Karena Allah

Karena Allah
Kekasih Kharisa.


__ADS_3

Seusainya, Azmi dan juga An keluar dari pintu restoran dengan ciri khas masing-masing. kebiasaan An yang selalu memasukkan tangannya kedalam saku celananya.


Dari kejauhan, seorang wanita cantik berpakaian feminin menatap salah satu pria itu. sunggingan senyum terukir jelas dibibir merahnya.


Wanita itu berlari dengan cepat menghampirinya. Azmi yang lebih dulu menyadari hal itu, menatap An.


Pasalnya, Azmi tak mengenal wanita itu, pikirnya mungkin saja wanita itu adalah teman atau sahabat An.


Dan An yang baru menyadari segera melengos. ia tak sudi matanya melihat wanita itu lagi. setelah ia berani menghina Ibunya.


Sementara, langkah wanita itu semakin dekat dengan pria yang ia tuju. jelas saja, setelah tak berjarak, wanita itu langsung memeluknya dari depan, tanpa rasa malu.


Pelukannya semakin dieratkan oleh wanita itu. "An, ada apa denganmu? kenapa kau tidak menjawab panggilan telepon ku?" tanyanya.


An risih dengan pelukan wanita itu. ia berusaha memberontak. mungkin karena dia seorang lelaki, jadi ia bisa melepaskan pelukan erat wanita itu.


Wanita itu terhuyung ke belakang beberapa langkah. "Kharisa, apa kau tidak malu?" ujarnya dengan suara meninggi.


Azmi yang berada diposisi itu, segera meminta pamit untuk mendahuluinya.


"Untuk apa aku malu, kau itukan sahabat ku" tuturnya, seraya mencubit gemas pipi An. pria itu semakin dibuat geram dengan tingkahnya.


Wajahnya memerah menahan emosi. ia berdecak kesal. "Apa-apaan sih"


"Dengar baik-baik Kharisa, kau bilang apa tadi, sahabat? jika kau menganggap diriku sahabat, kau tak akan menghina Ibuku di depan ku" tegasnya.


"Soal itu aku minta maaf, aku tidak bermaksud menghina tante Asma. tapi dialah yang memaksa diriku untuk angkat bicara. jadi, aku tidak bersalah" jelasnya, tak mau disalahkan.


An tersenyum memiring, ia sudah menduga wanita itu tidak akan pernah mau disalahkan. "Ya, inilah dirimu. selalu menganggap benar kesalahan mu, dan orang lain selalu salah dimatamu"


An tertawa merendahkannya. "Sudahlah Kharisa, aku sudah muak berteman dengan dirimu. jadi, enyahlah dari hidupku dan keluargaku" titahnya penuh penekanan.


Wanita itu diam tak bergeming. ia masih tak mengerti apa kesalahan dirinya?. padahal dirinya hanya angkat bicara atas apa yang Ibunya katakan.


Matanya berkeliling, mencari keberadaan An yang sudah tak ada didepannya. entah sejak kapan ia pergi dari tempat itu. padahal, dirinya hanya diam beberapa detik saja.


"Loh, dimana dia?" gumamnya.


Namun, sebuah mobil yang sangat familier, baru saja pergi. dan perlahan-lahan mobil pria itu menghilang, tertelan kejauhan.


Wanita itu membuang nafasnya kasar. dengan kedua alisnya yang hampir menyatu. "Lihat saja, aku akan menghancurkan rumah tangga mu itu" gerutunya.


"Memangnya, apa salahku?. aku hanya angkat bicara" ucapnya pada dirinya sendiri.


👁️


"Kharisa" panggil seorang pria, sambil melambaikan tangannya dengan suara sedikit meninggi.

__ADS_1


Wanita itu yang masih berdiri di tempat asalnya, langsung menoleh saat mendengar namanya di panggil.


Ia memicingkan matanya, memperjelas wajah pria itu. setelah mengetahui siapa yang memanggilnya ia tersenyum sumringah.


Seraya berlari menghampiri pria itu berdiri. sesampai di depan pria itu, keduanya langsung melempar senyuman satu sama lain.


Sembari, saling memberikan pelukan satu sama lain.


Kharisa melepaskan pelukannya. "Honey, when did you get here?" tanya Kharisa penasaran.


[Sayang, kapan kau tiba di sini?]


Ya, pria itu kekasih Kharisa dari London. keduanya menjalin hubungan cukup lama. Aaron Ryan, nama pria itu. ia sengaja tak memberi tahu Kharisa agar kedatangannya menjadi sebuah kejutan untuk kekasihnya.


"I'm sorry I didn't notify you of my arrival. because I thought, this will be a surprise for you" jelasnya.


