KANTIL IRENG NIRMALA

KANTIL IRENG NIRMALA
Part 6 : Dela


__ADS_3

“Del….delaaa…..awakmu ning endi del…..”(Del…delaaa…kamu dimana del….).


“Buk, dela dimana sih? ndak keliatan dari tadi ?”.


Bu laksmi tak menghiraukan pertanyaan nirmala, bu laksmi masih sibuk memilah-milah belanjaan yang baru saja ia beli dari pasar.


“buk, bukane mau dela melok ibuk maring pasar, kok ibuk wangsul dewean? Delane ting pundi buk”.(buk, bukannya tadi dela ikut ibuk ke pasar, kok ibuk pulang sendirian? Delanya dimana buk).


Bu laksmi masih diam tak bergeming.


“buk…ibuk mala tanya ibuk lho kenapa ndak dijawab dela mana buk?”.


Bu laksmi menghela nafas panjang, ia menarik kursi didekatkannya kursi itu ke kursi mala.


“mala, rungokke ibuk. Awakmu kudu iso nerimo kenyataan kabeh sing kuoso sing ngatur. Awake dewe ning kene ibarate mor lakon. Dela awes cerito kabeh ning ibuk, ibuk ora nyalahke mala ibuk juga ora mbelani dela. Tapi ning kene ibuk pengen mala ngerti, dela kuwi sayang banget karo mala. Dela ora duweni niatan blenjani janjine tapi mala juga ora oleh egois, dela wes ngei kesempatan kan kanggo mala? Tapi mungkin allah iseh pengen mala ning omah panti”.(mala dengerin ibuk. Kamu harus bisa nerima kenyataan semua yang kuasa yang ngatur. Kita ini diibaratkan cuma pemain. Tapi disini ibuk ingin mala ngerti, dela itu saying sekali sama mala. Dela gak punya niatan ingkar janji tapi mala juga gak boleh egois, dela sudah ngasih kesempatan buat mala kan? Tapi mungkin allah masih ingin mala dirumah panti).


Mendengar maksud dari ucapan bu laksmi mala tahu dimana dela berada. Maksud bu laksmi ngajak dela kepasar sebenarnya adalah mempertemukan dela dengan orangtua yang akan mengadopsi dela. Kebencian tertanam di hati nirmala, entah harus dengan siapa lagi nirmala percaya kalau sahabatnya sendiri mengkhianatinya.


“mala wes ngerti kan, maksud ibuk? Ibuk tak ngelanjutke masak”.


Mala kembali ke kamarnya, batin dan pikirannya terus bergelut. Pandangannya mengarah ke tempat tidur dela, mala melihat sebuah buku disana. Mala mengambil buku itu, buku itu ternyata curahan isi hati dela entah sejak kapan dela mulai menulis. Lembar demi lembar mala membaca isi buku dela, sampai mala ternganga melihat namanya disana. Bukan hanya namanya tapi anggun dan nur juga ada disana, tapi yang membuat mala tak percaya mengapa namanya dicoret-coret. Apa selama ini dela tidak benar-benar tulus menjadi temannya. Nirmala bernarasi sendiri menebak-nebak apa yang sebenarnya dela sembunyikan dari dia. Tiba-tiba foto yang terselip di buku jatuh, foto tersebut adalah foto mereka berempat( Dela, mala, anggun,nur) lagi-lagi ada hal aneh, dela mencoret-coret wajah mala.


Mala medengar bu laksmi memanggil dirinya, ia bergegas menyembunyikan bu dela di bawah bantal miliknya.

__ADS_1


“mala, awakmu lahopo?’.(mala kamu ngapain?).


“ndak ada buk”.


“ibuk jalok tulung riwangi ibuk ning pawon”.(ibu minta tolong bantuin ibuk di dapur)


“iya buk”.


“alhamdullah ibuk oleh pesenan jajan pasar rodok okeh, gak opo-opo kan mala ngiwaki ibuk”.(alhamdullah ibuk dapat pesanan jajan pasae lumayan banyak, gak apa-apa kan mala bantu ibuk).


