Kamu Lagi

Kamu Lagi
Awal Dari Semuanya


__ADS_3

...HAI SEMOGA SUKA DAN SELAMAT MEMBACA....


...❤️...


"Woiiii bangunn!!! Woiiiiiiiii!!!!!! Baaaannggguuunnn!!!!!!!!"


Alarm sudah berbunyi sejak beberapa menit lalu lebih tepatnya sih 2 jam yang lalu, alarm yang sangat tidak biasa, ketika setiap orang hanya memasang MIDI bawaan hp atau menggunakan lagu yang lembut untuk membangunkan, dirinya malah menggunakan MIDI yang mengguncang gendang telinga.


Tidak peduli seberapa keras alarm itu berbunyi dan mengulangi teriakannya, dirinya masih saja terlihat nyaman bergelung dibawah selimut tebal sambil memeluk boneka beruang besar yang selalu menemani malamnya.


Dia adalah Grisya Gracea Edward, si bungsu yang cantik di keluarga Edward dan tentu saja anak kesayangan Tuan Edward. Duduk dibangku kelas 2 SMA disalah satu Sekolah yang termasuk sekolah favorit di kota itu. Wajahnya cantik dan imut juga tidak terlalu tinggi dan perangainya sedikit cuek namun bisa saja berubah dan ya itu tentu saja tergantung situasi dan kondisi yang ia alami.


Tok... tok... tok


Ada suara gaduh didepan pintu kamar yang terus menerus memanggilnya dan tentu saja sambil mengetuk pintu kamarnya.


"Grisyaaa cepat bangun sayang, kamu gak sekolah?"


Mama indah berterima panik sambil mengetuk pintu kamar Grisya yang sejujurnya itu bukan mengetuk tapi menggedor. Ia bingung kenapa sang anak belum juga bangun padahal alarm sudah berulang berkali-kali.


"Grisya cepat bangun"


Mama Indah terus mengulangi hal yang sama, berteriak sambil mengetuk pintu kamar sang anak.


Sedangkan anak perempuan satu-satunya di keluarga Edward itu masih diam tak bergeming.


"Grisya!!" Ia sudah tidak tahan suaranya naik beberapa oktaf sehingga berhasil membangunkan anaknya.


"Emmhh, aduh mama jangan teriak-teriak dong ini masih jam 4 tau ma, tadi aku udah cek jam waktu bangun pipis mama gimana si ah"


Sambil menggerutu Grisya masih memejamkan matanya dan memeluk bonekanya semakin erat walaupun tidurnya sedikit terusik oleh suara-suara yang ada didepan pintu kamarnya.


"Jam 4 darimananya ini udah jam setengah 7 sayang kalau kamu telat gimana?"


Mama terus saja berteriak panik didepan pintu.


"Ah mama yang bener aja si ma ah" Gerutu Grisya malas sambil meraih hp di atas nakas sembari mengucek matanya, seketika matanya membelalak sempurna saat melihat jam yang tertera dilayar hpnya.


"ya ampun mama, Isya bisa telat nihhhhh aduh gimana dong" Ucapnya panik sambil memegang kedua sisi kepalanya.


Mama Indah sedikit mendesah dengan kelakuan anaknya.


"Ya mau gimana lagi. Sekarang buruan kamu mandi. Mama sama papa tunggu dibawah ya sayang" Usai mengatakan hal itu mama Indah berlalu dari depan kamar Grisya.


"Iya maa" Grisya setengah berteriak lalu melompat dari tempat tidurnya kemudian menyambar handuk dan melakukan ritual mandinya.


"What?" Teriaknya dari dalam kamar mandi.


Oh Tuhan samponya habis, tanpa ba bi bu ia mulai mengisi botol samponya dengan sedikit air kemudian mengocoknya. Tidak ada kesempatan lagi untuk berbelanja daripada makin lama karena harus beli lebih ke supermarket lebih baik isi saja botolnya dengan air.


Beberapa menit kemudian dia menuruni tangga dengan tergesa-gesa sambil terus bergumam "ya Tuhan jangan terlambat" hingga tibanya dibawah dia tidak berniat untuk sarapan lagi.


