
Happy Reading 🍹
"Mereka ada hubungan apa sih?" Kesal Arumi menghentakkan kakinya ketika melihat Leo menarik tangan Grisya pergi dari kelas.
Tasya masuk kedalam kelas kemudian melihat Arumi yang berdiri didekat meja Leo."Lo ngapain dikelas kami?"
"Gak ngapa-ngapain" Ucap Arumi berlalu pergi dari kelas itu.
Tasya menggelengkan kepalanya."Gak jelas banget"
Sedangkan Grisya yang tak jauh berjalan dibelakang Leo ditatap tak ramah oleh Cia.
"Lo darimana aja? Kelas lo di Amerika?" Cecar Cia ketika Grisya mendekatinya.
Grisya menggaruk kepalanya yang tak gatal, saking asiknya bercanda dengan Leo dirinya melupakan bahwa Cia sedang menunggunya dikantin.
"Anu"
"Anu apa?"
"Gue tadi habis BAB, soalnya tiba-tiba gue sakit perut" ujar Grisya berbohong sambil mengelus perutnya.
"BAB nya barengan sama Leo?" Tanya Cia berkacak pinggang. Matanya tidak buta, dirinya melihat bagaimana Leo dan Grisya berjalan bersama dikejauhan.
"Bukan, gak mungkin dong gue BAB barengan" Ujar Grisya melambaikan tangannya didepan wajah Cia.
Cia menepuk tangan Grisya, "Jangan dimuka gue ih"
"Maaf-maaf"
"Gue kesel sama lo"
Grisya menggandeng lengan Cia, "Maaf dong, kan gue gak sengaja" dirinya menatap Cia.
"Trus tadi makannya sama siapa?" Tanya Grisya mencoba membuat Cia tidak kesal padanya lagi.
"Sendirian, Alfred lagi ada tugas dari pak Bambang" jawab Cia mengerucutkan bibirnya.
"Oh gitu" Ujar Grisya menganggukkan kepalanya, dirinya merasa bersalah telah melupakan Cia tadi.
"Ini buat lu" Leo menyerahkan sandwich yang tadi diberikan Arumi padanya.
"Serius buat gua? Thanks ya" ucap Dean pada Leo, kebetulan dirinya memang masih lapar.
Leo mengangguk kemudian duduk kembali sambil memegang buku bacaan yang tadi sempat dibacanya.
Cia mencondongkan badannya didepan Grisya "Bukan sandwich punya lo kan?" Bisiknya.
"Bukan, itu dari Arumi" balas Grisya berbisik.
Cia mengangguk sambil ber oh ria dengan matanya yang melirik Sandwich yang ada ditangan Dean.
***
"Lu apain nomor gua woi?" Teriak Liam didepan ponselnya.
__ADS_1
"Gua kagak tau" jawab Leo singkat kemudian memutuskan panggilan sepihak.
"Sia*lan" umpat Liam setelah mendengar suara panggilan terputus.
Dirinya amat sangat terkejut melihat hampir ratusan pesan masuk di ponselnya, setelah dibuka satu persatu bukan nama dirinya yang terlihat tetapi nama Leo. Sudah dipastikan ini berasal dari para penggemar Leo.
"Ini lagi Anto, siapa Anto" kesalnya membuka salah satu pesan yang memanggilnya Anto.
Kalau begini caranya dirinya harus mengganti nomor telepon. "Temen kampret" batinnya menggigit ponselnya, semoga giginya tidak patah.
Flashback On
Sepulang sekolah Leo tidak sengaja menabrak seseorang perempuan dari sekolahnya, bukan menabrak hanya saja motornya tidak sengaja menyenggol perempuan itu sehingga membuatnya terjatuh.
"Maaf-maaf, ada yang sakit?" Tanyanya panik turun dari motornya dan mengulurkan tangannya untuk membantu perempuan itu berdiri.
"Gak ada kok, gue baik-baik aja" ucapnya mengibaskan roknya pelan karena ada beberapa pasir yang menempel
"Apa perlu ke rumah sakit?" Tanya Leo merasa bersalah
Perempuan itu menatap Leo sejenak untuk berpikir, kemudian berceletuk "Gak perlu, tapi boleh gak gue minta nomor Lo?" Tanyanya tersenyum.
