Kamu Lagi

Kamu Lagi
Tengkurap Indah


__ADS_3

...Hai selamat membaca dan semoga suka ya**❤️...


Pagi hari ini terasa sejuk, wajar saja karena tempat camping yang dikelilingi pepohonan dan juga dekat dengan danau pasti membuat suasana pagi hari terasa dingin dan sejuk. Tapi itu tidak buruk ini sungguh suasana pagi yang nyaman.


Kembali memikirkan kejadian kemarin malam membuat Grisya menutup wajahnya menahan malu.


"Masa minta temenin pipis sih malu-maluin banget"


Itulah isi pikirannya sekarang. Bertemu Leo saja ia tidak sanggup. Bayangkan saja dia selalu berkelahi dengan Leo tapi tiba-tiba malam itu Leo menemaninya pipis. Ingin pergi ke Saturnus sejenak.


Hari-harinya disekolah saja dipenuhi dengan keributan antara dia dan Leo apalagi dengan kejadian tadi malam pasti Leo sudah memiliki bahan untuk meledek dan mengolok-oloknya. Tidak perlu main tebak-tebakan lagi itu sudah pasti terjadi.


Kita tidak tau bagaimana cara Tuhan membolak-balikan hati manusia. Bisa saja dia punya rencana besar dengan cerita awal yang lucu dan menggemaskan untuk diingat dimasa depan. Siapa yang tahu? kita tidak akan pernah bisa mengetahuinya kecuali saat kita sudah merasakannya.


"Lo ngapain tutup muka kayak gitu?" Cia yang baru saja keluar dari dalam tenda mengagetkannya.


"Ehh, ini dingin banget tapi udaranya segar" ia mengelak sambil mengelus pelan dadanya menyembunyikan keterkejutan yang dialaminya.


"Iya sih dingin banget pagi ini, makan apa nih Sya kita pagi ini?" Tanya Cia sambil membuka kotak yang lebih mirip seperti koper yang berukuran sedang yang isinya banyak sekali makanan instan seperti mie instan, sup instan, juga banyak segala macam jenis snack mengandung micin favorit.


"Mie kuah enak tuh ci apalagi dingin begini, ada sosis juga kan?" Jawabnya kemudian menanyai Cia dengan antusias.


"Ada nih, telor juga ada 6 biji, wah banyak juga" Sambil menunjukan telur dan sosis yang ada ditangannya kearah Grisya.


"Waahh mantepp" Grisya bertepuk tangan. Membayangkan menyantap mi kuah ditengah udara dingin seperti ini pasti sangat cocok.


Dan disisi belahan dunia lain.


Bukan! tapi disisi tenda lain Leo dan Alfred memikirkan makanan apa yang akan mengisi perut mereka berdua. Membawa makanan instan tapi tidak pernah menyeduh dan mengolahnya.


Punya bahan makanan yang melimpah tidak akan ada gunanya kalau kita hanya membiarkan dan tidak tau cara mengolahnya.


"Beb kalian mau masak apa?" Cia ke tenda Alfred dan Leo dengan tujuan meminjam kompor kecil yang mereka bawa.


"Gak tau beb, ini banyak makanan tapi kita gak tau cara masaknya" Alfred menunjuk persediaan makanan yang mereka berdua bawa.


"Ya ampun masa gak bisa sih beb itu kan ada petunjuk masaknya, kalian berdua gimana sih masa gitu aja gak bisa ih?" Cia mengomel.


" Yaudah masak bareng kita aja, kita lupa bawa kompor" lanjutnya lagi.


"Ide bagus gua suka! Ayo buruan gua laper nih" Leo menengahi pembicaraan dua sejoli itu dan mulai mendahului menuju tenda partner ributnya.


"Kam*ret kesel gua liatnya" ia bergumam sambil menyugar rambutnya.


" Sialan ngapain gua kesel" lanjutnya lagi.


Pemandangan yang persis ada didepan matanya tiba-tiba saja membuatnya kesal dan lagi ini untuk kedua kalinya. Bayangkan kedua ketiga bahkan keempat atau kelima kalinya?!.

__ADS_1


"Eh ada Arthur ternyata disini" Cia dan Alfred yang menyusul langkah Leo langsung membuka suara.


"Berduaan aja nih, Ciee Isya kayaknya tanda-tanda nih" Arthur hanya tersenyum menanggapi ocehan Alfred.


"Apaan si lo" Grisya ngedumel.


"Lo balik aja sana ke tenda lo Thur gue udah ada yang bantuin kok" Ucap Grisya tersenyum mengusir Arthur dengan halus.


