KANTIL IRENG NIRMALA

KANTIL IRENG NIRMALA
Part 52 : Lanjutan


__ADS_3

"aaa....eaaaaunnnn....oloooonggggg..."


"Mayang....Mayanggg" Panggil pras


"olonnngggg akkkkkkk" Teriak Mayang


Pras berusaha mengejar makhluk yang menyeret Mayang, semakin lama suara teriakan Mayang semakin jauh terdengar


"Mayang" Teriak Pras


"Pras" Seseorang memanggil Pras dari dalam hutan, suara itu terdengar familiar bagi Pras. Pras mendekati suara panggilan itu


"Ayah" Pras terkejut di hadapannya berdiri sosok yang paling dirindukannya.


"Pras, kamu harus menyelamatkan Jaeda, Kanthi dan Bara mereka dalam bahaya"


"Lalu bagaimana dengan Mayang,ayah"


"Makhluk itu tidak akan melukai Mayang"


"Bagaimana mungkin, ayah"


"Nanti kamu akan tau, sekarang kembalilah ke tempat kalian berkumpul temukan keberadaan Jaeda dan yang lain"


"Iya ayah"


Pras berlari kembali ke pohon beringin tempat awal mereka berkumpul. Pras baru tersadar ada sesuatu yang ingin ia katakan kepada ayahnya namun saat Pras menoleh Sukma ayahnya sudah tidak ada. Raut wajah Pras nampak kecewa, namun masih ada yang harus Pras lakukan.


"Bara, apakah makhluk itu masih mengejar kita??"


"Entahlah Kanthi, setidaknya kita ada waktu untuk mengatur nafas"


"Emmmm Bara, dimana Jaeda?"

__ADS_1


"Aku tidak tau, Kanthi" Bara memalingkan wajahnya, tak dapat ia pungkiri sedari tadi ia mengkhawatirkan keadaan Jaeda.


"Bara, maafkan aku"


"Maaf untuk apa Kanthi?"


"Demi menyelamatkan aku, kamu terpisah dari Jaeda"


"Sudahlah ini bukan salahmu, kita cari Jaeda nanti saat semuanya sudah aman"


Bara merasakan ada sesuatu yang menetes di atas kepalanya. Darah, darah segar itu terus menetes dari muluk Jingkriek.


"Bara itu...."


"Lari Kanthi"


Bara dan Kanthi berlari sekuat tenaga menghindari tangkapan Jingkriek. Namun sayangnya Kanthi tersandung batu di depannya sehingga membuat Kanthi jatuh tersungkur. Dan Jingkriek berhasil menangkap tubuh Kanthi.


"tarrrrr....cetarrr.....tarrrrr" Pras berhasil membuat Jingkriek ketakutan dengan pecutan daun kelor. Kanthi berhasil selamat.


"Kanthi kamu gak apa-apa" Bara dan Pras membantu Kanthi


"Pras bagaimana bisa kamu tau kelemahan Jingkriek?" Tanya Kanthi


Pras tak memberi jawaban apapun hanya senyum tipis yang cukup dingin. Mungkin Pras merupakan sosok pria yang misterius dan dingin kalau bahasa gaulnya cowok cool hehe.


"Pras, dimana Mayang" Tanya Bara


"Aku tidak berhasil menemukannya"


"Apakah dia masih hidup?"


"Semoga, kita harus mencari dimana Jaeda sekarang karena kunci dari semua ini adalah Jaeda" Pras berjalan mendului Bara dan Kanthi.

__ADS_1


"Pras, apa boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Kanthi


"Silahkan"


"Mengapa kamu begitu membenci Mayang"


"Apakah terlihat separah itu?"


"Tidak Pras, maksudku apa ada sesuatu yang kamu tau soal Mayang? sampai membuat sikapmu begitu dingin terhadap Mayang?"


"Mengapa manusia selalu ingin tahu urusan orang lain"


"Apa maksudmu dengan manusia Pras???"


"Sudahlah Kanthi, mungkin Pras tidak ingin memberitahu kita"


"Tapi Bara sikapnya tidak mencerminkan seorang manusia"


Ucapan Kanthi membuat Bara tersentak, andai Kanthi tau bahwa Pras bukanlah manusia pasti dia akan menyesal telah mengucapkan hal itu.


Untung saja tak ada reaksi apapun yang Pras perlihatkan. Pras terus berjalan tanpa menggubris Kanthi yang masih terlihat kesal padanya.


"Hari sudah mulai gelap Pras, kita lanjut atau berhenti dulu"


"Iya aku sudah sangat lelah"


"Kita berhenti dulu, sebentar lagi sorop kita harus lebih hati-hati dan waspada. Gunakan indera pendengaran kalian sebaik mungkin, karena diwaktu malam indera penglihatan tak bisa diandalkan"


"Satu hal lagi, apapun yang kalian dengar jangan pernah menoleh ataupun merespon panggilan tersebut, tetaplah berjalan apapun yang terjadi"


"Memangnya ada apa Pras?"


"Kau akan tau setelah ini"

__ADS_1


__ADS_2