KANTIL IRENG NIRMALA

KANTIL IRENG NIRMALA
Part 11 : Pingitan


__ADS_3

“mbak mari iki sampeyan bakal dipingit”.(mbak setelah ini kamu akan dipingit)


Pingit atau pingitan adalah salah satu tradisi dalam proses pernikahan adat Jawa, di mana calon pengantin perempuan dilarang ke luar rumah atau bertemu calon pengantin laki-laki selama waktu yang ditentukan. Biasanya, keduanya nggak boleh bertemu sampai acara pernikahan tiba. Tradisi ini wajib dilakukan oleh pengantin yang menikah dengan adat Jawa.


“loh…lha opo aku arep dadi manten to yuk kok dipingit barang”.(loh apa aku mau jadi pengantin yuk kok harus dipingit segala).


“lhooo mbak mala dereng ngertos to?”(lhooo mbak mala belum tahu ya?)


Mala menggeleng tak mengerti apa yang sedang direncanakan untuk dirinya, kenapa dirinya harus dipingit apakah dia akan menikah ???tapi dengan siapa nirmala akan menikah???


“iki ngono bakal ono acara geden mbak, kabeh abdi dalem terutama nyai widuri lagi sibuk ngurusi acara mantenane mbak mala”.(nanti aka nada acara besar mbak, semua pelayan terutama nyai widuri sedang sibuk menyiapkan acara nikahan untuk mbak mala).


Raut wajah nirmala seketika berubah menjadi sayu, matanya mulai menitihkan bulir-bulir air mata. Dirinya belum genap satu minggu dirumah ini tapi hari-harinya terasa begitu berat, jika boleh memilih nirmala ingin kembali ke kehidupan lamanya di omah panti.


“mbak aku paham opo sing mbak mala rasakke saiki, wong cilik koyok awake dewe iki isone mung manut mbak yen iseh pengen urip, manut wae kadang iseh wae salah mbak. Wes rampung mbak …hmmm pancen mbak mala iki ayu tenan sopo wae sing weruh ayune mbak mala mesti kepincut”.(mbak saya tahu apa yang sedang mbak mala rasakan sekarang, orang kecil kayak kita ini bisanya hanya nurut mbak jika ingin tetap hidup, nurut saja terkadang masih salah mbak. Sudah selesai mbak….hmmm memang mbak mala ini cantik banget pria manapun yang melihat kecantikan mbak mala pasti tertarik).


Rahayu menyisir dan menyanggul rambut nirmala dengan indah, kini penampilan nirmala sudah berubah ,yang dulunya gadis desa yang kummel sekarang bak putri keraton yang anggun.

__ADS_1


“terimakasih yuk”.


“sami-sami mbak”.


“oh iya yuk apa kamu tahu siapa pemuda yang akan dinikahkan denganku?”.


Seketika raut wajah rahayu menjadi pucat, apa yang harus ia katakana kepada nirmala.


“yukk…kok meneng ae to, mbok dijawab pitakonku, kan yo aku berhak tau to yuk sopo sing bakal dadi bojone aku”.(yukk…kok diam saja, tolong dijawab pertanyaanku, kan aku berhak tau siapa yang akan jadi suamiku).


“aa-anu mbak”.


Nyai widuri tiba-tiba masuk mengagetkan nirmala dan rahayu.


“kulo nyuwun pamit”.


Rahayu bergegas keluar dari kamar nirmala, meninggalkan nirmala dan nyai widuri berdua didalam kamar. Nirmala bisa melihat perubahan wajah rahayu setelah nyai widuri datang, seperti ada ketakutakutan dalam diri rahayu. Nirmala menatap wajah nyai widuri, wajah yang dipenuhi sejuta kemisteriusan.

