
...HAI SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA...
...❤️...
" Gila woi, gue tadi malam dengar suara bisik-bisik trus merintih gitu lewatin tenda gue" seorang anak perempuan berceletuk mengagetkan teman-temannya.
"Hah apaan, hantu?" Tanya yang lain kaget.
"Bukan, ini suara manusia kayaknya suara cewek sama cowok tapi gue yakin itu memang cewek sama cowok yang lagi berduaan" ujarnya sedikit mengecilkan suaranya.
"What!! Omo , Lu denger juga ternyata, gue pikir gue doang yang denger. Kemaren gue pas dengar rintihan itu gue mau cek keluar tenda tapi gue takut jadi gue diemin aja sambil ngeliatin dari dalam tenda" celetuk yang lain lagi.
"Gue yakin pasti mereka berbuat yang gak senonoh tadi malam, pasti mereka begituan deh soalnya nih ya gue ngeliat kayaknya mereka menuju ke area belakang tenda, yang sepi itu loh pokoknya mereka menjauh dari tenda" celetuknya lagi
"Wah gila, itu pasti karena mereka takut ketahuan ini bisa jadi berita spektakuler disekolah kita kalau kesebar" ujar yang lainnya.
"Kita bilangin pak Iwan gak nih"
"Gak usah deh biarin aja, biar Tuhan, mereka berdua, dan kita-kita aja yang tau.
Sementara Grisya terdiam mendengar ocehan anak-anak itu hingga bisikan Cia membuatnya menoleh kaget.
"Sya, Lo denger apa yang kayak mereka bilang itu?" Tanya Cia menganggetkannya.
" Hah eh apa tadi? Enggak kok gue gak denger" ucapnya sedikit gelagapan mendengar pertanyaan Cia.
"Iya sih gue juga gak denger, tapi masa sih ada yang begituan, gue rasa gak mungkin deh atau apa karena gue semalam tidur kayak kebo ya makanya gue gak denger" jawab cia membuat setiap telinga yang mendengarnya menjadi ambigu.
"Udah ih gue ke tenda dulu ya mau ambil plastik buat ngumpulin sampah". Ujar Grisya beranjak dari tempat duduknya menuju tenda.
"Duh kalau ketahuan itu gue gimana dong" batinnya.
Hingga ada kepala yang muncul dari luar tenda mengagetkannya.
"Yooo gimana dong" ujarnya menarik tangan Leo masuk kedalam tenda.
"Apanya yang gimana?" Tanya Leo heran menatap Grisya.
"Gimana kalau ketahuan kalau yang keluar tadi malam itu kita berdua" adunya menatap Leo sambil terus memegang tangan Leo.
"Mereka keterlaluan banget sih masa dikatain yang bukan-bukan, padahal kan lo cuma nemenin gue pipis" ujarnya cemberut menatap kearah lain.
"Pppffftttt" ujar Leo menutup mulutnya menahan tawanya agar tidak pecah.
"Lo kok malah ketawa" Amuk Grisya, seketika saja rasa takut ketahuannya lenyap begitu saja.
__ADS_1
Masih berusaha menahan tangannya agar tetap stay tutup mulut Leo melambaikan tangannya.
"Enggak, maaf ya" ujar Leo mengontrol mimik wajahnya agar tak terlihat mengejek Grisya.
"Mereka gak bakalan tahu kalau itu kita berdua lagian sekalipun mereka tau kita bisa kasih fakta yang ada kan?" ucapnya lagi sambil mengelus kepala Grisya.
"Tapi kan Le" Grisya ingin membantah.
"Udah ayo kita keluar". Leo menarik tangan Grisya keluar untuk kembali berkumpul dengan yang lainnya.
"Cepet kumpulin sampahnya kan udah pegang plastik buat tempat sampah" Ujarnya kemudian melepaskan tangan Grisya.
"Iya-iya sabar ini baru juga mau ambilin sampahnya" Sahut Grisya sedikit kesal.
Ingin menghentikan segala gosip hangat yang sedang berlangsung karena merasa kasihan dengan Grisya, Leo mulai berceletuk.
"Yeee pada ngegosip aja lu pada" Ujarnya memecah suasana. " Pak ada kegiatan gak? saya bosan nih pak" lanjutnya sambil melambai kearah guru pembimbing.