"Mama Papa aku langsung berangkat aja ya". Ucapnya menghampiri dan meraih tangan mama dan papanya untuk bersalaman.


Papa Sean yang tengah menyuap nasi kedalam mulutnya melepas sendoknya.


"Kamu gak sarapan dulu?"


Tanya Papa Sean membiarkan Grisya meraih tangannya.

__ADS_1


Grisya mendengarkan papa namun sekarang sudah berganti tangan yang ia raih.


"Nanti aja deh pa sampai disekolah, Isya buru-buru nih takut telat. Dah mama papa" Ucapnya berlalu keluar rumah dengan tergesa-gesa.


"Hati-hati" ucap mama setengah berteriak sambil menggelengkan kepalanya.


Dengan mengendarai motor matic kuning kesayangannya jantung Grisya berdetak tak karuan disepanjang perjalanannya menuju sekolah ia masih terus melafalkan kata " ya Tuhan jangan terlambat".


**Disekolah~


Terlihat digerbang utama satpam sudah siap menutup gerbang sampai tibanya Grisya dengan teriakannya mengagetkan satpam.


" Pak stopp jangan tutup dulu gerbangnya saya mau masukk" Teriak Grisya terengah-engah sambil sedikit mengebut.


Satpam itu membiarkan Grisya berlalu masuk, ia bukan tipe satpam yang cerewet. Namun ia akan benar-benar tidak akan membuka gerbang sekolah apabila sudah waktunya jam pelajaran.


"Tumben hampir terlambat neng" Tanya pak satpam melihat kearah Grisya sambil sedikit senyum terpampang diwajahnya.


Grisya menoleh. "Biasalah pak kesiangan" Ujarnya membalas senyum itu lalu berlalu menuju tempat parkir.


Perasaan lega menghampirinya dengan buru-buru dia memarkirkan motornya dan kembali berlari menuju kelas.


Brukkkk....


Inilah awal dari semuanya.


Dia menabrak sesuatu yang sedikit keras juga sedikit lunak, apaan itu.


"Awwhh aduhh pantat mulusku" ringisnya terduduk memejamkan mata.


"Ah maaf ya maaf gak sengaja sumpah" ucapnya buru-buru bangun sambil mengelus pantatnya dan hendak berlalu tanpa memandang orang yang baru saja ditabraknya.


Ia merasakan badannya tertarik kearah belakang.


"Aduuuhhh apaansi!?" Kesal Grisya terhadap orang itu kemudian berbalik menatapnya. Hampir saja ia kembali mendaratkan pantatnya ditanah karena ulah orang itu.


Orang itu terdiam sejenak memandangi Grisya dengan tatapan kesal.


"Kalau jalan itu liat-liat pake mata jangan pake dengkul dan minta maafnya yang bener". Nasihatnya sambil terus menatap Grisya.


"Tadi kan gue udah minta maaf sama lo, masa gitu aja udah marah gue kan gak sengaja nabrak lo, ya namanya juga orang lagi buru-buru lebay banget sih"


Setelah mengucapkan kalimat itu Grisya kesal dan hendak berbalik namun orang yang ditabraknya malah menarik ujung rambutnya.


"Aduhhhh!!! Rese banget si jadi cowok sakit tau rambut gue lo tarik-tarik gue pukul juga nih kepala lo pake batu" kesal Grisya meringis memegang kepalanya.


Cowok itu tersenyum sinis kearah Grisya dan sedikit menunduk mensejajarkan wajah mereka.


"Heh lo pikir punggung gua kagak sakit?


Gua hampir nyungsep gara-gara lu pokoknya gua kagak mau tau lu harus tanggung jawab sama sakit yang gua alami." Balas cowok itu kesal sambil kembali menegakkan tubuhnya.


Grisya menatap kesal kerah cowok itu rasa sakit dipantatnya mendadak hilang. Terus ditatapnya cowok itu sambil berkacak pinggang.


