Kamu Lagi

Kamu Lagi
Kuah Cabe Dan Air Garam


__ADS_3

...HAI SEMOGA SUKA DAN SELAMAT MEMBACA...


...❤️...


"Apaan sih heboh amat, kurang kerjaan banget"


gerutu Grisya dalam hati sambil terus membuka buku catatannya tanpa melihat apa yang sedang terjadi didalam kelas.


Hingga terdengar suara seseorang yang memperkenalkan diri membuat hening sementara setelahnya membuat heboh seisi kelas yang menyaksikan perkenalan itu.


"Perkenalkan nama saya Leonathan Ranendra Bagaskara, teman-teman bisa memanggil saya Leo" siswa baru itu memperkenalkan diri didepan para siswa lainnya. Pesonanya sangat ampuh membuat meleleh.


Dia adalah Leonathan Ranendra Bagaskara, anak tunggal Tuan Bagaskara, pemuda tampan dengan gaya (sok) coolnya. Hmm tampangnya hampir bisa dibilang nyaris sempurna dengan wajah tampan yang terpahat sempurna, dengan tinggi badan yang wow, hidung mancung, rambut hitam legam, juga tidak terlihat tanda-tanda bahwa ada setitik jerawat pun yang pernah singgah dan tentu saja anak laki-laki yang dipuja dan digilai banyak anak-anak perempuan. Oh sungguh nikmat Tuhan mana yang kau dustakan atau lebih tepatnya yang ingin kau dustakan.


Termasuk salah satu anak orang kaya dengan perusahaan yang terbilang cukup sukses besar tidak membuatnya tinggi hati dan semena-mena dia cukup tau diri karena harta bukanlah segalanya. Namun siapa sangka orang-orang tidak mengetahui fakta bahwa dia adalah anak seorang pengusaha besar dan juga tidak pernah satupun diantara mereka menyadari apa nama belakang Leonathan kecuali dua orang sahabatnya yang sableng itu.


***


Bu Ema mempersilahkan Leo untuk duduk dikursi kosong yang ada tepat dibelakang Grisya dan berlalu keluar kelas. Leo tersenyum dan sungguh membuat hm meleleh.


Sementara itu Grisya tidak berniat melirik Leo sama sekali saat Leo menuju kursi yang ada dibelakangnya dan Leo juga tidak menyadari bahwa yang ada didepannya adalah Grisya, anak perempuan yang menurutnya menyebalkan yang pagi-pagi sudah memancing amarahnya dan membuatnya kesal.


"Teman-teman jam pertama kita free"


Arthur sang ketua kelas tampan memberi kabar yang menyenangkan. Seperti kebanyakan cowok tampan dia juga diinginkan sebagian dari isi sekolah hanya saja hatinya hanya untuk satu orang yang benar-benar ia cintai.


"Jangan ribut ya, gue ada perlu ke ruang Multimedia buat rapat osis"


Dia tersenyum mengacungkan jempolnya. Ah manis yang melihatnya bisa saja diserang diabetes.


Seketika saja murid dikelas itu berteriak heboh karena jam pertama kosong. Beberapa murid pergi ke kantin walaupun sebenarnya belum jam istirahat. Ada yang mengerjakan PR karena lupa mengerjakan PR dirumah, Ada yang menyapu lantai dan rebahan yang sangat umum dilakukan setiap siswa dan beberapa lagi memanfaatkannya untuk mengelilingi Leo dengan embel-embel berkenalan.


"Hai Leo"


"Leo kenalan lagi dong"


"Leo tukeran nomor telepon mau gak?"


"Leo kamu udah punya pacar belum?"


"Nanti kita pulang bareng yuk"


Tanya dan tawar mereka berebutan sungguh sepertinya mereka sangat terobsesi dengan cowok berwajah tampan.


BRAKK!!!


Grisya yang kesal setengah mati karena kehebohan para anak bebek itu sontak berdiri dan berbalik menggebrak meja. Dia merasa terganggu karena tidak bisa fokus dengan apa yang dia baca.


" ADUHHH BERISIK, BISA DIAM GAK SIHH HAH!!??"


