Kamu Lagi

Kamu Lagi
Pertandingan Basket


__ADS_3

Happy Reading 🍹


Tidak terasa hari-hari begitu cepat berlalu, ketika hari ini baru saja berbaring dikasur yang nyaman dalam sekejap mata sudah menapaki hari berikutnya. Hari-hari berlalu dengan cukup baik dan segala sesuatunya berjalan dengan lancar.


Hari ini sekolah sedang mengadakan pekan olahraga semuanya tampak bersemangat karena beberapa tim dari sekolah lain akan berdatangan. Semuanya dipersiapkan sedemikian rupa agar dapat memukau setiap mata yang melihatnya.


"Udah siap lu?" Alfred menghampiri Leo yang kini tengah duduk dikursi diruang ganti.


Leo menoleh sejenak kemudian kembali memasang kaus kaki yang dikeluarkannya dari tas olahraga yang dibawanya.


"Ck, udah lu kapan siap-siapnya?" Penampilan Alfred yang masih memakai seragam putih abu-abu membuatnya berdecak malas.


"Ini gua mau siap-siap" Ucap Alfred menunjuk baju ganti yang dibawanya.


Leo tak menghiraukannya hingga Alfred menutup pintu ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.


Suara-suara dilapangan begitu heboh hingga terdengar sampai ke ruang ganti. Sepertinya tamu-tamu itu sudah datang memasuki area sekolah.


Matanya menatap tajam pintu yang dibaliknya ada Alfred. "Buruan pret"


"Kagak usah teriak-teriak anjir, gua udah selesai juga" Alfred bersungut-sungut seolah ingin melayangkan bogeman diwajah Leo.


Leo berdecak sambil melangkah mendahului Alfred yang sedari tadi bersungut ria.


Mereka berjalan menghampiri regunya yang sudah standby dilapangan, matanya menelisik kesegalan arah hingga akhirnya berhenti disatu titik. Matanya menatap tak suka kemudian menghela napas.


"Gua kesana dulu" pamitnya yang diangguki teman-teman dalam timnya.


Perasaan kesal mulai menjalar diseluruh tubuhnya ketika suara tawa yang renyah yang begitu jelas ditangkap oleh telinganya.


"Hahaha aku kira kamu udah pindah" Grisya sedikit menepuk lengan lawan bicaranya.


"Gua gak jadi pindah gara-gara guru terlalu sayang sama gua"


"Kesayangan guru BK maksud Lo? Hahaha Rangga-Rangga" Tawa Grisya semakin menjadi sambil memegang perutnya yang mulai sakit karena terlalu banyak tertawa.


Tak berapa lama deheman terdengar dari belakangnya.


"Kamu?" Ucap Grisya kemudian menatap mata Leo yang penuh aura permusuhan dengan laki-laki yang sedang tertawa bersamanya tadi.


"Ini Rangga temen aku, dia temen main aku watu pergi ke tempat nenek dulu" Terang Grisya pada Leo yang kini mulai menatap dirinya.


"Oh ya?"

__ADS_1


"Iya, Rangga ini Leo" Rangga hanya manggut-manggut menanggapi pernyataan Grisya.


Grisya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dua laki-laki yang ada dikiri dan kanannya ini mengapa hanya saling menatap tajam tanpa bersalaman untuk berkenalan.


"Salaman dulu kenalan" Grisya sedikit berjinjit untuk berbisik ditelinga Leo.


"Udah kenal" Jawab Leo menatapnya.


"Eh?"


"Kita duluan" Ucap Leo sedikit tegas menatap Rangga yang balik menatapnya. Hatinya kesal, marah, dongkol, semuanya tercampur menjadi satu hingga membuat sebuah ramuan badmood yang menjalar diseluruh jiwa dan raganya.


Sepatah katapun tak diucapkannya ketika menggandeng tangan Grisya menuju Alfred dan Cia.


"Kamu kenapa si?" Tanya Grisya heran.


"Cari tau sendiri" Ucapnya Cuek.


"Cemburu yaa?" Ucap Grisya tersenyum meledek sambil mencubit pelan pipi Leo.


Membuat langkah kaki Leo terhenti kemudian menatap manik matanya. "Iya aku cemburu, kamu jangan dekat-dekat sama dia dong jantung dan hati aku gak kuat" Ucap Leo membuat Grisya terkikik geli.


"Dih begitu kan kasian dia kan temanku juga, tapi kok kalian saling kenal?"


"Jangan-jangan kamu pindah gara-gara dia ya?"


