KANTIL IRENG NIRMALA

KANTIL IRENG NIRMALA
Part 37 : Susuk Tumbal


__ADS_3

Kembalinya Nirmala menjadi momok bagi warga desa, bagaimana tidak setiap hari para pria berbondong-bondong untuk mendatangi rumah Nirmala.


"kepiya ya Bu, samben mbengi mas Mitro rak tau betah omah ambeno aku wes dandan ayu klambinan seksi blas ora dilirik" (Bagaimana ya Bu, setiap malam mas Mitro gak pernah gak betah dirumah walaupun aku udah dandan cantik pakai baju seksi gak sama sekali dilirik)


"ancenan bojomu kan ngono toh yuk"(kan memang suamimu seperti itu kan yuk)


"hihhh Bu Mar, Iki bedo masalahe mas Mitro lungo Nang omahe Mala"(hihhh Bu Mar, ini beda masalahnya mas Mitro perginya ke rumah Nirmala)


...📖📖📖📖...


"Mas Bagas kamu mau kemana to mas?"


"Duduk urusanmu"(Bukan urusanmu)


"Aku Iki bojomu lho mas"(Aku ini istrimu lho mas)


Bagas dan Sinta baru satu bulan menikah, Bagas dipindah tugas ke desa kalimati (desa Nirmala tinggal). Awal pernikahannya baik-baik saja sebelum pindah di desa ini.


Siang itu seperti biasa Sinta berada dirumah sembari menunggu suaminya pulang dari kantor.


"Tok...tokkk...tok...kulonuwun"(*ketukan pintu* permisi)


"iya , mari masuk mbak" Sinta mempersilahkan tamunya untuk masuk


"silahkan duduk mbak, aduh maaf saya yang baru pindah kesini harusnya saya yang bersilahturahmi"


"ahhh iya kebetulan saya masak banyak mbak jadi saya berkeinginan untuk berbagi, lagi pula tempo hari suami mbak sudah menolong saya"


"mas Bagas???"


"iya mbak, saya tanya tetangga katanya beliau tinggal disini"


"ngomong-ngomong mbak ini siapa namanya?"


"nama saya Nirmala"


"Sinta"


"yasudah kalau begitu mbak, saya pamit dulu"


"terimakasih ya mbak makanannya"


"mari"


...📖📖📖📖...

__ADS_1


Sinta menghidangkan beberapa menu masakan dan diantara nya makanan yang diberikan oleh Nirmala. Saat menghangatkan makanan yang diberikan Nirmala Sinta merasa mencium aroma bunga , namun Sinta menepis pikiran buruknya.


"masakanmu enak sekali dek"


"ini bukan masakanku mas, ini dari tetangga kita namanya Nirmala katanya yang pernah kamu tolong tempo hari"


"ohhhh, baik yah tetangga baru kita"


"iya mas, cantik lagi orangnya"


"kamu juga cantik dek"


"ahhh tenane mas"(ahhh yang bener mas)


Malam harinya Bagas terbangun dari tidurnya, tenggorokan nya terasa kering, Bagas melangkah ke dapur untuk mengambil minum. Bagas menuangkan air kedalam gelas dan menenggak nya . Indra penciumannya, mencium aroma bunga kantil. Bagas mengikuti aroma bunga kantil yang semakin lama semakin mendekat.


Betapa terkejutnya Bagas saat dirinya terbangun di sebelah wanita yang bukan istrinya.


"Maaf, kenapa saya bisa ada disini?"


"Loh kok kaget begitu to mas, orang semalam masnya sendiri yang datang kesini"


Mendengar hal itu Bagas mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi tadi malam, namun Bagas tak bisa mengingat apapun. Nirmala melangkah mendekati tubuh Bagas, menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Bagas. Bagas yang mencium aroma kembang kantil dari tubuh Nirmala seperti terhipnotis.


Bagas sudah masuk kedalam susuk kantil Nirmala.


"Gak dari mana-mana"


"Mas kenapa bajunya ditaro kedalam tas"


"Sudah diam"


"Mas mau pergi kemana, mas"


Bagas sudah jadi budak Nirmala, menuruti apapun yang Nirmala inginkan. Dengan mudahnya Nirmala merebut Bagas dari tangan Sinta.


"Mas Bagas awakmu tresno to Karo aku?"( Mas Bagas kamu cinta kan sama aku?)


