KANTIL IRENG NIRMALA

KANTIL IRENG NIRMALA
Part 53 : Ambune Kantil


__ADS_3

Pras tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Ada apa Pras??" Tanya Bara


Alih-alih menjawab pertanyaan Bara , Pras malah terus mengendus sembari mempercepat langkahnya.


"Pras tunggu Pras" Kanthi dan Bara berusaha menyamakan langkahnya dengan Pras.


Pras berhenti di sebuah rumah tua yang terbuat dari atap bambu.


"Rumah siapa ini Pras?" tanya Kanthi


"Jaeda" Singkat Pras menjawab dan segera menuju ke rumah itu. Seolah sudah tau akan kedatangan Pras Ki Ageng segera membuka pintu rumahnya.


"Lho wes tekan to jebule" (Lho sudah sampai rupanya)


"Dari mana kakek tau kami datang, kami saja belum mengetuk pintu?"


"Mari masuk dulu diluar dingin"Kanthi dan Bara saling pandang satu sama lain.


"Bara, Kanthi!!!!" Panggil Jaeda


"Jaeda? kamu baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja Kanthi, untung saja ada Ki Ageng yang menolongku dari kejaran makhluk keparat itu"


"Syukurlah Jaeda, aku takut kalau kamu sampai terluka"


"Bara, apa kamu juga mengkhawatirkanku?" Tanya Jaeda menggoda


"Apakah aku perlu menjawab pertanyaanmu itu, tolol jika kamu tak tau jawabannya"

__ADS_1


"Dia sangat mengkhawatirkan mu Jaeda, Bara tak henti-hentinya memikirkanmu"


Mendengar pernyataan Kanthi membuat wajah Bara memerah tersipu malu, begitu juga dengan Jaeda terukir senyum manis di bibirnya.


"Silahkan diminum, jamu ini bisa menghangatkan tubuh kalian dan juga membuat stamina kalian kembali segar"


"Tapi Ki, kenapa hanya ada tiga gelas saja bukankah kami berempat?" Tanya Kanthi yang semakin bingung


"Aku tidak minum" Jawab Pras singkat


"Tapi Pras sedari tadi kamu sama sekali tidak meminum apapun, lihatlah wajahmu sangat pucat"


"Apa kau tuli aku tidak minum seperti mu"


"Apa maksud perkataanmu Pras?? bagaimana mungkin manusia tidak minum?"


"Sudah...sudah nak Kanthi mungkin Pras belum membutuhkan nya"


"Tidak Bara, ada yang aneh dengan dia. Aku perhatikan sejak pertama kali dia datang dia tak seperti layaknya manusia biasa dia sama sekali tidak merasa kelelahan meskipun sudah berjalan jauh, selama istirahat tak ada makanan ataupun minuman yang dia minum satu lagi wajahnya pucat seperti Mayit"


Pras berdiri mendekati Kanthi, mendekatkan wajahnya ke wajah Kanthi.


"Aroma ini" Jaeda yang mata batinnya sudah dibuka oleh Ki Ageng merespon aroma tubuh Pras. Bara menahan Jaeda untuk tak mengatakan apa yang Jaeda sekarang sadari. Jaeda memandang Pras, dan merasakan merinding disekujur tubuhnya.


Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa berdiri dihadapannya seperti manusia pada umumnya.


"Pras, biarkan mereka tahu siapa kamu sebenarnya" Pras memalingkan wajahnya dari hadapan Kanthi.


"Bukankah kau sudah tau Bara jika aku bukan manusia" Mata bara terbelalak mendengar ucapan Pras. Ujung mata Pras melirik kearah Bara, meski wajahnya tak melihat kearah Bara tapi Bara tau jika tatapan mata Pras tertuju padanya.


"A-aku"

__ADS_1


"Pras bukan manusia" ucap Jaeda lirih


"Apa maksudnya bukan manusia?"


"Aku tidak tahu Kanthi yang jelas Pras bukan manusia seperti kita, Pras sudah pernah mati" Kanthi terpenganga mendengar hal itu, kenyataan yang entah mengapa membuat sebagian hati Kanthi merasa sakit dan kecewa.


"Lebih baik kalian semua beristirahat, bukankah besok kalian akan melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang akan kalian tempuh masih panjang, masih banyak hal yang harus kalian lalui dan itu tidak mudah"


Malam itu semua beristirahat, Jaeda sudah terlelap hanya Kanthi yang belum tertidur pikirannya kacau sepertinya otaknya tak bisa menerima kenyataan yang semakin lama semakin aneh untuk diterima secara akal manusia.


Kanthi memutuskan untuk keluar sekedar menghirup udara malam. Ternyata tak hanya Kanthi yang belum tidur , Pras juga.


"Ngapain? sudah malam"


"Kamu sendiri ngapain diluar?"


"Kamu sudah tahu siapa aku, mengapa kamu tidak takut padaku?"


"Kenapa aku harus takut? Pras?"


"iya"


"Apa benar yang dikatakan Jaeda tadi?"


"iya, jika semuanya sudah selesai aku akan memberitahu padamu mengapa aku masih berada disini sampai sekarang"


"emmm, baiklah"


"Sekarang kembalilah ke kamarmu, udara malam tak baik untukmu"


Tiba-tiba saja hati Kanthi menghangat mendengar ucapan Pras

__ADS_1


"Selamat malam Pras"


__ADS_2