"Saya juga bosan pak semenit lagi pantat saya lumutan gara-gara kurang gerak". Alfred menambahi ucapan Leo.
Semua orang menoleh kearah Leo juga Alfred dan kemudian kearah guru pembimbing sebagai bentuk pertanyaan.
"Ih kok ngomongnya gitu, jelek banget sampai pantatnya lumutan" Cia menepuk keras lengan Alfred.
"Ahh sakit tau Cia" ujarnya mengelus lengannya.
"Ehh. Gak gitu sayang maaf ya. Maksud aku tadi itu ciayang gitu tapi kepotong" Ucap Alfred.
"Alasan kamu mah, aku males sama kamu" Ucapnya tanpa melihat kearah Alfred.
Alfred menekan telunjuknya di bahu Cia.
"Ih ngapain sih toel-toel bahu orang, ganggu aja" Ia masih bete dengan apa yang dilakukan Alfred.
"Maaf yang gak sengaja. Ya maaf ya?
Aku sayang sama kamu loh" ucapnya mengiba.
Dasar Alfred omongannya udah kayak omongan lelaki buaya darat deh.
"Yaudah iya tapi jangan lagi ya" Cia berbalik
"Siapp, makasih ya" ucap Alfred tersenyum.
"Gimana pak ada gak?" Leo bertanya kembali
__ADS_1
Guru itu tersenyum melihat kearah para siswanya. "Ada dong 1 jam lagi kita mulai ya, saya juga bosan liatin kalian duduk-duduk aja. Silahkan selesaikan makan-makannya supaya staminanya bagus". Jawab guru pembimbing mengacungkan kepalan tangannya keatas dengan semangat.
"Pak boleh mandi dulu gak pak?" Leo kembali berucap.
"Boleh-boleh. Silahkan, tapi jangan lama-lama ya sama itu auratnya jangan diumbar" Ucap pak Iwan mengingatkan.
30 menit berlalu. Guru pembimbing mulai meniup peluit yang menandakan bahwa para siswa harus segera berkumpul. Ia menjelaskan setiap peraturan dalam bermain game.
"Apa ada yang sakit". Tanyanya saat semua siswa sudah berkumpul rapi.
"Tidak pak". Jawab seluruh siswa yang mengikuti kegiatan.
"Bagus, pembagian regunya acak ya saya akan bacakan setiap anggota regunya"
Pak Iwan selesai menyebutkan setiap anggota regu yang anggotanya diacak dari dua kelas yang mengikuti kegiatan hari itu.
Semua regu memiliki misi untuk menemukan 14 pita yang disembunyikan secara acak oleh panitia kemudian regu yang mendapatkan pita terbanyak akan mendapatkan hadiah.
Setelah barisan dibubarkan dan semua regu mulai memasuki area yang ditunjuk untuk mencari pita Grisya tersenyum senang karena gosip tentang sesuatu yang spektakuler itu mulai dilupakan oleh para kaum gibah.
"Kenapa Lo senyum-senyum gitu?" Celetuk Arumi yang melewatinya. " Senang Lo karena satu tim sama Arthur?" Tanyanya lagi.
Grisya mendelik sebal sambil terus berjalan memasuki hutan. " Kenapa sih ni anak kayaknya sinis amat sama gue" batinnya.
"Biasa aja kali, sama siapapun gue senang kok asal jangan sama yang satu itu."
Ia menatap kearah laki-laki yang sedang bercengkrama dengan teman-teman barunya.
"Oh maksud lo Leo?" Arumi terus bertanya.
"Siapa lagi." Jawabnya singkat semakin jauh meninggalkan Arumi.
"Gue malah senang" batinnya.
Semua regu mulai berpencar untuk menjalankan misi yang diberikan. Suatu kebetulan yang menyenangkan Grisya yang satu regu dengan Cia sehingga membuat kedua anak itu terlihat senang yang yang hanya disambut gelengan kepala oleh Alfred sementara Leo bergabung dengan regu lain bersama Arumi.
"Leo kita akhirnya ketemu lagi" Girang Arumi mengagetkan Leo.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Haii kamu jangan lupa kasih dukungan yaa hihi. Ayo like em komen juga deh, terimakasih yaa🤗