KANTIL IRENG NIRMALA

KANTIL IRENG NIRMALA
Part 50 : Njero Alas


__ADS_3

Kanthi melihat kearah pria yang baru saja datang, melihat wajah pria itu sangat pucat Kanthi berinisiatif memberikan jaketnya kepada pria itu.


"Gak usah, aku baik-baik saja kamu lebih membutuhkannya,namaku Pras" Tolak Pras


"emmm baiklah jika kau tak membutuhkannya"


"aaaiaaa" teriak Mayang


Pras memandang sinis kepada Mayang


"Sudah, lebih baik kita beristirahat besok pagi kita harus melanjutkan perjalanan" Ucap Bara


"Kalian mau kemana?"Tanya Pras


"Kami akan pergi ke-" ucapan Kanthi terhenti karena ditahan oleh Jaeda


"Ijinkan aku ikut bersama kalian" Ucap Pras


Semua mata tertuju kearah Pras, aneh bahkan mereka belum pernah bertemu sebelumnya mengapa Pras menawarkan diri untuk ikut bersama mereka.


"Sudah sebaiknya kita tidur"Ucap Bara


Disaat semua sudah terlelap, Bara masih terjaga meskipun tak ada firasat buruk mengenai Pras namun Bara hanya berjaga-jaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Pras memang terlihat seperti manusia pada umumnya tak ada yang berbeda dari fisiknya bahkan kaki Pras juga menapak ke tanah. Namun aroma tubuh Pras seperti memberi isyarat bahwa dirinya bukan manusia.

__ADS_1


Sepanjang malam Bara memikirkan hal itu, Bara tak ingin memberitahu ke pada yang lain terutama Jaeda ia tak ingin jika teman-teman nya merasa takut.


Matahari mulai meninggi, Jaeda dan yang lain mulai bersiap untuk melanjutkan perjalanan.


"Bara ,kamu semalaman gak tidur?kenapa?" Tanya Jaeda


"Gak apa-apa, banyak nyamuk aku jadi gak bisa tidur" Jawab Bara sekenanya


"Yang harus kamu takuti bukan aku tapi dia" Ucap Pras sembari menunjuk ke arah Mayang


"aaaiaaa aaukkk uuu" teriak Mayang sembari menatap tajam ke arah Pras


" Sudah jangan bertengkar, kita sedang ada di dalam hutan sebisa mungkin kita harus jaga sikap" ucap Kanthi mencoba menenangkan Mayang


Mayang berjalan dahulu meninggalkan yang lain, melihat Mayang yang sudah berjalan meninggalkan gubug Jaeda, Kanthi dan Bara bergegas menyusul Mayang begitu juga dengan Bara.


"Kita istirahat disini dulu ya, dada ku mulai sakit" pinta Kanthi


"Yaudah kita istirahat sebentar disini" sahut Bara


"Jangan, sebentar lagi sorop kita harus cari tempat yang aman jangan sampai makhluk itu tau keberadaan kita" ucap Pras


"Makhluk apa Pras??" tanya Jaeda


Pras tak menjawab ucapan Jaeda, ia bergegas melanjutkan perjalan. Dengan susah payah Jaeda dan yang lain mengikuti langkah kaki Pras yang semakin lama semakin cepat. Sampai Pras berhenti di sebuah pohon beringin yang sangat besar.

__ADS_1


"Kita istirahat disini" ucap Pras


"iaaakkkk" ucap Mayang


"Hanya ini tempat yang aman buat kita" tambah Pras


"aiiiii iuuuuu hiiiiii"


"Dia tidak akan melukai kita" Mayang melihat kearah Pras, Mayang baru sadar rupanya Pras paham ucapan Mayang.


"Minum?" Kanthi menawarkan minum kepada Pras


"Aku tidak minum" ucap Pras


Kanthi merasa heran dengan ucapan Pras, namun ia mencoba mengacuhkan ucapan pras. Memang sedari tadi sepanjang perjalanan hanya Pras yang tak terlihat kelelahan.


"Pras makhluk apa yang kamu maksud tadi?" Tanya Jaeda


"Kamu nanti juga tau"


"Bukankah kamu membawa keris di tas mu? keluarkan keris itu dan tancapkan ditanah, setidaknya keris itu bisa melindungi kita dari makhluk itu"


"Dari mana kau tau?"


"Sudah cepatlah sebelum kita jadi makan malam makhluk itu"

__ADS_1


Jaeda mengambil keris pemberian dathuk, melafalkan doa yang diberikan dathuk dan menancapkan keris itu di atas tanah. Magic ya itu yang sekiranya terjadi setelah keris itu ditancapkan ditanah seperti ada kabut putih yang mengelilingi sekitaran pohon beringin tempat Jaeda dan yang lain berada.


Sesaat setelah itu terlihat sosok pocongan melayanh-layang di atas dengan wajah gosong. Tak hanya satu tapi puluhan. Suasana itu membuat Jaeda dan yang lain merinding bahkan Kanthi sampai menutup matanya. Namun ternyata bukan itu makhluk yang di maksud Pras melainkan makhluk penunggu hutan ini. Makhluk rakus yang haus akan darah manusia


__ADS_2