Kamu Lagi

Kamu Lagi
Demam


__ADS_3

...HAI SEMOGA SUKA DAN SELAMAT MEMBACA...


...❤️...


Setelah kepulangan dokter Grisya menyantap makanannya walaupun agak terpaksa dan memang dipaksa mamanya karena dia harus minum obat agar demamnya cepat turun. Dia juga mengabari Cia bahwa tidak jadi ikut jalan-jalan karena sedang demam.


Sempat dia berpikir dan merasa tidak enak karena tidak sempat mengucapkan terimakasih kepada seseorang yang membantu mengantarnya kerumah. Namun tiba-tiba terdengar derap langkah diluar sepertinya terburu-buru dan membuka pintu yang membuat mama Indah terlonjak kaget.


"Sayang kamu gak apa-apa? udah minum obat?" Tanya papa Sean khawatir menghampiri dan memeluk anak bungsu kesayangannya


"Isya demam pa dingin ni" ucap Grisya sendu sambil membalas pelukan hangat papanya


"Papa ngagetin tau buka pintunya masa kayak gitu" protes mama Indah


"Papa khawatir sama anak kita ma" jawab papa Sean menatap mama Indah


Setelah menemani Grisya minum obat hingga tertidur mama dan papanya turun kebawah karena papa belum makan malam karena buru-buru pulang setelah menerima telepon dari mama Indah dan setibanya dirumah langsung menuju kamar putrinya.


Flasback On


Grisya mengendarai motornya dengan tenang sampai ketika terdengar suara gemuruh dan juga petir dan yaa hujan deras mengguyur tubuhnya. seketika saja Grisya melajukan motornya menuju halte untuk berteduh namun sialnya tiba-tiba ban motornya bocor karena terkena paku dan juga entah kenapa motor sialan itu tiba-tiba mati yang membuat Grisya dengan terpaksa turun mendorong motornya sampai ke halte.


Dia menggerutu dalam hati karena tidak bisa apa-apa mau menyalakan hp takut disambar petir, mau lari cari taksi ya gak mungkin juga hujan-hujanan dia juga gak mau kalau kena demam. Lagian siapa sih yang membuat paku ada dijalanan sehingga harus mencelakai motornya.


Seseorang mendekat karena melihat Grisya dari kejauhan tiba-tiba turun dan mendorong motornya ke arah halte. Dia tancap gas menuju halte karena heran entah apa yang terjadi apalagi Grisya sempat turun dan mendorong motornya dia berpikir pasti ada yang tidak beres dengan motor Grisya.


Sementara Grisya bergumam.


"Mama dingin banget mana basah kuyup gini, motor error, mau hidupin hp telepon papa gak berani juga takut gosong disambar petir" Khawatirnya sambil melingkarkan tangannya memeluk tubuhnya sendiri dan tertunduk diam sendirian.


"Lu kenapa" Tanya Leo sambil menepuk pundak Grisya pelan, ya seseorang yang memperhatikan Grisya tadi adalah Leo.


"Dingin banget" jawab Grisya sambil mengangkat kepalanya memandang Leo yang berada didepannya.


Leo kaget saat melihat Grisya menatapnya dengan wajah dan terutama bibir yang pucat dipegangnya kening Grisya terasa panas, Grisya demam.


"Astaga lu demam, jaket lu dilepas aja ya lu pake jaket gua nih dalemnya gak basah " Leo khawatir sambil membuka jaketnya, Grisya mengangguk sambil membuka jaketnya dan menerima jaket Leo dengan dibantu Leo memasangkan jaket ke Grisya karena Grisya sudah gemetar karena kedinginan juga pusing karena kena hujan.


"Makanya jangan nakal lu, kena karma kan lu ngerjain gua tadi" ujar Leo sok memarahi Grisya padahal yang sebenarnya dia sungguh khawatir dengan kondisi perempuan yang ada bersamanya.


"Ya maaf kan lu duluan yang mulai gue cuma bales" cicit Grisya memajukan bibirnya tidak terima dengan omelan yang dilayangkan Leo kepadanya.


Leo tersenyum melihat Grisya tapi dia juga khawatir melihat wajah pucat gadis itu. Dia terus memeluk Grisya dari samping dan tidak ada penolakan sama sekali dari Grisya. Ketika Grisya menengadah Leo mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Lo kenapa gak pulang" tanya Grisya pelan menengadah keatas menatap wajah Leo.


