
quley mengangguk,
"sebenarnya aku tidak yakin, tapi mungkin jika kita kesana untuk meminta bantuan mungkin dia bisa membantu, tapi jika tidak kita harus membujuknya."
ambara berpikir sejenak
"apa kak quley mau menemaniku kesana??
tanya ambara dengan mantab
quley melihat ke istrinya
"aku tau banyak hal tentang negri mereka, kebetulan aku dulu tinggal disana, aku akan menemani kalian berdua, bagaimana?"
tawar istri quley
ambara mengangguk setuju,
"tapi jika raja zayden bisa bisa dia akan marah, mengetahui kita melakukan sesuatu tanpa ijinnya"
ucap quley dengan wajah khawatir
"tenanglah, aku akan meminta ijin untuk ke negeri Lucifer sebagai alasan, dan setelah itu kita bertiga bisa berangkat kesana secara diam diam. "
quley dan istrinya menyetujui ucapan ambara,
"baiklah jadi kapan kita akan berangkat??
tanya ambara
"sekitar 3 Minggu lagi, agar kita bisa menyiapkannya dengan sebaik-baiknya,"
ucapan quley disetujui ambara
"kalau begitu untuk sementara, bolehkah aku meminta tolong kak quley untuk membantuku, berlatih senjata, siapa tau nanti aku akan dibutuhkan"
"baiklah, kapanpun kau mau berlatih datanglah kemari, maka aku akan mengajarimu bagaimana cara berlatih senjata dengan baik"
ambara tersenyum bahagia ia mengiyakannya, beberapa menit kemudian ambara pamitan untuk pulang kembali ke kastil, takut zayden akan mencarinya.
ambara segera berlari sekuat tenaga menembus salju yang turun semakin lebat. hingga akhirnya ia sampai di depan kastil buru buru ia masuk kedalam kastil.
__ADS_1
...----------------...