
Kanthi mendekati sebuah pendopo, dimana Kanthi melihat seseorang sedang menari dengan gemulai diatas pendopo itu. Namun Kanthi tak menemukan apa-apa di sana , hanya pendopo tua yang sudah using. Kanthi teringat akan pesan dathuk jika tak sepantasnya dirinya mencari tahu sejauh ini. Kanthi segera turun dari pendopo namun ada perasaan aneh yang seakan-akan menahan Kanthi untuk pergi.
Kanthi menoleh kearah pendopo itu lagi, setelah diperhatikan dengan seksama Kanthi baru menyadari bahwa dibalik pendopo itu ada sebuah pintu. Namun pintu itu digembok, perasaan was-was seakan muncul. Kanthi mencoba mengetuk pintu itu namun taka da jawaban. Ketukan Kanthi terhenti saat lirih terdengar suara wanita sedang menyinden. Nyanyiannya membuat Kanthi merasa tidak nyaman.
“Apakah ada orang di dalam????” Teriak Kanthi sembari berusaha mendobrak pintu itu.
Kanthi mencoba mengintip dari celah pintu, mata Kanthi terbelalak saat melihat sebuah bola mata melihat kearahnya.
Apa yang baru saja dia lihat? Apakah itu manusia??? Bagaimana mungkin ia berada disana? Siapa yang mengurungnya???.
Lambat laun nyanyian itu berubah menjadi suara tangisan dan tawa yang melengking.
Kanthi segera berlari meninggalkan tempat itu, dia hanya gadis kecil yang tak tahu apa-apa. Lebih baik menjauh sebelum dirinya ikut terseret kedalam ini semua. Kanthi masuk kedalam kamarnya, rasa ketakutannya tak lagi ia tahan sehingga membuatnya menangis.
Tangisan Kanthi seakan terhenti saat sesuatu menggedor-gedor jendela kamarnya. Tangan kecilnya mencoba meraih pengait jendela, menyibakkan tirai yang menutup jendela itu dengan perlahan membuaka jendela, namun tak ada apapun disana hanya rintik-rintik hujan yang mulai jatuh dari langit. Kanthi mencoba memberanikan diri untuk melihat kearah pendopo, samar-samar Kanthi melihat siluet seseorang sedang menari disana.
Tak lama tarian itu semakin menggila dan lagi-lagi siaran Lelayu terdengar dari toak surau. Kanthi segera menutup jendela kamarnya, berlari keluar kamarnya. Kanthi mencoba mencari keberadaan Nirmala, namun Kanthi tak menemukan keberadaan Nirmala.
Kanthi berlari menembus hujan, Kanthi mulai merasakan dadanya terasa nyeri dan sesak. Kanthi berusa sekuat tenaga tetap berjalan dibawah derasnya hujan.
“Eummm, aku nang endi?”(Aku ada dimana)
__ADS_1
“Mosok awakmu rak ilingan iki nang ngendi?”(Masak kamu tidak ingat kamu ada dimana?)
“Dathuk”
“Kamu ngopo udan-udanan?”(Kamu ngapain hujan-hujanan)
Kanthi mencoba mengingat kejadian sebelum dirinya tak sadarkan diri dan menceritakan semuanya ke dathuk.
“Rak usah khawatir, awakmu wes tak wenehi pelindung rak onok siji pun bangsa demit sing iso nyekel awakmu”(Tidak usah khawatir, kamu sudah kuberi pelindung gak aka nada satupun demityang bisa melukai dirimu)
“Tapi dathuk ibuk”
“Kanthi emoh dathuk, kanthi rak pengen tinggal nang omah kui”(Kanthi tidak mau dathuk, kanthi gak mau tinggal dirumah itu)
“Iki wes takdirmu sak garis karo susuk kanthil, rak ono sing iso ngebarke perkoro iki kecuali uwong koyok awakmu,lan liyane sing iso ngerontokke susuk sing ono nang jero awake Nirmala”(Ini sudah takdirmu sat ugaris dengan susuk kanthil hitam, gak ada yang bisa menyelesaikan masalah ini kecuali orang seperti dirimu, dan lainnya yang bisa meruntuhkan susuk yang ada didalam tubuh Nirmala)
"Tapi dathuk perempuan yang ada di pendopo?"
"Kamu tidak usah takut dengannya dia masih manusia sama sepertimu, dia juga nantinya akan berperan sama sepertimu"
"Apa aku perlu membebaskan nya?"
__ADS_1
"Tidak perlu, jika ibumu tau kamu akan dikurung sama sepertinya"
"Terusane aku kudu piye dathuk?"(Lalu aku harus gimana dathuk)
"Akehi berdoa kencengi sholate"(Perbanyak doa tekuni sholat)
"Nanging ibu ora ngolehi aku sholat"(Tapi ibu tidak memperbolehkan aku sholat)
"Aku sing bakal ngomong Nang ibumu"( Aku yang aku bicara pada ibumu)
📖📖📖📖
Kanthi menyirami bunga dihalaman depan. "Ternyata bunga kantil ini tak buruk, baunya pun harum pantas saja ibu sangat menyukainya"
Kanthi tidak pernah melihat Nirmala makan makanan yang sama seperti dirinya. Nirmala hanya memakan bunga kantil ini setiap harinya.
Kanthi menyisakan makanannya untuk ia berikan kepada wanita yang ada di pendopo. Kanthi mengendap-endap untuk bisa sampai ke pendopo, namun setelahnya Kanthi bingung bagaimana memberikan makanan ini kepada wanita itu.
Kanthi teringat, setiap kali sorop ia selalu melihat seseorang menari diatas pendopo ini, Kanthi meletakkan makanan itu didepan pintu pendopo dan segera kembali ke kamarnya.
Saat sorop datang, Kanthi melihat melalui jendela kamarnya. Namun Kanthi tak melihat wanita itu menari , Kanthi menajamkan pendengarannya juga tak ada siaran orang meninggal. Apa ia hanya menari saat ada orang yang meninggal saja???
__ADS_1