Teriaknya sambil berkacak pinggang membuat hening manusia yang ada dikelas. Sejenak ia menjeda bicaranya membiarkan hidungnya menghirup oksigen secukup mungkin.


"Gue gak bisa konsentrasi sama bacaan gue"


lanjutnya lagi mengeluh memejamkan matanya mendesah dan ketika membuka matanya ia melihat seorang yang sedikit familiar dimatanya.


"LOO!!" Teriak Grisya dan Leo saling tunjuk karena terkejut, Grisya memalingkan wajahnya mengejek.


"Oh ternyata lo anak baru itu memang ya kalau dari awal nyebelin dibawa kemanapun gak akan pernah berubah" Grisya mengungkapkan isi hatinya dengan nada merendahkan.


" Anak baru sok ganteng, muka gitu aja belagu, sombong amat"

__ADS_1


Ucapnya lagi mengejek Leo dan menarik tangan Cia yang ternganga melihatnya untuk pergi ke kantin karena kebetulan bel untuk istirahat pertama sudah berbunyi, lumayan bisa minum es teh biar segar.


Leo yang menyaksikan dan mendengar perkataan Grisya menjadi kesal dan mencoba meraih tangan Grisya yang berlalu namun tidak sampai.


"Sialan" umpatnya pelan.


"Kamu kenal sama Grisya ya?"


"Duh Leo gak usah ditanggepin dia emang suka ganggu gitu anaknya"


Ucap beberapa anak perempuan cari perhatian.


"Apaan sih lu pada heboh amat, ganggu tau kagak" kesal Leo yang mendengar ocehan anak-anak itu. Dia yang awalnya senang-senang saja dikelilingi banyak anak perempuan tiba-tiba saja Grisya membuat moodnya hancur berantakan.


"Awas aja tu anak kalau ketemu gua lagi" Alibi Leo dalam hati.


**KANTIN~~


"Lo kenal sama anak barunya Sya?" Tanya Cia sambil mengeluarkan cermin kecil dari dalam sakunya.


"Gak kenal gue, tuh orang nyebelin banget tau gak sih masa tadi pagi cuma gara-gara gue gak sengaja nabrak dia gue disuruh tanggung jawab segala, lebay amat" Ucap Grisya jengkel dengan nafas naik turun.


"Awas sya jatuh cinta, ganteng loh anak barunya" Ejek Cia memasukan kembali cerminnya dan menggandeng lengan Grisya.


Grisya memutar bola matanya malas.


"Ogah gue jatuh cinta sama manusia model gituan amit-amit jabang buaya hukumnya haram titik gak pake koma pokoknya keputusan gue mutlak gak bisa diganggu gugat"


"Iye dah iye" Cia mengulum senyumnya melihat kearah lain.


Mereka beranjak menuju kearah ibu kantin untuk memesan makanan terutama karena Grisya sudah sangat lapar karena melewatkan sarapan saat dirumah. Mereka kembali dengan masing-masing nampan yang berisikan semangkuk bakso dan segelas es teh manis.


Selang beberapa menit ditengah acara makan-makan mereka Alfred datang bersama Leo, oh ya ampun Leo dan Alfred sudah bersahabat sejak SMP awalnya mereka beda sekolah namun sekarang Leo malah pindah kesekolahnya.


"Ah honey bunny sweety kamu kok baru dateng sih aku nungguin tau, tadi belajar ya dikelas pasti capek kan, pesen makan gih" ujar Cia manja menatap wajah dan merangkul lengan Alfred.


"Uekk jijiqueee" cicit Grisya menusukan garpu ke bakso dan menggigitnya.


"Iri? bilang bos" Alfred balas mengejek Grisya.


Hal itu sudah biasa mereka lakukan ketika Alfred dan Cia sedang bercanda ria ada Grisya yang julid. Namun itu hanya candaan Cia tidak pernah sekalipun mempermasalahkan itu.


Memperhatikan adegan itu Leo ikut-ikutan bereaksi seperti ingin muntah, dia tidak menyadari kalau dimeja itu ada anak perempuan yang membuat kata kesal masih mengganjal dihatinya. Duduk tanpa permisi dikursi kosong yang ada disitu tanpa toleh kiri toleh kanan yang penting pantat aman.


