Kamu Lagi

Kamu Lagi
Suara Merdu


__ADS_3

Happy Reading 🍹


Matahari kembali menembus sela-sela gorden kamar yang didalamnya didominasi dengan warna putih itu.


"Ah, hari Senin yang menyebalkan" ucap Grisya yang beranjak dari tempat tidurnya untuk segera bersiap dan segera berangkat ke sekolah.


Hingga beberapa menit berlalu akhirnya dirinya dan kedua orang tuanya berkumpul bersama dimeja makan.


"Pa boleh gak isya ikut Papa sama kak Gabriel berangkat ke sekolahnya?" Tanya Grisya meneguk segelas susu yang ada didepannya hingga tandas.


Papa Sean mengangkat alisnya, tumben Grisya minta diantar karena biasanya Grisya lebih memilih mengendarai motornya.


"Boleh, tumben kamu mau ikut Papa"


"Isya lagi males bawa motor pa"


Papa Sean hanya mengangguk mendengar jawaban putrinya.


Mama Indah kini mengantarkan kedua orang tersayangnya didepan, dirinya tidak bekerja karena Papa Sean mulai melarang mama Indah untuk bekerja karena mama Indah pernah mengalami kecelakaan saat berangkat bekerja.


***


Leo mengedarkan pandangannya ke sekeliling parkiran setelah melepas helmnya.


"Tumben motornya belum ada diparkiran" ucapnya menatap sekeliling parkiran mencari motor matic kuning yang pernah disiksanya dulu.


"Leo"


Leo berdecak memandang seseorang yang memanggilnya, lagi-lagi Arumi. Dirinya ingin melihat Grisya bukan Arumi, pagi Senin yang benar-benar menyebalkan.


"Gimana liburan lo?" Tanya Arumi yang kini berjalan bersama Leo meninggalkan parkiran.


"Biasa aja" jawab Leo singkat sambil memasukkan kedua tangannya disaku celana


"Oh ya, liburan gue juga sih"


"Gak nanya" batin Leo


Sementara Arumi kini senang karena banyak yang membicarakan mereka sekarang. Para Siswa disekolah itu mulai yakin jika dirinya sedang dekat dengan Leo.


"Gua duluan ya" ucap Leo seketika karena melihat Grisya yang tak jauh dihadapannya.


Segera dirinya mempercepat jalannya, kemudian memasukan sesuatu kedalam paper bag yang dibawa Grisya.


Grisya melirik kedalam paper bagnya. "Susu stroberi" ujarnya pelan


"Kesukaan kamu, atau lebih suka jus jeruk" ujar Leo menggoda Grisya


Pipi Grisya memerah, ingatannya melayang kembali pada kejadian tempo lalu.


"Apaan si, hobi banget godain orang" ujar Grisya mencubit lengan Leo.

__ADS_1


Leo terkekeh kemudian terkejut ketika Grisya mendorongnya kemudian berlalu pergi. Dirinya kemudian menatap kearah depan, ada Cia disana dan bisa diyakini Grisya belum mau memberitahu hubungan mereka.


Cia membuka isi paper bag yang ada diatas meja Grisya, matanya berbinar menatap isi paper bag itu.


" Syaa, gue mau dong susu stroberinya" ucapnya mengangkat sebotol susu stroberi


Grisya menatapnya kemudian merampas susu stroberi itu "Gak boleh, ini punya gue" tatapnya


"Kan ada dua" tunjuk Cia pada susu stroberi yang masih ada satu didalam paper bag didepannya.


"Sorry ya, gue lagi pelit hari ini nanti kapan-kapan gue bagi" ucap Grisya membuat Cia mencebikkan bibirnya


"Kalau gitu gue minta sandwichnya deh satu"


"Itu juga gak boleh"


"Lo kenapa pelit banget sih sya hari ini" kesal Cia pada sahabatnya yang tiba-tiba menyebalkan hari ini


"Gue gak sempat sarapan dirumah" ucapnya nyengir, baru kali ini dirinya pelit pada Cia.


Leo hanya terkekeh geli melihat kelakuan Grisya yang duduk didepannya.


Setelah melalui mata pelajaran pertama kini bell berbunyi. Tentu saja para siswa berhamburan keluar kelas dengan tujuan utamanya sudah pasti kantin.


Grisya berhenti ditengah perjalanan mereka ketika menatap isi paper bagnya.


"Cia, lo duluan aja deh ke kantinnya nanti gue susulin soalnya gue ada yang ketinggalan dikelas" ujar Grisya kemudian setengah berlari menuju kelas.


