Kamu Lagi

Kamu Lagi
Keputusan Mulai Hari Ini


__ADS_3

...HAI SEMOGA SUKA DAN SELAMAT MEMBACA...


...❤️...


Bel pertanda waktunya pulang sekolah sudah berbunyi sehingga membuat Grisya buru-buru merapikan buku-bukunya dan keluar kelas saat guru meninggalkan ruangan.


Cia menghampiri Grisya yang sudah lebih dulu berjalan tidak terlalu jauh didepannya.


"Sya, gue duluan bareng Alfred ya lo harus hati-hati dijalan" Uujarnya menepuk pundak Grisya yang tersenyum kearahnya.


"Oke Bye, langsung pulang yaa jangan singgah mojok dulu" Grisya melambaikan tangan kearah sahabatnya yang berlalu melambaikan tangan kearahnya.


Sepeninggal Cia, Grisya pun buru-buru menuju tempat parkir.


"Oh Tuhan jangan-jangan kuncinya ketinggalan dikelas" Ucapnya menepuk pelan jidatnya dan betbalik.


Kehilangan kunci motornya membuatnya kembali ke kelas lagi untuk memeriksa apakah kunci motornya ada tertinggal atau tidak.


Seseorang diam-diam memperhatikannya dari kejauhan dan fokusnya mengarah kepada motor matic warna kuning yang sedang ditinggal pemiliknya.


"Oh jadi ini motornya. Anjay apaan dah warna kuning, keren kagak kayak eek iya. "Tawanya geli. "Hmh liat aja pembalasan gua". Batinnya diiringi senyum sinis.


Dengan siaga menuju kearah motor matic kuning incarannya dan memulai aksinya sebelum ketahuan. Kemudian dengan buru-buru meninggalkan sekolah dengan perasaan senang dan puas.


"Loh loh kok kempes dua-duanya sih" Grisya panik melihat ban motornya kempes semua karena seingatnya kedua ban motornya baik-baik saja. Matanya melihat kearah seseorang sedang menatapnya dengan senyuman mengejek didekat gerbang sekolah.


" Wah pasti dia. Dasar anak baru sialan!!!!!"


Ia memekik keras menyadari siapa yang menjahili motor kesayangannya tanpa belas kasihan terhadapnya.


Grisya menggerutu dan terus mengumpat Leo dalam hati sambil mendorong motornya menuju bengkel. Saat ini amat sangat kesal terhadap Leo. Bisa-bisanya Leo membuat ban motornya kempes dua-duanya sungguh manusia sialan yang tidak punya perasaan.


*RUMAH GRISYA~~


Grisya masuk kedalam rumah kemudian langsung menuju dapur, membuka kulkas mengambil sebotol air dingin dan meneguknya sampai tetes terakhir. Dia sungguh lelah menghadapi anak baru yang menyebalkan, anak baru yang membuatnya tersiksa hari ini.


"Sayang kok baru pulang, lagi singgah sama temen ya?" tanya mama Indah menghampiri Grisya yang masih terduduk lesu dengan kepala yang bersandar di dinding kulkas.


"Habis dari bengkel ma ban motor Isya kempes" adunya menatap wajah mama sendu.


"Duh kasian banget anak mama. Yaudah kamu mandi dulu sana habis itu turun makan ya" . Mama Indah mengelus sayang kepala anaknya.


" Oke ma" pamitnya beranjak menuju kamarnya.


GRISYA POV


Apa sih salahku ya Tuhan sampai bisa-bisanya ketemu manusia yang lebih menyebalkan dari tukang kebunnya Cia.


Hiks motorku kasihan banget sampai bannya kempes dua-duanya. Aku gak bisa bayangin deh betapa tersiksanya dia memikul beban berat dipunggungnya. Pasti dia merasa kesakitan banget.


Mulai hari ini gue memutuskan untuk balas dendam. Gue gak terima motor gue disiksa sama orang yang gak dikenal.


Siapa sih namanya tuh anak baru? Ah bodo amatlah gue gak peduli namanya siapa, awas aja lain kali gue bakalan balas lebih parah lagi.


Duh capek banget jadi gue akhir-akhir ini, enak kali ya kalau jadi Cia sehari aja bisa dimanja pacar tapi. Ah tapi gue geli sih mereka berdua lebay gitu lagian gue gak mau yang modelan Alfred, kalau bisa gue mau yang modelan Cha Eunwoo.

__ADS_1


GRISYA POV END


"Mama" Ia menuruni tangga dan menuju kearah Mama Indah yang sedang menata makanan bersama bibi.


Mama Indah melihat kearah Grisya.


"Eh udah selesai mandi anak mama, sini cepat makan nanti kamu maag lagi kalau telat makan". Ujar mama Indah tersenyum kearahnya.


"Iya ma, papa kok belum pulang sih ma"


Tanya Grisya sembari melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 18.30.


"Tadi papa telepon mama, papa bilang masih ada sedikit kerjaan yang belum selesai". Jelas mama sambil duduk dihadapan Grisya.


"Oh gitu ya ma" Grisya mengangguk menikmati makanan yang disediakan mama Indah untuknya.


Kembali ke kamarnya setelah menyelesaikan makannya Grisya berniat mengerjakan tugas sekolah yang akan dikumpulkan besok. Sistem kebut semalam memang istilah yang sudah mendarah daging dengannya.


Sedangkan dibagian rumah lain Leonathan tengah tertawa terbahak-bahak membayangkan apa yang terjadi pada Grisya. Otaknya terus memainkan film pendek dengan muka cemberut Grisya yang menggelikan. Tangannya sudah gatal ingin memberi pelajaran pada gadis yang berani menjahilinya itu sejak pertama kali bertemu disekolah.