"Ogah pergi aja sana ke UKS sendiri lagian jadi cowok kok lemah amat masa baru ditabrak doang dan itupun gak sengaja udah mau mati itu juga masih jauh kok dari jantung" Ucapnya membuat cowok itu sedikit membulatkan matanya.


Ia memalingkan wajahnya kearah lain sambil terus mengoceh.


"Lagian gue udah paham modus-modus penipuan kayak gini. Pasti lu mau meras gue kan?. Dahlah gue males kali ini gua maafin niat buruk lo." Ia kemudian berlari sekuat tenaga menjauh dari jangkauan manusia yang ada didepannya.

__ADS_1


"WOIII!!" Teriak cowok itu pada Grisya. Harusnya ia yang kesal dan menceramahi dan dia adalah korban tapi kenapa malah dia yang dimarahi seolah-olah dia yang mengawali semua permasalahan itu.


Sedangkan Grisya tidak mempedulikan teriakan cowok itu. Yang ia lakukan hanyalah berbalik dan mengejek cowok itu dan berlalu menuju kelasnya.


Malas kembali mengejar Grisya, ia meneruskan perjalanannya menuju ke arah kantor.


**DIKELAS~~


Nafas Grisya ngos-ngosan saat sampai didalam kelas, dia buru-buru menuju tempat duduknya dan meneguk sebotol air mineral yang ada didalam tasnya. Kejadian pagi ini sungguh menguras emosinya membuatnya tekanan darah tinggi karena terus marah dan menggerutu dalam hati.


"Telat lagi?" Tanya Cia, Dia adalah sahabat baik Grisya sejak SD.


Grisya menoleh kearah sahabatnya.


" Bukan telat baru hampir doang." Ujarnya terus berkipas menggunakan buku.


"Sama aja kan". Ujar Cia lagi mendudukkan dirinya dikursi tepat didepan meja Grisya.


" Beda kali Cia"


Hari ini wajah Grisya tampak tidak seperti biasanya. Cia terheran menatap Grisya.


"Lo kenapa sih mukanya gitu amat sya, kayak kucing habis rebutan ikan asin aja" ejek Cia sambil berkaca merapikan rambutnya.


"Gak apa-apa gue, lagian mana ada model gue cantik gini disamain sama kucing yang kalah rebutan ikan asin, ngaco deh" ujar Grisya melirik Cia masih dalam keadaan kesal.


Bel sekolah yang menandakan bahwa pelajaran pertama yang akan segera dimulai sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu tapi anehnya sampai sekarang belum ada tanda-tanda kalau guru yang mengajar akan masuk kelas. Sampai terdengar teriakan heboh dari depan kelas hingga menggema di ruangan kelas 11 IPS 3.


Seorang guru yang merupakan wali kelas 11 IPS 3 masuk kedalam kelas bersama dengan seorang anak laki-laki. Sepertinya murid pindahan. Kharismanya luar biasa sehingga membuat geger isi sekola


"Selamat pagi anak-anak mulai hari ini kita ada tambahan teman baru ya dikelas ini jadi harapan besar ibu kalian bisa berteman dengan baik" ucap ibu Ema selaku wali kelas 11 IPS 3. Guru muda itu tersenyum ramah, sangat cantik.


"Pasti Bu" heboh anak perempuan yang ada dikelas itu.


"Silahkan nak perkenalkan diri kamu" ucap Bu Ema kepada siswa baru tersebut.


"Apaan si heboh amat kurang kerjaan"


Gerutu Grisya dalam hati sambil terus membuka buku catatannya tanpa melihat apa yang sedang terjadi didalam kelas. Ia seolah menutup mata dan telinganya tidak mempedulikan apa saja yang terjadi dikelasnya.


Kelas mulai sedikit hening walaupun masih ada suara bisik-bisik tetangga ketika suara seseorang yang ehm sedikit tidak asing ditelinganya mulai memperkenalkan diri.


"Perkenalkan nama saya"


.


.


.


.


.


Hai dukung Grisya ya dan juga jangan lupa like biar Author semangat menulis.


Jika ada kesalahan atau kurang memuaskan maaf ya karena ini karya pertama, terimakasih!.


Salam sayang, Author.

__ADS_1


__ADS_2