"Hujan gini gimana gua mau pulang" jawab Leo balas menatap wajah Grisya yang tepat berada dibawah dagunya.


"Jutek amat" cicit Grisya mengalihkan pandangannya dari Leo.


"Gua denger lu ngatain gua jutek". Sahut Leo tiba-tiba.


"Iya-iya maaf gak sengaja"


Leo hanya tersenyum sambil melihat kearah Grisya tanpa Grisya sadari. Dia bisa saja menerobos hujan untuk pulang tapi dia tidak ingin meninggalkan Grisya yang sendirian menunggu hujan reda dengan kondisi demam dia masih punya hati nurani.

__ADS_1


Walaupun gadis yang ada bersamanya selalu membuatnya dongkol. Perasaan kesalnya berubah jadi perasaan khawatir saat menatap wajah Grisya.


Ia tersenyum kembali saat melihat Grisya yang tertidur dipelukannya. Ia mengusap rambut Grisya yang basah sambil menggerutu kapan hujan reda.


"Udah tidur aja ni cewek nyebelin" batin Leo sambil tersenyum memandang Grisya.


Sampai ketika hujan reda Leo melihat seseorang yang dikenalinya melintas didepannya, sontak saja dia memanggil orang tersebut tanpa memikirkan apa komentar orang-orang karena dia berteriak, orang itu berhenti tepat didepan halte tempat Leo berteduh.


"Woi, ngapain lu disini itu lagi tuh siapa tuh, wah lu ngapain anak orang woi kenapa dia sampai lemes gitu" cecar Liam agak dramatis.


"Bacot lu moncong bebek, otak lu kalau mikir yang bener dikit napa gua butuh bantuan lu nih" ucap Leo menatap Grisya kemudian beralih menatap Liam kembali.


"Oh ya Tuhan yang maha esa hari ini hari apa Le sampai lu minta bantuan ke gua" ucapnya mengelus dada menengadah kelangit.


"Tumbenan amat catet ya hari ini hari apa nih wah jangan-jangan gua mau dapat berkat nih" canda Liam lagi.


Liam turun dari motornya menghampiri Leo dan memperhatikan perempuan yang disamping Leo, memperhatikan seragam Grisya yang sama dengan Leo berarti jelas satu sekolah dong.


"Cantik, pacar lu Le?" Tanya Liam menatap Leo sesekali menatap Grisya.


"Bukan, udah kebanyakan bacot lu bantuin gua bawa motornya Grisya ke bengkel ya ntar ongkosnya gua ganti, gua anterin dia dulu kasian demam" seloroh Leo sambil melempar kunci motor Grisya kearah Liam, dengan sigap Liam menangkapnya.


"Oh namanya Grisya" ucapnya pelan namun sejenak dia mulai menyadari sesuatu.


"Lah gua kira bakalan dapat berkat taunya malah dapet apes sialan" umpat Liam kearah Leo.


"Udah jangan gitu lu, bantuin temen ntar dapet pahala biar masuk sorga" Jawab Leo sambil menggendong Grisya menuju motornya tanpa melirik Liam yang terus memandanginya sampai kearah dimana motornya berada.


Grisya terbangun kaget karena tiba-tiba Leo menggendongnya.


"Turunin aja gue bisa jalan kok" ucapnya lesu karena pusing dikepalanya sudah tidak bisa diajak kompromi.


"Gini amat jadi gua" batin Liam yang tidak jauh dari mereka.


Leo mengangkat Grisya keatas motor sportnya kemudian memasangkan helm ke gadis itu kemudian melaju membelah jalanan tanpa pamit pada Liam.


"Peluk aja Sya takut lu jatuh" Perintah Leo Khawatir, Grisya mengangguj dan memeluk Leo dengan erat karena takut jatuh karena pusing yang menyerangnya.


Sementara Leo senyum-senyum sendiri karena merasa ini adalah salah satu keberuntungan walaupun dia sedikit kedinginan karena tidak memakai jaket namun hatinya menghangat, Leo memacu motornya menuju alamat Grisya dengan menggunakan google maps.


Tidak butuh waktu lama untuk sampai di alamat yang menjadi tujuannya.


Sesampainya didepan rumah Grisya satpam yang melihat mereka terkejut dan buru-buru membuka gerbang.


"Eh non Isya kenapa den?" Tanya pak satpam melihat kearah Leo.


"Demam pak permisi ya" Ucap Leo melajukan motornya kehalaman rumah Grisya.


" Iya den" sahut pak satpam menutup kembali gerbang.