[Aku minta maaf, karena tak memberi tahu mu soal ini. karena aku pikir, ini akan menjadi sebuah kejutan untuk mu]


Kharisa mengedikan bahunya. "No problem"


"Honey, what are you doing here?" tanya Ryan penasaran. pasalnya, ia hanya melihat Kharisa sendirian.


[Sayang, sedang apa kau di sini]


"I'm sorry, Ryan. I met my best friend when I was having fun for a walk" tuturnya terus terang.


[Aku minta maaf, Ryan. tadi aku berjumpa dengan sahabat ku, ketika aku sedang asyik jalan-jalan]


[Baiklah. apakah itu An?]


"yes"


"Wait, didn't you bring me a souvenir?"


[Tunggu, apa kau tidak membawakan aku oleh-oleh?]


"I apologize" ucapnya pasrah.


[Aku minta maaf]


"you mean? did you forget?" Kharisa kecewa dengan jawaban Ryan. "God, you're so annoying"


[Maksud kau? apa kau lupa? Astaga, kau ini menyebalkan]


"Honey, I'm sorry. I'm too happy. until I forgot to bring you souvenirs" jelasnya, sesal.


[Sayang, aku minta maaf. aku terlalu bahagia. sampai aku lupa membawakan dirimu oleh-oleh]

__ADS_1


"Ok, no preblem. I'm also happy to meet you" katanya, seraya menyunggingkan senyuman tipis. begitu juga Ryan yang merasa lega saat di maafkan oleh kekasihnya.


[Baiklah, tidak masalah. aku juga bahagia bertemu dengan dirimu]


"Honey, do you have time after this?"


[Sayang, apa kau setelah ini punya waktu?]


"No" jawab Kharisa singkat.


"okay, meet me later tonight back here. I want to tell you something important."


[*Baiklah, temui aku nanti malam di sini kembali. aku ingin mengatakan sesuatu yang penting kepada dirimu]


"Yes*"


👁️


Seorang pria menjatuhkan tubuhnya, begitu saja diatas sofa, seraya menghembuskan nafasnya kasar. lalu memijit pelipisnya. hari ini, sungguh melelahkan untuk dirinya.


Apalagi, ditambah dengan drama kharisa. yang terus saja tak mau disalahkan. ia mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan istrinya.


Namun, ia tak melihatnya disudut manapun. tenggorokannya kering membutuhkan air untuk ia minum. tumben sekali zahra tak membawakan air untuknya, padahal setiap kali ia pulang kerja, zahra langsung menyodorkan air minum untuknya.


Bugh!...


Pria itu refleks terkejut, ketika suara keras itu terdengar oleh telinganya. yang berasal dari kamar mandi, dari suaranya tampak jelas jika itu suara tubuh manusia yang terjatuh.


Ia segera berdiri, mendekati kamar mandinya. tangannya berusaha memutar gagang pintu itu, yang tampak terkunci dari dalam. ia memutar gagang pintu itu berulang-ulang.


Tangannya, mengetuk pintu itu. mungkin saja ada seseorang didalam kamar mandi itu, atau mungkin saja itu istrinya. tidak, semoga tidak. jika benar itu istrinya celakalah ia, ibunya bisa menyalahkan dirinya. karena lalai menjaga istrinya.


"Zahra, apa kau di dalam?" ujarnya, setengah panik.


namun sayangnya, tak ada jawaban dari dalam.


Karena putus asa. akhirnya ia mendobrak pintu itu, ia keluarkan semua tenaganya. ia berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membuka pintu itu.


terbuka. ia langsung masuk dengan wajah panik. matanya, mencari keberadaan asal suara itu.


Mata pria itu membulat sempurna, ketika di depan matanya berbaring tubuh istrinya itu tak berdaya. Ia melangkahkan kakinya lebar, menghampiri tubuh istrinya itu. wajahnya, semakin memucat melihat hal itu didepannya.


Seraya berjongkok disebelahnya. tangannya menggoyang-goyangkan tubuh istrinya. "Zahra, bangun" titahnya, sambil menepuk-nepuk pipi wanita itu.


Tapi, wanita itu masih tetap dalam keadaan pingsan. entah apa yang terjadi kepadanya? mungkin saja wanita itu, terpeleset atau terjatuh?.


Pun, akhirnya an menggendong tubuh istrinya ala bridal style keluar dari kamar mandi itu.

__ADS_1


Lalu, membaringkan tubuh istrinya, diatas ranjang dengan lembut. tanpa berpikir panjang, segera ia mengambil ponselnya didalam sakunya. dan menelpon seorang dokter.


Jazaakumullah khairan.❤️Like Ya!.


__ADS_2