Kamu Lagi

Kamu Lagi
Calon Menantu Mama


__ADS_3

...HAI SEMOGA SUKA DAN SELAMAT MEMBACA...


...❤️...


Kesan dan reaksi yang muncul saat pertemuan pertama pasti berbeda-beda pada setiap orang. Terkadang bisa menimbulkan kesan yang baik juga bisa saja kesan yang buruk.


Sebenarnya semua tergantung situasi dan kondisi dan juga sudut pandang seseorang yang melihat juga apa yang terjadi saat itu.


Leonathan POV


Sejak pertemuan pertama gua sama itu cewek nyebelin gua belum ketemu kesan yang baik sama sekali. Dia selalu ngusilin gua, dia pikir gua bakal diam? gua kagak mau tinggal diam gitu aja dong.


Padahal dia itu ceweknya cantik dan imut cuma yang parahnya cuma nyebelin hilang dah cantik tambah imut dikepala gua. Waktu itu gua pengen balas jahilin dia tapi kita berdua malah kena apes gara-gara gua ngelempar sepatu kena kepalanya pak Arif.


Dia kesel sama gua dan gilanya gua suka lucu aja gitu liat muka-muka keselnya haha. Sampai dimana gua pulang sekolah gua ngeliat dari kejauhan ada cewek lagi dorong motor ke halte dan waktu gua liat lagi ternyata itu Grisya dan paling bikin gua panik dia demam. Ah tapi biasalah perasaan kasihan kan manusiawi.


Leonathan POV end


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Leonathan.


" Sayang ayo turun, makan malam dulu papa udah nungguin dibawah"


" Oke maa" sahutnya beranjak dari tempat tidur.


Tak butuh waktu lama untuk sampai dimeja makan. Satu keluarga itu menyantap makanan yang terhidang dimeja makan tidak lupa berdoa yang selalu dipimpin oleh orang yang berbeda setiap harinya.


Mama yang sudah penasaran sejak kedatangan Leo tadi sore sudah tidak bisa menahan diri untuk bertanya.


"Kamu tadi dari mana aja kenapa pulangnya sudah hampir malam biasanya juga hujan kamu terobos" tanyanya yang ditujukan kepada Leo. Wanita paruh baya tersebut adalah mama Revi dia adalah mamanya Leo.


Papa yang mendengar pertanyaan mama otomatis melihat kearah Leo dengan tatapan menyelidik. Dia takut anaknya berbuat hal yang tidak-tidak diluaran sana.


" Eitss papa jangan pikir aneh-aneh dulu tadi Leo bantuin temen" ucap Leo masih memang garpu yang memiliki daging diatasnya.


"Temen kamu kenapa? Ngajakin yang gak bener awas kamu" papa Samuel mengancam Leo mengarahkan pisau untuk memotong daging kearah Leo.


Leo meneguk air liurnya melihat pisau yang diarahkan oleh papanya.


"Eeh papa gak gitu, temen Leo alim semua pa gak ada yang aneh-aneh, Leo aman tenang aja tadi seriusan bantu temen" ungkap Leo menatap sang papa.


"Temen kamu kenapa?" Tanya mama lembut memegang pundak Leo.


"Ehm temen Leo motornya rusak ma dijalan pulang trus dia demam gara-gara basah kuyup tadi mama tau sendiri kan hujan, badai, angin ribut, halilintar" terang Leo tersenyum kearah mamanya sedikit bercanda.


"Mana ada badai, angin ribut. Orang tadi cuma hujan sama petir kok?" Tanya mama heran.


"Canda ma" tawa Leo pelan.


"Ada-ada aja kamu. Tapi masa Alfred kena hujan segitu langsung demam, ya kan pa?" Mama bertanya heran sekaligus meminta persetujuan papa yang diangguki oleh papa.


"Lah kok Alfred ma?" Tanya Leo balik.


"Loh temen kamu Alfred kan?" Tanya mama lagi.

__ADS_1


"Bukan Alfred ma tapi temen yang lain" jelas Leo menatap mama dan papanya bergantian.


"Temen kamu cewek?" Tanya mama antusias.


"Iya cewek calon menantu mama" seloroh Leo sambil nyengir bercanda dengan mamanya.


Pussshh


Sebuah sendok melayang kearah Leo beruntung dia cepat menghindar jika tidak bisa lecet kepalanya. Lumayan loh sakitnya apalagi itu sendok besi bukan plastik.


"Jangan-jangan kamu modusin anak orang ya, macem-macem silahkan angkat kaki kamu dari rumah" papa mengancam Leo dengan wajah serius.


"Leo becanda pa. Gak percayaan amat pa sama anak sendiri, seriusan tadi dia demam makanya anak papa yang baik hati ini nganterin dia pulang" Leo serius tapi nada bicaranya tidak meyakinkan.


"Yaudah sana tidur kamu jangan berani mikir nyari calon menantu mama kalau SMA aja belum tamat memang bisa menghidupi anak orang? Duit jajan aja mama yang ngasih" Ujar papa saat Leo sudah menyelesaikan makannya dan mencuci tangan di wastafel.


"Bisa dong pa" ujar Leo sambil berlari menuju kamarnya takut dilempari sendok lagi.


"Dasar bebal" teriak papa Samuel.