Apalagi saat membayangkan wajah kesal Grisya saat mendorong motornya menuju bengkel karena ban motornya kempes keduanya membuat Leo berbangga diri karena telah mengerjai gadis itu. Dia cukup merasa puas dan bangga karena balas dendamnya sukses besar. Akhirnya niat indahnya terealisasikan.


"Itu karma buat lu dasar anak nakal, berani-beraninya lu ngerjain gua. Lu pikir gua kagak berani balas lu apa hmh gua kagak peduli lu cewek atau cowok siapa suruh nyebelin" Batin Leo bahagia memejamkan matanya sejenak diatas kasur nyamannya.


Sekarang jam sudah menunjukan pukul 20.00 WIB. Kembali ke Grisya. Saat ini dia tengah asyik dengan handphone nya biasalah ya Scroll halaman Instagram, buka YouTube yang gak jauh-jauh dari nontonin Upin Ipin atau Masha And The Bear.


Rencana untuk mengerjakan tugas sekolah lenyap begitu saja karena sosial media sudah menghipnotisnya untuk melupakan tugas yang menjerit minta diselesaikan.


Notifikasi pesan masuk dari Cia mengalihkan perhatiannya yang sedang asik dengan berbagai tontonan anak-anak yang menghiburnya.


Hai sayangkuuu.


Grisya


Jangan panggil sayang nanti Alfred cemburu.


BFF(Cia)


Ih gak mungkin gitu dong Grisya Gracea Edward. Besok jalan-jalan yuk gue udah minta izin sama tante Indah loh buat ngajak lo.


Grisya


Gak mau ah gue. Kalian jalan aja berdua jangan ngajak gue, gue gak mau jadi racun nyamuk gak enak.


BFF( Cia)


Enggak kok Isya itu gak mungkin. Besok nonton film aja gimana di bioskop ada film baru tau masa gak mau nonton sih?.


Grisya


Yaudah deh gue ikut kalau gitu, dah ya gue mau tidur nih takut besok terlambat.


BFF(Cia)


Okayy byeee❤️

__ADS_1


Klik


Grisya mematikan hpnya menuju kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka sebelum tidur. Dia kembali menaiki ranjangnya dan memeluk boneka beruang yang ada disebelahnya hingga memejamkan mata setelah doa tidur.


Sekarang sudah pukul 22.15 WIB matanya tiba-tiba melotot saat kembali dari kamar kecil dan menaiki ranjangnya. Ia memegangi kepalanya panik.


"Oh my God, gue lupa ada PR aduhhh gara-gara keasikan main hp tadi jadinya lupa kan, Aduh Grisyaaa lo gimana sih"


Ia buru-buru turun dari tempat tidur menuju meja belajarnya untuk mengerjakan PR.


"Duh ngantuk banget lagi gak bakalan bisa konsentrasi kalau gini caranya. Butuh susu nih sama camilan, mau bangunin bibi kasian pasti si bibinya cape, ah yaudahlah bikin sendiri aja"


Sesampainya di dapur Grisya mulai membuka kotak susu dan teman-temannya. Kemudian mengambil beberapa buah yang ada didalam kulkas untuk dijadikan camilan.


Namun tiba-tiba ia melihat sekelebat bayangan seperti menghampirinya, jantungnya mulai dah dig dug, dengan tangan gemetaran ia memegang pisau bersiap-siap untuk segala kemungkinan buruk yang akan menghampirinya.


1 2 3 aaaaaaaaaaaaaaa


Grisya berbalik sambil berteriak memejamkan matanya mengarahkan pisau saat merasa ada orang yang ada dibelakangnya.


"Astaga, pisaunya turunin hei ini papa" Teriak papa terjengkit kaget melihat pisau yang beberapa senti lagi akan mengenai perutnya.


"Kamu ngapain malam-malam ada didapur bukannya tidur" Tanya papa masih terkejut.


"PAPAAA kok papa datangnya diam-diam sih kan Isya takut pa kirain papa maling tadi, lagian papa kok baru pulang sih ini udah malam tau papa" Grisya kaget mengetahui itu adalah papanya, papa yang membuatnya senam jantung didapur malam ini.


"Ya maafin papa sayang, papa tadi heran liat kamu didapur hampir tengah malam begini kan gak biasanya". Papa Sean sedikit merasa bersalah membuat anaknya takut.


"Ini aku lagi bikin susu sama potong buah buat camilan sambil ngerjain PR soalnya tadi aku ngantuk pa" ujar Grisya sendu.


"Besok aja gak bisa? ini udah malam sayang besok kamu sekolah". Papa Sean menepuk pelan kepala Grisya.


"Gak bisa pa besok udah harus dikumpul"


"Lagian kamu kenapa dadakan banget ngerjainnya, butuh bantuan papa gak?. Tawar papa Sean kepada putri satu-satunya yang ia miliki.


"Kan lupa pa, Isya bisa kok pa ngerjainnya papa bersih-bersih deh samperin mama papa bau keringat tau" canda Grisya menutup hidungnya seolah papanya benar-benar bau keringat.


"Sejak kapan papa bau badan, papa keatas ya jangan begadang kamu" pamit papa Sean meninggalkan Grisya.


"Oke papa dahh"


Grisya buru-buru menyiapkan camilan malamnya dan bergegas naik ke lantai dua menuju kamarnya untuk mengerjakan PR yang akhirnya selesai juga pukul 00.00 WIB


"Ahh akhirnya selesai juga" Ia merangkak naik keatas tempat tidur, memejamkan matanya dan tertidur


.


.


.


Hai dukung Grisya ya dan juga jangan lupa like biar Author semangat menulis.


Jika ada kesalahan atau kurang memuaskan maaf ya karena ini karya pertama, terimakasih!.

__ADS_1


Salam sayang, Author.


__ADS_2