Kamu Lagi

Kamu Lagi
Camping 1


__ADS_3

...Selamat membaca, semoga suka ya ❤️...


"Semuanya tolong berkumpul sebentar lagi kita berangkat, tolong baris yang rapi kita akan mulai cek kehadiran"


"Tasya Arumi, Cia Elisabeth,Arthur William, Leonathan Ranendra, Alfredo Dirgantara,...." Guru pendamping mulai menyebutkan satu persatu nama siswa yang akan mengikuti kegiatan camping.


Camping yang akan dilakukan oleh beberapa kelas namun ada yang 2 sampai kelas digabung menjadi satu seperti kelas Grisya dan Alfred ya semuanya serba kebetulan entah apa saja yang akan terjadi nanti.


Kegiatan ini merupakan kesepakatan para siswa karena mereka telah menyelesaikan ujian kenaikan kelas. Dan untuk itu mereka mengadakan camping, namun beberapa kelas lainnya lebih memilih untuk melakukan wisata atau sekedar makan malam bersama.


Dari kejauhan Grisya sedang berusaha lari secepat mungkin menuju barisan teman-teman sekelasnya.


"Mati nih pasti kena omel" batinnya


"Darimana kamu?!" Guru pendamping langsung menanyai Grisya.


"Maaf pak tadi tas saya hilang" Grisya mengadu.


"Nah ini, kebiasaan ceroboh kamu bisa merugikan orang lain, kasian teman-teman kamu nungguin" Omel guru pendamping, pelan tapi terasa sekali omelannya.


"Maaf pak" Tunduk Grisya mengaku bersalah


"Lain kali jangan diulangi lagi, silahkan kalian masuk ke dalam bus duduk yang tenang" Guru pendamping meminta Grisya untuk duduk didalam bus.


"Ppftt, ehm ceroboh amat jadi anak kalau gua jadi gurunya sih bakalan gua tinggal" ucap seseorang meledek.


Grisya memandanginya dengan tatapan penuh kekesalan dan berlalu masuk kedalam bus seolah-olah tidak ada yang terjadi.


Kursi dekat jendela! Hmm tempat favorit banget waktu perjalanan. Apalagi sambil dengerin musik juga melihat pemandangan yang bagus. Ah! sambil ngemil enak juga kayaknya.


"Pantesan tadi gak ada, kirain udah barengan ke barisan, habis ngapain sih?" Cia menduduki kursi yang bersebelahan dengan Grisya


"Tas gue tiba-tiba hilang gak tau siapa yang sembunyiin padahal baru ditinggal ke toilet sebentar" Grisya menyahut


"Cia" Cia melihat dan menghampiri kearah suara yang memanggilnya. Suara itu berasal dari kursi kedua dari belakang, Alfred memanggil Cia agar duduk bersamanya.


Sementara itu Grisya mengeluarkan ponsel dan headsheetnya. Memutar lagu-lagu yang membuat moodnya membaik. Lagu yang mungkin akan membuatnya terlelap diperjalanan nanti.


Leo sengaja menghampiri dan duduk disamping Grisya untuk mencari perkara yang memicu cekcok antara mereka berdua. Seperti biasa tidak ada kedamaian.


"Ehmm" Ia duduk dengan santai seakan tidak ada masalah apapun.


Hmhh.


Grisya memalingkan wajahnya kearah jendela tanpa menghiraukan manusia yang ada disebelahnya.


Buset dah ni cewek jangan-jangan dia tau lagi

__ADS_1


Batin Leo.


Semuanya hening ketika bus sekolah mulai jalan. Tidak ada acara konser dangdut ataupun goyang pargoy didalam bus. Sepertinya semuanya sedang malas atau mereka memang ingin fokus untuk menikmati perjalanan dalam diam.


Ckittttttt


Mamaaaa


Grisya memejamkan matanya dengan kejadian dadakan yang tidak mengijinkannya bersiap.


Happ


Tanpa aba-aba Leo mengarahkan telapak tangannya didepan Grisya. Untung saja ada tangan Leo kalau tidak bisa benjol jidatnya.


Sopir mendadak menginjak rem karena didepan sana tiba-tiba ada mobil yang menerobos lampu merah dan hampir saja menabrak bus yang dinaiki Grisya dan teman-temannya.


"Bisa nyetir kagak sih tu orang, cari mati apa gimana sembarang terobos aja" Leo mengumpat kesal kemudian menyemprotkan hand sanitizer ke tangannya yang membuat Grisya salah paham.


"Heh maksud lo apaan, lo pikir jidat gue penuh kuman?!" Grisya emosi dengan Leo.