Leo memberhentikan motornya ketika tepat sampai didepan rumah Grisya dia tidak peduli lagi karena sembarang parkir yang terpenting adalah Grisya harus segera ganti baju, makan, minum obat dan istirahat.


Dia membantu Grisya turun,melepas helm, kemudian menggendong Grisya kembali walaupun Grisya protes ia tidak peduli, Leo mengetuk pintu dengan kakinya lebih tepatnya menendang-nendang pintu itu wah kurang ajar sekali dia.


"Permisi Om Tante" teriak Leo terus menendang pintu sambil menggendong Grisya.

__ADS_1


Mama Indah yang sedari tadi mengkhawatirkan Grisya terkejut karena ada yang teriak-teriak sambil menggedor-gedor pintu rumahnya dengan buru-buru dia membuka pintu dan alangkah terkejutnya mama Indah melihat anaknya lemas dengan wajah pucat digendongan seorang anak laki-laki.


"Ya ampun Grisya, ah tolong bawa anak Tante keatas" ucap mama Indah Khawatir, Leo mengangguk dan mengikuti mama Indah menuju kamar Grisya.


"Astaga Grisya, bibi, bibi..." Panggil Mama Indah keras setelah Leo meletakan Grisya ditempat tidur.


Setelah Bibi datang Mama Indah meminta bibi untuk membantu Grisya mengganti pakaiannya sementara Mama Indah menghubungi dokter Amora untuk memeriksa Grisya kemudian mama Indah beralih menatap Leo.


" Makasih ya udah bantu nganterin Grisya kerumah, tante khawatir karena Grisya gak pulang-pulang tadi" Ucap mama Indah tulus memegang lengan Leo.


"Sama-sama tante, oh iya tante motornya Grisya ada dibengkel nanti kalau sudah diperbaiki saya antar kesini" ucap Leo sopan.


"Iya, sekali lagi terimakasih ya. Nama kamu siapa ayo kita sambil duduk aja minum teh hangat kasihan kamu pasti kedinginan" ucap Mama Indah iba melihat anak bujang yang ada didepannya.


"Gak apa-apa Tante saya langsung pulang aja takut mama khawatir, nama saya Leonathan Tante, saya langsung pulang ya Tante, permisi" pamit Leo menyalami mama Indah.


"Hati-hati ya" Pesan mama Indah. Namun seketika dia menghentikan langkah Leo. "Leo tunggu sebentar" teriaknya dari dalam rumah.


"Ini buat kamu"


"Makasih Tante" Leo tersenyum kemudian menaiki motornya berlalu.


Flasback Off


Mama Indah dan papa Sean sekarang berada dimeja makan setelah keluar dari kamar Grisya. Mama Indah ingin menceritakan apa yang terjadi sore tadi.


"Pa" panggil Mama Indah lembut.


"Iya ma" Papa Sean tersenyum membalas lembut panggilan Mama Indah.


"Tadi Grisya dianterin temennya pa" ucap mama memulai ceritanya.


"Cia?" Tanya papa menyendok makanan kedalam mulutnya.


"Bukan, cowok namanya Leonathan, motor Grisya rusak sekarang ada dibengkel trus anak kamu demam dia langsung anterin kesini waktu hujannya reda" terang mama menatap papa yang ada di seberangnya.


"Anak siapa ma, tumbenan Grisya dianterin cowok jangan-jangan modus ma" Cecar papa tak suka.


"Kamu jangan gitu dong pa bersyukur anak kita ada yang anterin kerumah, emangnya semuanya sama kayak papa dulu suka usilin kendaraan mama trus papa tiba-tiba dateng bak pahlawan kemalaman nawarin tumpangan" kesal mama Indah.


"Loh mama kok ungkit itu papa kan becanda ma jangan disangkut pautkan sama yang dulu dong, yang penting papa kan cinta sama mama udah punya anak lagi, iya kan?" Canda papa yang tak terasa sudah menghabiskan makan malamnya


"Hmm" ucap mama cuek.


"Mama tidur sama Isya ya pa jagain Isya" izin mama


"Iya nanti papa kesitu habis ngurus kerjaan di ruang kerja" jawab papa


.


.


.


Hai dukung Grisya ya dan juga jangan lupa like biar Author semangat menulis.

__ADS_1


Jika ada kesalahan atau kurang memuaskan maaf ya karena ini karya pertama, terimakasih!.


Salam sayang, Author.


__ADS_2