Tanpa ba bi bu Leo mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan nomor telepon di ponsel perempuan itu dan kembali menaiki motornya.
Perempuan itu tampak kegirangan dirinya membuka aplikasi untuk berkirim pesan, satu pesan dikirimkannya pada sebuah grup yang bernama PPL( Persatuan Penggemar Leonathan) yang isinya hampir 300 orang lebih.
Dia mengatakan bahwa dirinya memiliki nomor Leo dan segera membagikannya didalam grup itu.
Flashback Off
Grisya menoleh padanya "Nungguin kak Gabriel jemput" jawabnya berdiri dari duduknya.
"Di supermarket?" Tanya Leo memastikan. Apakah gadis yang ada didepannya saat ini menunggu jemputan di supermarket yang dekat dengan sekolah itu.
"Mau makan es krim, soalnya cuaca lagi terik banget" Jawab Grisya membuat Leo turun dari motornya.
Kakinya mengikuti Grisya masuk kedalam supermarket hingga kini mereka berada didepan tempat es krim.
"Sesuka itu sama stroberi?" Tanya Leo tersenyum ketika melihat Grisya mengambil satu es krim rasa stroberi ditangannya.
Grisya mengangguk menanggapi pertanyaan Leo.
"Aku lebih suka vanilla" celetuk Leo meraih es krim vanilla kemudian mengambil es krim ditangan Grisya dan membawanya kedepan kasir. Lagi-lagi dirinya membayar belanjaan.
Mereka duduk dikursi yang ada didepan supermarket, masih dengan seragam sekolah yang melekat dibadan.
"Enak" celetuk Grisya sambil menjilati es krimnya. Rasa dingin yang dirasakan lidahnya membuatnya senang. Siang ini memang sangat terik beruntung masih ada angin sepoi-sepoi.
"Hm enak, apalagi makannya sama ayang" jawab Leo mengiyakan dan hal itu membuat pipi Grisya merona.
Dirinya terkekeh, matanya menangkap sesuatu.
Cup
Satu kecupan didaratkannya pada bibir Grisya. Sementara Grisya, tubuhnya menegang mendapat perlakuan yang tiba-tiba seperti itu dari Leo.
__ADS_1
"Belepotan banget makannya" Ucap Leo kemudian sedikit menjilat bibirnya
"Ternyata rasa stroberi enak juga ya" ucapnya tanpa direspon oleh Grisya.
"Sya?" Panggilnya membuat Grisya tersadar
"Hah?"
"Kamu kenapa?"
"Enggak" ucap Grisya menggelengkan kepalanya
"Ayo aku anterin pulang" ajak Leo
Membuat Grisya mengangguk cepat kemudian membuka ponselnya mengabari Gabriel agar tidak perlu menjemputnya.
Ditengah perjalanan Leo sedikit tidak nyaman karena Grisya yang sedari tadi hanya duduk diam tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Pacar" ucapnya sedikit keras
"Yaaa?"
"Kok diem doang?"
"Hah?"
"Kok diem doang?"
"Bayam?
"Kenapa diam?"
"Ayam goreng?"
"Hah?" Tanya Leo heran
"Iya, aku laper juga, itu disana ada KFC yuk berhenti disitu" teriak Grisya menunjuk KFC yang tak berada tak jauh dari posisi mereka sekarang.
"Kenapa malah ayam goreng" batin Leo.
Dirinya menepikan motornya, "kamu kenapa diam dari tadi?"
"Laper" ucap Grisya tersenyum menampakan deretan gigi depannya pada Leo.
"Pantesan yang dijawab ayam goreng mulu" ucap Leo hendak mengajak Grisya masuk kedalam.
"Pacar"
Leo menghentikan langkahnya untuk masuk kedalam tempat itu.
"Kita cari tempat lain mau gak?" Tanya Leo ketika Grisya memandanginya.
Pemandangan didepannya sangat mengerikan, dimana banyak pengunjung yang ada didalam mulai dari anak sekolah,maupun orang yang sudah bekerja. Terlihat sesak hingga membuat mereka mengurungkan diri untuk masuk dan lebih memilih mencari tempat lain untuk makan.
Jangan lupa like ya🍹
__ADS_1
Bersambung ~