"Papa gak boleh mikir aneh-aneh deh sama anaknya, anak kita kan baik pa mau nolongin temennya" nasihat mama Revi


"Papa cuma takut dia ngelakuin hal yang gak bener ma" ucap papa Samuel khawatir menatap mama.


" Gak bener gimana? Papa kejauhan deh mikirnya" ucap mama lagi.


***


Leo merebahkan diri diatas kasur empuknya sambil masih memikirkan bagaimana keadaan Grisya.


Drrrrtttt... Drrrttt...


"Halo than" suara diseberang telepon menyapanya.


"Uyy halo, Leo aja napa yam ngeri gua lu panggil gitu" Leo kesal dipanggil Than karena dia merasa dipanggil setan oleh Liam.


"Yee kayak lu manggil gua bener aja, ini motor cewek lu gimana udah beres nih" Lapor Liam dan menunggu amanat dari sahabat jahanamnya.


"Anterin kerumah gua aja sekalian ntar gua ganti dah biayanya" minta Leo


"****** lu ngerepotin gua mulu , awas ya lu kagak kasih gua tip, gua capek nih" keluh Liam yang sedikit menggerutu karena direpotkan.


" Iye eek ntar gua ganti sekalian sama tipnya repot amat lu, dan itu bukan cewek gua" jelas Leo kesal.


"Berarti gua deketin boleh dong" canda Liam diseberang sana sambil menahan tawanya.


"Jangan sampai lu berani gangguin dia." ancam Leo dengan nada serius.


"Iyedah katanya tadi bukan siapa-siapa awas lu ...."


tut...tut....tut


Belum selesai Liam berbicara panggilan diputuskan sepihak oleh Leo.


"Kampret nih si Lele sialan, repot lagi gua ya Tuhan" lanjutnya mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


Walaupun ada sedikit kekesalan dihatinya dia tetap menuruti keinginan Leo dengan meminta bantuan Alfred untuk mengantar motor Grisya kerumah Leo. Liam adalah sahabat Leonathan dan Alfred hanya saja beda sekolah membuat mereka tidak bisa berkumpul saat berada dilingkup sekolah.


Suara bel rumah membuat mama Revi yang masih menemani papa Samuel minum kopi diruang keluarga bergegas membuka pintu untuk melihat siapa yang sedang bertamu malam-malam begini. Ternyata dua kunyuk itu sudah tiba.


"Malam tante" ucap mereka berdua sambil bersalaman dengan mama Revi.


"Eh kalian berdua, ayo masuk" ajak mama Revi kepada dua anak itu.


"Siapa ma?" tanya papa Samuel dari dalam rumah.


"Alfred sama Liam pa, ayo masuk kedalam dulu" ajak mama Revi kembali karena Liam dan Alfred tak kunjung masuk kedalam


"Kalian ada perlu sama Leo ya?" Tanya mama Revi Lembut.


"Iya tante mau nganterin motor" Liam menjawab dengan senyum ramahnya.


"Motor siapa? Bukannya tadi Leo pulangnya bawa motor" monolog mama Revi yang masih bisa didengar mereka berdua.


"Leo bilang motor pacarnya tante" Sahut Alfred sementara Liam mati-matian melipat bibirnya agar tidak mengeluarkan tawa.


Flashback On


Liam beberapa kali mencoba menghubungi Alfred tapi belum terlihat tanda-tanda bahwa panggilannya akan dijawab.


"Sialan si Alfred beneran kampret kayak namanya" Umpatnya memukul layar hp seharga puluhan juta itu.


Beberapa kali mencoba menghubungi Alfred lagi akhirnya sesuai harapan teleponnya diangkat.


"Nape lu nelpon gua" Suara Alfred dari seberang sana.


"Lu kemana aja eek gua telfon dari tadi kagak diangkat" Liam sudah tidak bisa menahan kekesalannya terhadap sahabat baiknya itu.


"Gua lagi pacaran" Jawab Alfred santai.


"Gila lu, belum tentu juga jadi bini" kesal Liam.


"Ya biarin, sirik lu jomblo" Ejek Alfred. " Udahlah lu ngapain hubungin gua jam segini" Tanya Alfred bingung.


"Bantuin gua kerumah Leo nganterin motor buruan gua tunggu di Astra Motor deat halte sekolah lu" belum dijawab oleh Alfred tapi dia sudah mematikan panggilannya. Tidak ada yang berbeda mereka bertiga sama-sama minus akhlak.


Dan tidak perlu menunggu waktu lama untuk Alfred menuju bengkel. Pertemuan kesekian mereka untuk menyusun sebuah rencana.


"Ntar bilang ke Tante Revi atau Om Samuel apaan kalau ditanya" Liam bertanya serius, pasalnya ia takut kena marah oleh papanya Leo seperti kejadian yang lalu ketika Leo dimarahi mereka juga kena, walaupun hanya sebuah nasihat tapi nadanya seperti amarah.


"Bilang aja punya pacarnya Leo haha" Sahut Alfred. " Sesekali ngerjain Leo, siapa suruh jadi temen laknat" lanjutnya.


Flashback End.


.


.


.


Hai dukung Grisya ya dan juga jangan lupa like biar Author semangat menulis.

__ADS_1


Jika ada kesalahan atau kurang memuaskan maaf ya karena ini karya pertama, terimakasih!.


Salam sayang, Author.


__ADS_2