__ADS_1


“aku ora bakal mekso yen awakmu ora gelem nglakoni iki, tapi aku ora iso jamin nyawamu yen awakmu metu soko omah iki, awakmu ora reti kan opo wae sing ono ning jero wetengmu”.(aku gak akan memaksa jika kamu tidak mau ngejalanin ini semua, taku aku tidak bisa menjamin nyawamu jika kamu keluar dari rumah ini, kamu gak tau kana pa saja yang sudah ada didalam perutmu)


Nyai widuri memijat tengkuk leher nirmala, ada persaan tidak mengenakkan saat nyai widuri menyentuh bagian tubuh nirmala, ini adalah kali pertama mereka bersentuhan setelah sekian lama bertatap muka, nirmala merasakan isi perutnya seperti ditarik keluar, nirmala merasakan rasa mual yang tak tertahankan hingga akhirnya nirmala memuntahkan isi perutnya, nirmala bisa melihatnya dengan sangat jelas apa yang baru saja keluar dari dalam perutnya, seperti potongan daging yang menghitam yang baunya sangat-sangat busuk sehingga nirmala tak kuasa untuk tak menutup hidungnya. Langkah nirmala mulai goyah, tubuhnya terasa tak bertenaga rasanya masih tak percaya jika dirinya baru saja memuntahkan daging busuk.


Saat nirmala membuka mata dirinya sudah berada diatas dipan, disampingnya ada rahayu, nirmala mencoba mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya. Yah dia masih mengingat apa yang barusan terjadi hingga ia berakhir tak sadarkan diri, mengingat hal itu nirmala merasa kembali mual, dengan cepat rahayu mengambilkan nirmala segelas air.


“wes mbak ojo diiling-iling”.(sudah mbak jangan diingat-ingat)


“aku mulai ngerti yuk, aku wes ora iso mundur yuk, gelem rak gelem aku kudu nglakoni iki kabeh kan yuk”.(aku mulai paham yuk, aku sudah tidak bisa mundur yuk, mau tidak mau aku harus ngejalanin ini semua yuk).


Rahayu mengiba melihat nirmala, dirinya tidak menyangka orang sebaik nirmala harus terjerat dengan semua kegelapan ini, berbeda dengan dirinya keberadaannya disini dikarenakan hutang kedua orangtuanya terhadap keluarga catra karena kedua orangtua rahayu tak mampu membayar hutangnya maka rahayulah yang harus mengorbankan dirinya menjadi abdi dalam keluarga catra, hampir semua abdi dalam yang ada disini memiliki kisah yang hampir sama dengan rahayu walaupun tidak semuanya sama. Tapi satu hal yang harus ditekankan dan digarisbawahi jika setiap orang yang menjadi abdi dalem keluarga catra tidak akan bisa kembali kekeluarga mereka bahkan seluruh hidupnya dihabiskan dirumah keluarga catra. Kabur??? Bisa saja mereka lakukan tapi taka da yang bisa menjamin keselamatan nyawanya, nasib buruk selalu menimpa orang-orang yang memiliki niatan untuk kabur, satu-satunya cara untuk kembali kekeluarga adalah dengan cara MATI , itupun hanya raganya yang dikembalikan ke keluarga masing-masing tapi sukmanya tetap tinggal di tumah keluarga catra.


“mbak mala sampeyan tak wenehi lonceng iki, selama masa pingitan awakmu ora oleh metu soko jero kamar iki, yen awakmu butuh apa-apa unekno wae lonceng iki, aku bakal moro nang awakmu, ojo mbukakke lawang kanggo wong kecuali iku aku, yen ono sing ndodok lawang utawa nyeluk jenengmu mbarke wae rak usah direken”.(mbak mala aku kasih lonceng ini, selama masa pingitan kamu gak boleh keluar dari kamar ini, jika kamu membutuhkan sesuatu bunyikan saja lonceng ini, aku akan datang, jangan bukakan pintu untuk orang lain kecuali untukku, jika ada yang mengetuk pintu atau manggil namamu biarkan saja gak usah dihiraukan)


“terus piye carane aku reti yen sing teko awakmu”.(terus bagaimana caranya aku tau jika yang datang itu ternyata kamu)


“aku nduwe lonceng sing podo koyok awakmu dadi sakdurunge aku teko aku bakal ngunekke lonceng kui, kita nggawe kesepakatan yen saben kita mung muni lonceng kaping telu ora kurang lan ora luwih”.(aku punya lonceng yang sama jadi sebelum aku datang aku akan membunyikan loncengnya, kita bikin kesepakatan jika masing-masing dari kita hanya membunyikan lonceng sebanyak tiga kali gak kurang dan gak lebih).

__ADS_1


Nirmala menyetujui ide dari rahayu, dan pingitan dimulai hari ini tepat dihari dino weton nirmala.


__ADS_2