"Enak aja, aku bosan disekolah lama"


"Masa si?" Ujar Grisya sedikit tak percaya.


"Tanya aja mama kalau kamu gak percaya"


"Kurang kerjaan"


Tak jauh mereka berjalan akhirnya sampai ditempat dimana Cia dan Alfred berada. Matanya, ah bukan matanya tapi mata mereka selalu menangkap cuplikan adegan mesra yang durasinya lumayan panjang untuk sebuah cuplikan saja.


"Oh jadi tadi datengin yang ini" celetuk Alfred menatap Grisya yang berada disebelah Leo.


Leo tak mempedulikan apa yang ditangkap telinganya. "Kapan pertandingan Volinya?" Ucapnya menatap Cia.


"Besok, kata panitianya pembukaan hari ini basket, ada beberapa tim juga dari sekolah yang diundang" Ucap Cia setelah memeriksa pesan diponselnya.


"Lo jadi ikut pertandingan bola Voli kan sya?" Cia menatap sahabat baiknya itu.

__ADS_1


"Jadi, gue udah kangen banget pengen main bola Voli" Riang Grisya mengingat bahwa dirinya sudah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam pertandingan bola Voli besok.


Leo tersenyum menatap gadis yang ada disampingnya saat ini. Begitu antusiasnya dia untuk berpartisipasi dalam acara ini.


Tak lama terdengar panggilan untuk para tim basket untuk bersiap dilapangan karena beberapa menit lagi pertandingan akan segera dimulai.


Leo dan Alfred berpamitan pergi menuju lapangan sedangkan Grisya dan Cia mencari posisi yang aman dan nyaman untuk menyaksikan pertandingan.


Mata para murid perempuan tidak bisa untuk tidak terpesona ketika melihat ciptaan Tuhan yang memasuki lapangan dan gagah dan tampannya.


Membuat jantung berdegup tak karuan ketika melihat dirinya yang hanya menyugar rambutnya hingga membuat setiap pita suara enggan untuk tak mengeluarkan teriakan-teriakan yang heboh.


"Ahh siapapun tidak bisa menolak pesona Leonathan Ranendra Bagaskara itu" Batin Grisya mencebik tak suka ketika teriakan-teriakan yang didengarnya membuatnya risih.


"Kenapa sya?" Ujar Cia mengagetkannya.


"Gak apa-apa" Jawab Grisya singkat. Dirinya enggan berbicara dan hanya ingin menatap sosok yang akan memulai pertandingan disana.


Tim Leo sekarang berhadapan dengan tim lawan yang tak lain dan tak bukan manusia-manusia dari sekolah lamanya, rahangnya mengeras ketika memandang rivalnya yang tadi berani-beraninya bercanda dengan pacarnya.


Sedangkan Cia menatap heran pada sosok itu yang ada dibawah sana pasalnya matanya terlalu sering menangkap kalau sosok itu menatap sahabatnya yang tak menatap balik.


"Sya, kayaknya cowok itu suka sama lo deh" Tunjuk Cia menggunakan dagunya pada Rangga yang ada di lapangan.


"Gak mungkinlah, dia temen gue" Ucap Grisya menatap Rangga setelah melirik Cia.


"Tapi dari tadi dia gak ngedip ngeliat lo" Terang Cia sesuai dengan hasil pengamatannya.


"Lagi latihan siapa yang lebih lama melek kali" Jawab Grisya tak peduli, dirinya hanya menatap Leo tak sabar untuk menyaksikan pertandingan dan memberikan teriakan semangat untuk tim sekolahnya.


"Ni cewek gobl*k apa pura-pura gobl*k si" batin Cia kesal.


"ALFREDO DIRGANTARA SEMANGAT!!!!!!!" Suara Cia begitu memekak telinga membuat seseorang yang disebutkan namanya menoleh kearah darimana datangnya suara nyaring itu.


Alfred mengacungkan jempolnya semangat, sedangkan Leo hanya tersenyum menatap Grisya yang tak begitu jauh dari pandangannya tak ada teriakan semangat yang diberikan gadis itu hanya mengucapkan kata "Fighting" tanpa bersuara.


Tak jauh dari sisi lapangan para anggota PPL alias Persatuan Penggemar Leonathan sudah memotret begitu banyak gambar dengan objek Leo sendiri.


"Udah kayak kamera paparazi aja" batin Grisya tak senang.


Jangan lupa like ya🍹


Bersambung ~

__ADS_1


__ADS_2