“ndak apa-apa buk, mala seneng iso bantu ibuk. Ibuk mala boleh tanya?”.


“boleh, tapi ojo aneh-aneh takone”.(boleh tapi jangan aneh-aneh nayaknya).


“delaa ning omah panti sejak bayi, dela kan anak ….”.


“anak sopo buk”.


“wes lalikke tapi ibuk yakin suatu saat kowe kabeh bakal ketemu meneh”.(udah lupain tapi ibu yakin suatu saat kalian semua akan ketemu lagi).


“kenapa ibuk yakin, mala ndak mau ketemu dela , dela jahat”.


“DELA GAK JAHAT”. (dengan nada membentak).

__ADS_1


Mala tersentak kaget mendengar bu laksmi membentak dirinya, tangan mala gemetaran ia mengepalkan tangannya menahan air matanya. Untuk pertama kalinya ia melihat bu laksmi semarah itu. Mala yang takut berlari ke kamarnya, duduk disudut ranjang tempat tidurnya, jantungnya bedegup kencang. Ditengah ketakutannya ia membuka buku milik dela, dibalik sampul buku berwarna coklat tua tersebut terselit sebuah foto. Nirmala mengambil foto tersebut foto perempuan tengah menggendong anaknya yang masih bayi, wajah perempuan tersebut sangat familiar ya benar perempuan difoto itu adalah bu laksmi. Lalu bayi yang tengah digendong bu laksmi????


“Mala, awakmu ditunggu ibuk ning kono”.(Mala, kamu ditunggu ibu disana).


“Hahhhh….emmm iyo”.


Selangkah demi selangkah mala mencoba mendekati bu laksmi, ada persaan takut dihati mala sejak kejadian tadi.


“Enten nopo buk?”.(Ada apa buk).


“Lenggah ndok”.(Duduk nak)


Lama bu laksmi memandangi wajah nirmala, mengusap lembut pipi nirmala. Dari sorot mata bu laksmi mala bisa merasakan kesedihan dan kerinduan. Tapi apa yang membuat bu laksmi begitu sedih seakan-akan kesedihannya telah merenggut sebagian hidupnya, lalu siapa yang sebenarnya bu laksmi rindukan??? Entahlah nirmala semakin bingung dengan semua ini.


Suasana bertambah hening bu laksmi masih menatap lekat wajah nirmala, semakin lama bu laksmi menatap wajah nirmala, nirmala semakin ketakutan.


“Opo awakmu wedi karo ibuk ndok”.(apa kamu takut sama ibuk nak)


Nirmala menunduk, ia tak memili keberanian melihat wajah bu laksmi.


“Sepurane ibu ya ndok, ibu ora maksud gawe awakmu dadi wedi karo ibuk. Ibuk ora pengen awakmu duweni roso serik roso dendam mergo soko roso sing dadikke menungso kelangan nyowo”.(Maafin ibu ya nak, ibu tidak bermaksud membuat kamu jadi takut sama ibul. Ibuk gak mau kamu punya rasa benci rasa dendam karena dari rasa yang bisa bikin manusia kehilangan nyawa).


“Tatu ning kulit ijeh iso ditambani tapi yen wes nyangkut tatu ning ati iku angel tambane, ojo gampang kegudo karo pikiran-pikiran sing gawe penasaran. Ora apik, ben sing wes ditutupi ben tetep ketutup ojo sampek kebuka. Ngerti yo ndok”.(Luka di kulit masih bisa diobati tapi jika sudah menyangkut luka di hati itu susah diobati, jangan gampang tergoda sama pikiran-pikiran yang bikin penasaran. Gak baik, biar yang sudah ditutup biar tetap tertutup jangan sampe terbuka. Paham ya nak).

__ADS_1


Apa yang ketutup ???apa yang tidak boleh terbuka?? Apa maksud pembicaraan bu laksmi.


__ADS_2