
Happy Reading 🍹
Babak pertama berlalu dengan santai pertandingan belum terlalu sengit. Arumi mendatangi sosok yang tengah duduk dipinggir lapangan itu.
"Leo" panggilnya berdiri didekat Leo.
"Dia lagi, kalau Grisya liat bahaya" batinnya sambil melihat kearah dimana Grisya berada.
"Gue bawa minum buat lo nih" tunjuk Arumi pada sebotol minuman yang dibawanya.
"Iya, makasih" Sahut Leo cepat tanpa mengambil botol yang ada ditangan Arumi.
Matanya sibuk mencari Grisya yang kini tidak ada ditempat dimana dia berada tadi. Setelah menemukan kembali sosok yang dicarinya, dirinya sontak bangun dari duduknya dan meninggalkan Arumi yang hanya mendengus sambil menatap punggungnya.
"Buat aku kan?" Ucapnya merampas pelan botol yang berisi minuman ditangan Grisya.
Grisya mendengus sebal ketika botol minumnya dirampas oleh Leo.
"Lu kalau mau minum kagak perlu main rampas begitu dong, lagian air minum yang disediain panitia kan banyak" Terang Rangga dengan nada tak suka.
Leo tersenyum sinis mendengar penuturan Rangga, matanya menatap seolah meremehkan seorang yang ada didepannya saat ini.
"Lu siapa ngatur-ngatur gua?" Tanyanya sinis.
"Gua pacarnya Grisya, kenapa?" Ucap Rangga menatap Leo kembali.
"Oh ya?" tanya Leo kemudian menatap Grisya yang ada disampingnya.
Sedang Grisya yang tidak tenang kini terus menatap Rangga, mengapa Rangga dengan entengnya mengatakan bahwa dirinya adalah pacar dari pria itu sedangkan pacar yang sebenernya adalah pria yang sekarang memegang botol air minumnya.
"Sejak kapan kamu jadi pacar dia?" Tanya Leo tersenyum menatap Grisya.
Baru Grisya akan menjawab, ucapannya terpotong dengan jawaban mengejutkan dari Rangga.
"Satu tahun yang lalu sejak lu sama gua masih satu sekolah"
Pernyataan itu membuat Leo menyunggingkan bibirnya kemudian menatap Rangga datar lalu meninggalkan tempat itu. Sebelum benar-benar menjauh dirinya melemparkan botol air minum Grisya pada Rangga.
Kini Grisya yang kebingungan menatap punggung Leo dan menatap Rangga secara bergantian. Ingin rasanya menghampiri Leo sekarang tapi dirinya masih takut kalau orang-orang mengetahui hubungannya dengan Leo, bukannya tidak ingin ada yang mengetahuinya hanya saja dirinya belum siap sekarang.
"Lo kok bohong sama Leo" Cecar Grisya tak suka pada Rangga.
Rangga mengernyitkan dahinya " Memangnya kenapa? Biar dia berhenti gangguin lu" Terang Rangga heran dengan pertanyaan Grisya.
__ADS_1
"Tapi lo gak perlu bilang kalau gue pacar lo dong, nanti temen gue salah paham sama ucapan lo" Ucap Grisya sedikit ngegas kemudian meninggalkan Rangga dan menghampiri Cia.
Tadinya dirinya hendak menghampiri Leo tapi karena Leo sedang bersama Arumi membuatnya kesal dan melangkah menuju Rangga. Tujuannya tak lain hanya ingin membuat Leo kesal seperti yang dialaminya.
Sedangkan kini wajah Leo terus menerus datar sejak istirahat babak pertama pertandingan tadi. Rasanya ingin sekali menonjok wajah laki-laki yang mengaku menjadi pacar dari gadis yang adalah pacarnya sendiri dan yang paling menyebalkannya adalah dirinya melihat Grisya diam tanpa menyanggah ucapan Rangga.
Sejak babak kedua dimulai hingga mendekati babak terakhir dirinya mulai sering menyerang Rangga, perasaan marahnya memenuhi isi hati dan kepalanya. Walaupun terus berhasil memasukan bola ke ring dirinya lebih sering berusaha menyerang Rangga.
"Le, lu kenapa si?" Alfred berbicara disebelah Leo selagi Leo melakukan dribble.
"Kenapa?" Leo balik bertanya tanpa menatap Alfred.
"Lu kagak biasanya begini, nyerang lawan mulu" Celetuk Alfred mengutarakan apa yang mengganjal dihatinya.
"Bukannya memang perlu ada serangan buat lawan?" Ucap Leo santai.