"Buat Lo"


Dirinya menurunkan bukunya menatap seseorang yang meletakan tupperware bening yang membuat isinya terlihat.


"Buat gua?" Tanya Leo menelisik


"Iya buat lo, gue bikin sendiri tadi pagi" ucap Arumi tersenyum.


"Oh ya, thanks" Ucap Leo tersenyum kemudian menatap seseorang yang melihat dirinya dari ambang pintu kelas.


Setelah sampai didepan kelas Grisya mengeluarkan tupperware yang berisi sandwich yang dibawanya dari rumah, sandwich itu memang dibawa dengan tujuan diberikan pada Leo.


Dirinya terdiam dengan memegang sandwich sambil memandang kedua manusia yang sedang bercengkrama didalam kelas dengan tatapan kesal.


Baru saja dirinya berbalik dan hendak pergi tangannya dicekal oleh Leo.


"Lepasin" ucapnya semakin kesal


"Kamu ngapain didepan pintu?" Tanya Leo pada Grisya, dirinya sedikit berlari ketika melihat Grisya yang berbalik dan hendak pergi.


"Kenapa, kamu merasa terganggu karena aku masuk disaat yang tidak tepat?" Ucap Grisya pelan dan santai tapi tidak menghilangkan gurat kekesalan diwajahnya.


"Bukan gitu, itu buat siapa? Buat aku kan?" Tanya Leo percaya diri menunjuk tupperware berisi sandwich ditangan Grisya.

__ADS_1


Grisya memiringkan senyumnya, "Gak usah kepedean ini bukan buat kamu, lagian kan udah dikasih sama yang lain" ucap Grisya menatap Arumi yang masih terduduk dikursinya dikelas.


"Ya ampun pacarku kalau marah gemesin banget" ucap Leo mencubit pipi Grisya


"Apaan sih gak lucu"


Leo menarik tangan Grisya meninggalkan kelas, dirinya melupakan bahwa Arumi masih ada didalam kelas.


Bukan ke kantin, tapi dibawah pohon besar yang rindang dibelakang sekolah.


"Hmm enak banget, ini sandwich paling enak kedua setelah buatan mama" ucap Leo memejamkan matanya menikmati setiap gigitan pada sadwich yang ada ditangannya.


Sedang Grisya saat ini tak bergeming dari tempat duduknya, dirinya memakan kasar sandwich yang dipegangnya sambil mengingat sandwich yang diberikan Arumi pada Leo.


Leo menatap Grisya yang tak merespon ucapannya, "Pacar"


"Apa"


"Jangan kesel lagi, nanti cantiknya hilang"


"Trus harus gimana?"


"Minta minum dulu" pinta Leo yang kemudian diberi Grisya air mineral tanpa bersuara.


"Udah jangan marah-marah lagi sekarang coba kamj ikuti instruksi aku" ujar Leo menatap Grisya dalam setelah meneguk air minum ditangannya.


"Gimana?" Tanya Grisya menatap Leo masih dengan wajah kesalnya.


"Tarik napas dalam-dalam, hembuskan perlahan" Leo memberi instruksi dan dengan bodohnya Grisya mengikuti ucapan Leo.


"Lagi, coba tarik napas dalam-dalam kemudian tahan. Sekarang..."


Grisya menaikkan alisnya menatap Leo, menunggu instruksi selanjutnya.


"Sekarang coba kentut" ucap Leo terlihat serius


Puuuttt


Suara merdu yang selalu mengeluarkan wangi khas itu terdengar di sepasang telinga mereka.


Leo tergelak kencang karena apa yang didengarnya, Grisya benar-benar mengikuti arahannya hingga akhir.


"Leooooooo" teriak Grisya memukul bahunya sedikit keras kemudian menutup wajahnya


"Hahaha, aduh sakit" Leo masih tergelak kencang sambil mengelus pundaknya yang dihajar oleh Grisya.


"Wahh ada wangi ayam goreng" godanya lagi setelah hidungnya menangkap wangi yang indah, alih-alih menyebut wangi belacan dirinya menyebut kentut Grisya wangi ayam goreng.


"Ihhh, bisa diam gak?" Ucap Grisya kemudian, tawanya pecah mendengar setiap penuturan Leo. Mereka tertawa bersama dibawah pohon rindang itu. Entah bagaimana nasib Cia yang menunggui dirinya di kantin semoga saja ada Alfred yang menemaninya.


Jangan lupa like ya🍹

__ADS_1


Bersambung ~


__ADS_2