"Yaudah gua balik, kalau butuh bantuan panggil aja ya" ujar Arthur yang diangguki Grisya.


Kegiatan memasak untuk sarapan di pagi yang dingin ini sudah dimulai. Empat orang anak manusia itu duduk mengelilingi kompor yang ada ditengah mereka.


Setiap pertemuan Grisya dan Leo tidak mungkin terjadi tanpa melibatkan konflik


Leo menghampiri Grisya yang sedang mengiris sosis dan sedikit sayuran sementara Alfred bermesraan bersama Cia.


"Gua bantuin sini" ujarnya memegang sendok.


"Bentar gue masukin sayurnya dulu sama sosis nanti lo yang aduk ya gak usah sering-sering" perintah Grisya.


Grisya mulai memasukan sayuran dan sosis kedalam panci yang berisi 5 bungkus mie instan rasa soto.


"Tuh cepet aduk biar matengnya barengan" perintahnya lagi.


"Oke siap" Leo mulai mengaduk mie instan dan kawan-kawan yang ada didalam panci.


Sesekali dia melihat kearah tenda siswa lain melihat setiap kegiatan mereka.


Buggggg (suara panci berisi yang terjatuh indah ketanah)


"Hah?" Tanyanya linglung.


"LEOOOOOO!!!!!!!!" teriak Grisya emosi.


Grisya berteriak keras karena panci berisi mie instan paket komplit yang tengkurap indah ditanah membuat darahnya mendidih. Ini semua ulah Leo.


"Sorry Sya sorry gua gak sengaja, serius" Ujar Leo mengangkan tangannya dan sedikit terjengkit akibat teriakan Grisya.


"Lu sih pake acara ngagetin gua" lanjutnya lagi pelan.


"Huaaaaaa gimana dong gue udah laper" Grisya memelas menunjukan wajah sedihnya yang sedang kelaparan.


"Biar gua masakin yang baru ya sama Alfred, ya kan Pret?" Ucapnya spontan karena rasa bersalahmya dan berharap Grisya mengiyakan .


"Hah?" Alfred ingin menolak tapi mata Leo menatapnya tajam."Iya ntar gua bantu deh" ujarnya.


Muka masam Grisya masih sangat terpampang jelas walaupun sudah dibuatkan masakan baru oleh Leo dan Alfred. Karena panci yang tengkurap indah diatas tanah membuatnya harus menahan lapar lagi selama beberapa menit.

__ADS_1


"Mukanya masam mulu mbak" Leo melirik kearah Grisya.


"Y" Jawabnya masih kesal.


"Auuuhhh galak sekali anda Bu" canda Leo.


"Gue goreng juga Lo dasar lele" Ancam Grisya tak main-main.


"Iya-iya gua minta maaf ya, tulus dari lubuk hati gua yang paling dalam" rayu Leo menepuk dadanya menghadap kearah Grisya.


"Uuuhh lebaynya" cibir Alfred sementara Cia hanya cekikikan disamping Alfred.


"Pacaran aja lu, gak usah ikut campur" balas Leo santai. " Maafin gua ya" ucapnya lagi kearah Grisya.


"Iya gua maafin" jawab Grisya melipat bibirnya menahan senyum.


"Hah gitu dong, ayo salam damai dulu" Ujar Leo sembari mengulurkan tangannya dihadapan Grisya.


Hap, Grisya menerima uluran tangan Leo sambil tersenyum.


"Huuuuuu jadiaaannnn" Teriak Alfred dan Cia.


"Heh sembarangan!" teriak Grisya malu. Sementara Leo hanya tersenyum memandangi Grisya.


"Tunggu waktu yang tepatlah santai" kode Leo kearah Alfred.


"Emangnya gue mau sama lo??" Tanya Grisya mengejek.


"Ssstt baru aja damai" ujar Leo mengingatkan perdamaian yang baru saja terjadi antara mereka berdua.


"Kabarin, gua pantengin lu berdua" Ujar Alfred lagi.


Sementara disisi lain seseorang yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Grisya dan Leo. Dia merasa tidak rela jika Grisya didekati oleh laki-laki lain apalagi sampai jadian. Ia berpikir bagaimana caranya agar Grisya menyukainya dan bagaimana caranya agar dia tidak diselip oleh Leo.


Dia sudah tidak menyukai Leo dari awal melihat Leo memasuki ruang kelas untuk pertama kalinya.


"Gua gak akan pernah mau kalah dari lu, liat aja nanti"


.


.


.


.


Haii kamu jangan lupa kasih dukungan yaa hihi

__ADS_1


Ayo like em komen juga deh😂


Semoga suka yaa,Byeee!


__ADS_2