"Masalahnya lu kayak mau jatuhin si Rangga"
"Mata lu rusak" ucap Leo singkat kemudian mengoper bolanya.
Tujuannya memang membuat Rangga cedera tapi akal sehatnya kembali mengajaknya untuk bermain dengan baik.
Sedangkan dari arah tribun, Cia baru saja kembali dari toilet kemudian dengan langkah terburu-buru menghampiri Grisya untuk menanyakan kebenaran tentang apa yang didengarnya saat keluar dari toilet tadi.
"Sya, gue mau nanya satu hal sama lo" Ucap Cia tiba-tiba.
Cia menarik napasnya sedikit panjang saat akan berbicara "Lo beneran udah satu tahun pacaran sama Rangga si anak SMA Hadley itu?"
Grisya menatap Cia kaget "Lo denger dari siapa?"
"Lo kok kaget gitu? Beneran ya?" Tanya Cia lagi.
"Enggak" jawab Grisya tanpa melanjutkan kata-katanya.
"Beneran lo gak punya pacar?" Tanya Cia meyakinkan.
"Gak tau"
"Jutek amat sya, kan nanya doang"
"Gue gak tau"
Terdengar keributan dari arah lapangan, seseorang terjatuh saat akan memasukkan bola kedalam ring. Sosok yang dikenalnya seperti sedang berbaring ditengah lapangan.
__ADS_1
"Sya, itu kayaknya Leo deh"
Tanpa pamit lagi Grisya melangkahkan kakinya menuju kerumunan dari arah lapangan, dia takut terjadi sesuatu pada Leo. Dengan tergesa-gesa dia menerobos kerumunan para pemain yang mengerubungi seseorang yang cedera ditengah lapangan.
Rangga tersenyum menatapnya "Gak usah panik, gua gak apa-apa"
Ucapan itu membuatnya terdiam kemudian mencari sosok yang dia pikir cedera. Tatapan laki-laki itu menyiratkan perasaan kecewa ketika bertemu pandang dengannya. Tatapannya datar dan tak ada senyum yang menghiasi bibirnya itu.
Grisya melangkahkan kakinya cepat saat laki-laki itu berbalik dan melangkah pergi meninggalkannya yang masih berada tak jauh dikerumunan.
"Sya, lu mau kemana?" Rangga menggenggam tangannya ketika akan pergi.
"Lepasin tangan gue" ucapnya berusaha melepas genggaman tangan Rangga.
"Lu kenapa?" Rangga bingung dengan gadis yang ada dihadapannya saat ini, awalnya terlihat khawatir kemudian menjadi marah.
"Lepasin"
Grisya memaksa menarik kuat tangannya meninggalkan kerumunan. Hatinya sedih dan takut sekaligus. Perasaan khawatir yang melanda hatinya tadi bukan untuk Rangga tapi untuk laki-laki yang beberapa minggu ini mengisi harinya.
Tepat saat dirinya melangkahkan kaki menuju kelas dengan tujuan mencari keberadaan Leo beberapa siswi menghalangi jalannya.
"Mau kemana lo?"
"Bukan urusan lo? Ucap Grisya hendak berlalu, baru satu langkah seseorang menjambak rambutnya dari belakang.
"Lo kalau jadi cewek jangan kegatelan dong!" teriak seseorang yang menarik rambutnya.
"Lo ngapain sih?" teriaknya berusaha menarik balik rambut perempuan yang menjambak rambutnya.
"Gue mau ngasih pelajaran buat lo dasar cewek gatal, lo udah ngebuktiin kegatelan lo dengan lo deketin banyak cowok disekolah ini sampai disekolah lain!" ucapnya lagi.
Plakk
Satu sosok menghampirinya kemudian menamparnya, pipinya terasa panas hingga rasanya rasa panas itu menjalar ke ubun-ubun dan membuatnya berbalik menampar sosok itu.
"Gue bukan cewek kayak gitu?" Teriak Grisya dengan tangannya melayangkan tamparan ke wajah Arumi.
"Awh, Lo kok nampar gue sih padahal gue kan gak sengaja nabrak lo" Seru Arumi menjatuhkan dirinya sambil memegang pipinya yang memanas.
Grisya dibuat ternganga dengan apa yang diucapkan Arumi "Gue cuma balas lo asal lo tau" ucapnya
"Leo" Teriak Arumi membuatnya berbalik menatap kearah sosok yang menuju kearahnya.
__ADS_1
"Dia tiba-tiba nampar gue padahal gue gak sengaja nabrak dia tadi" Ucap Arumi dengan berurai air mata.
Leo menatap Arumi dan Grisya bergantian, tatapannya masih datar sejak awal kedatangannya.