Grisya membelalakkan matanya melihat seseorang yang ada disampingnya sekarang, sontak saja dia langsung ngamuk


" Lo lagi" Tunjuknya tepat diwajah Leo.


Leo yang merasa kesal menepis tangan Grisya dan berdecak sebal.


"Ngapain Lo duduk disitu pergi sana"


perintah Grisya mengibaskan tangannya mengusir Leo.


"Suka-suka gualah mau duduk dimana, bukan kursi buatan kakek Lo" balas Leo tidak menghiraukan perintah Grisya.


"Heh ngapain lo bawa-bawa kakek gue, berani lu sama gue awas lo ya gua bikin perhitungan sama lo"


ancam Grisya mengepalkan tangannya tepat didepan wajah Leo.


Leo mendekatkan wajahnya memandang lekat mata Grisya "Kagak takut dan kagak peduli" ujarnya menjauhkan lagi wajahnya.

__ADS_1


"Lu berdua udah saling kenal nih?" Tanya Alfred heran memandangi mereka berdua.


"Au gak penting, pesenin makan gih Pret laper nih, Spaghetti carbonara sama Air putih dingin aja"


Pinta Leo mengalihkan pandangannya dari Grisya sambil mengeluh mengelus perutnya.


"****** disini kagak ada spaghetti yang ada mie ayam" umpat Alfred dihadapan Leo.


"Yee ngegas, yaudah gua pesen bakso aja sama air putih dingin, dah sono pesenin sebelum lu gua pecat" perintah Leo mengibaskan tangannya kearah Alfred.


"Tai" Alfred kembali mengumpat.


Walaupun kesal setengah mati dia tetap melaksanakan perintah Leo.


"Aku pesen makanan dulu ya" pamitnya menepuk pelan kepala Cia.


Beberapa menit setelah makanannya datang Leo beranjak ke WC dan dari sinilah muncul ide jahil Grisya. Grisya memasukan banyak sambal ke dalam mangkuk bakso Leo dan sesendok garam kedalam gelas air putihnya, saat Leo kembali Grisya buru-buru menghabiskan makanannya.


"Tuh makanan Lu" Tunjuk Alfred kearah seberang mejanya.


"Thanks Pret"


Ucap Leo langsung menyendok bakso kedalam mulutnya, Leo merasakan sensasi aneh didalam mulutnya oh tentu saja Leo kepedasan setelah melahap bakso yang bagian bawahnya isi cabai semua.


Leo melirik kearah Grisya yang pergi membayar makanan sontak saja Leo meneriaki Grisya, Tidak sampai disitu saja penderitaan Leo akibat ulah Grisya saat ia kepedasan dan ingin minum ia malah meminum air garam.


Grisya tertawa puas menyaksikan itu tidak lupa ia mengejek dari kejauhan


"Awas lu ya" ancam Leo menunjuk Grisya dikejauhan.


"Wleeekk kasian deh Lo, mampus makan tuh kuah cabe" balas Grisya sambil tertawa terbahak-bahak.


Leo mengepalkan tangannya menahan kesal


Sementara Alfred tertawa terbahak-bahak melihat Leo saat Cia pergi meninggalkan mereka untuk menyusul Grisya.


" Diam lu kampret gua jotos juga ni pala lu" Ancam Leo marah.


"Sorry bos sengaja" Alfred nyengir tanpa rasa bersalah.


"Siapa sih tu anak nyebelin amat" tanya Leo meneguk es yang ada di gelas Alfred.


" Namanya Grisya sahabat cewek gua"


Ujar Alfred santai mengunyah baksonya.


"Awas aja lain kali. Jadi hilang kan selera makan gua gara-gara tuh cewek" kesal Leo mengelap mulutnya dengan tisu.


.


.


.


.


.


Hai dukung Grisya ya dan juga jangan lupa like biar Author semangat menulis.


Jika ada kesalahan atau kurang memuaskan maaf ya karena ini karya pertama, terimakasih!.

__ADS_1


Salam sayang, Author.


__ADS_2