"Gua takut tertular virus ceroboh lu makanya secepat mungkin gua harus pake hand sanitizer biar kuman dari jidat lo gak berani nempel ditangan higienis gua" Leo menjawab sambil menatap jijik kearah tangannya seolah tangannya dipenuhi kotoran.


Nih cowok apaan sih jidat gue bersih kali dan tadi apa? Tangan higienis? Hahaha baru juga kemaren gue ngeliat dia gak sengaja pegang eek cicak sok higienis ew. Batin Grisya.


"Heh gue bukannya ceroboh tapi gue gak tau kalau bakalan ada kejadian kayak gini" Grisya menatap sambil menunjuk Leo.


"Serah lo deh gue gak peduli" Grisya memejamkan matanya saat bus kembali melanjutkan perjalanan.


"Padahal baru aja gue mau bilang terimakasih" batinnya


***


Lokasi camping yang bagus. Danau yang dikelilingi pepohonan dan tidak terlalu didalam hutan juga burung-burung yang beterbangan kesana kemari. Ah pemandangan yang sejuk apalagi ditambah angin sepoi-sepoi hmm nyaman.


Para siswa turun dari bus dan menerima arahan dari pendamping mereka. Setiap tenda maksimal terisi 3 orang dan tidak boleh bercampur antara laki-laki dan perempuan. Tidak ada acara kelayapan pada saat dimulai hingga perkemahan berakhir.


Tidak ada yang boleh membuang sampah sembarangan dan tidak ada acara pacaran massal. Jika ada yang sakit wajib melapor agar bisa dipulangkan.


Mereka mulai memasang tenda dan menyusun barang-barang yang dibawa dan tentu saja ada adegan mesra antara Alfred dan Cia. Itu adalah rutinitas yang akan selalu dilihat mata.


"Beb bantuin kita dong aku gak bisa ini gimana pasangnya" Cia merengek meminta bantuan Alfred.


"Bentar ya beb yang ini bentar lagi selesai" Alfred menjawab sambil masih memasang tendanya.


"Cia gue kan bisa pasang ini doang" Grisya mengomel.


"Gak apa-apa kali kan ada bebeb aku yang mau bantuin, Lo pacaran sama Leo aja napa Sya, kalian cocok loh yang satunya ganteng satunya cantik tapi seganteng apapun cowok Lo lebih gantengan cowok gue" Cia mengungkapkan isi hatinya yang mengganjal selama ini.

__ADS_1


"Walaupun gua jatuh bangun gak bisa ngapa-ngapain gue gak bakalan mau jadian sama tuh anak" Grisya menatap Leo ogah-ogahan.


"Dah Sono bantuin ayang lu, ini biar gua yang kerjain" Ucap Leo memepersilahkan Alfred untuk membantu Cia.


Cia tersenyum menatap Grisya.


"Kalau gak lo sama Arthur aja kayaknya dia suka deh sama lo dari yang gue lihat selama ini sih gitu, dari cara dia natap lo gue yakin dia beneran suka sama lo deh sya" Ujar Cia sembari menatap Arthur yang ada diseberang sana.


"Lo kenapa jadi nyuruh gue buat pacaran sih mending lo aja noh ngumpulin pacar banyak-banyak biar lo gak bosan liatin mukanya Alfred" Ujar Grisya bete.


Plakk


Alfred menepuk pelan jidat Grisya dari belakang. Dia membelalakkan matanya mendengar ucapan Grisya yang menurutnya menghasut Cia agar menduakannya.


"Heh jangan ngehasut pacar gua yang gak bener lu dasar nih jones" Alfred berbicara pada Grisya.


Bukk


Grisya berbalik meninju perut Alfred.


"Hilih gue gak ngehasut ya itu kenyataan kalau muka lo bakal bikin sahabat gue bosan gue sebagai sahabat yang baik mau yang terbaik buat sahabat gue" Grisya memasang muka menyebalkan kearah Alfred.


"Aduhh kalian apa-apaan sih udah cepetan pasang tendanya beb" Cia menengahi.


Leo yang mendengar percakapan mereka hanya tertawa sambil menutup mulutnya tanpa bersuara.


"Mantep nih suka gua hahaha" batinnya


.


.


.


.


Sp: "Udah tuntas?" Ia cekikikan menanyai Grisya.


"Ihh apaan si ayo balik cepetan" Grisya malu. ia menjawab seolah tak mengerti maksud Leo.


.


.


.


Hai jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like, komen, dan vote kalian sangat membantu author untuk tetap semangat menulis, tks yaa❤️

__ADS_1


__ADS_2