"iya dek Mala, aku rak iso urip tanpo awakmu"(iya dek Mala, aku tidak bisa hidup tanpa kamu)


"Yen ngono pegaten bojomu mas"(Kalau begitu ceraikan istrimu mas)


"Baiklah, opo wae bakal tak lakoni kanggo awakmu dek"(Baiklah, apa saja akan aku lakukan untuk kamu dek)


Siang itu juga Bagas menjatuhkan talak kepada Sinta. Usia pernikahan mereka baru berusia 3 bulan namun Sinta harus menerima kenyataan yang pahit. Hanya demi wanita yang baru dirinya kenal Bagas tega mengkhianati janji sucinya.

__ADS_1


"Mas Bagas aku mohon mas jangan ceraikan aku"


"Aku tidak ingin menyakiti Nirmala"


"Aku ini istrimu mas sedangkan dia hanya wanita yang baru kamu kenal mas, sadar mas Bagas"


Pertengkaran mereka menarik perhatian tetangga yang hanya ingin tau, apa yang tengah terjadi antara Bagas dan Sinta. Nirmala hanya tersenyum melihat Bagas menalak istrinya bahkan Bagas tak segan berbuat kasar kepada Sinta.


"Mas aku sedang hamil anakmu mas"


Mendengar ucapan Sinta, Nirmala sangat tergiur dengan janin didalam perut Sinta.


"Aku lepaskan suamimu asal kau berikan janinmu sebagai gantinya"


"Dasar wanita tak tau diri"


Plakkk


Bagas menampar pipi Sinta, hingga Sinta jatuh kelantai.


...📖📖📖📖...


Mendengar Sinta sedang hamil Nirmala tidak jadi meminta Bagas menceraikan Sinta, namun Nirmala meminta Bagas untuk mengambil janin yang ada di dalam perut Sinta.


Tetangga yang melihat Sinta hanya dapat bersimpati tanpa bisa berbuat banyak, mereka tidak ingin berurusan dengan Nirmala.


Berganti bulan perut Sinta semakin membesar usia kandungan Sinta sudah empat bulan. Sinta mengadakan acara tasyakuran mapati(empat bulanan). Sinta mengundang para tetangga dan pak ustad untuk mendoakan bayinya. Entah apa yang terjadi tak ada satupun warga yang menghadiri tasyakuran Sinta. Hanya pak Ustad yang bersedia datang.


Sinta menceritakan semua yang terjadi dengan dirinya dan suaminya. Sejak malam itu pak Ustad membawa Sinta untuk tinggal dirumahnya. Agar bisa menjaga Sinta dan bayinya. Istri pak ustad menjerit saat melihat suaminya, berlumuran darah.


Setelah pemakaman pak ustad, Sinta kembali kerumahnya. Dia merasa bersalah atas kematian pak ustad.


Dimalam itu Bagas membawa Sinta kekuburan yang ada di sebrang desa. Tangan dan kaki Sinta diikat diatas tanah kuburan, tubuhnya ditelanjangi.


"Lepaskan aku, kalian sudah gila . Mas Bagas lepaskan aku"


Nirmala duduk bersimpuh disamping Sinta yang terus saja berteriak. Nirmala menyiramkan air yang berisi kembang kantil diatas tubuh Sinta. Nirmala merobek perut Sinta dan mengeluarkan janin yang ada di dalam tubuh Sinta. Nirmala melumuri wajah dan tubuhnya dengan darah dari tubuh Sinta dan memakan janin tersebut.


Bagas yang menyaksikan itu tiba-tiba merasa mual dan memuntahkan semua isi perutnya. Matanya terbelalak melihat istrinya mati secara mengenaskan. Sejak kejadian itu Bagas mengalami gangguan kejiwaan.


Nirmala mendapatkan apa yang dia mau, semakin hari wajahnya semakin berseri ,kecantikannya tak tertandingi. Tak ada pria yang tak jatuh hati padanya.


Pak Marno yang masih menjadi abdi setia Nirmala, diam-diam memberitahu mengenai Nirmala kepada Wahyu.


Tapi sayangnya niat pak Marno diketahui oleh Nirmala , sepulang dari rumah Wahyu mobil yang dikendarai pak Marno terlindas truk. Tubuh pak Marno hancur lebur hanya kepalanya saja yang masih utuh namun dari matanya terpancar aura kesedihan yang mendalam.

__ADS_1


(Hy semuanya maaf ya kalo kurang panjang ceritanya,,😔jujur aja aku kadang ngerasa takut ngetiknya, aku sebenarnya orangnya juga penakut hehehe see you)


__ADS_2