
Seorang wanita yang mengenakan hoodie berjalan seorang diri, kebetulan cuaca saat ini sedang dingin.
Cukup lama, akhirnya ia sampai di tempat yang ia tuju. matanya menatap seorang pria yang berdiri tak jauh di depannya.
Kakinya berhenti sejenak, menatap pria itu dari kejauhan. pria itu melangkahkan kakinya mendekati wanita itu, berdiri.
Seraya saling memberikan pelukan hangat. wanita itu melepaskan pelukannya. "Honey, what do you want to say?" tanyanya penasaran.
[Sayang, apa yang ingin kau katakan?]
Pria itu membekap pipi sang kekasih. "I'm sorry. For making you come out of the house, when it's cold" ujarnya tak enak hati.
[aku minta maaf. karena membuatmu keluar rumah, saat cuaca dingin.]
Kharisa menggeleng. "No problem Honey. for me the weather today is very warm, when I was near you" katanya sedikit menggombal.
[tidak, masalah sayang. bagiku cuaca hari ini sangat hangat, ketika aku berada di dekatmu]
Ryan tersipu malu, ia mencubit hidung Kharisa, yang sangat mancung. "You naughty"
[Dasar nakal]
Kharisa menarik paksa tangan Ryan. "God damn it hurts Ryan" rintihnya. Ryan melepaskan tangannya dari hidung Kharisa.
[Astaga, sakit Ryan]
"I am sorry, Honey" sesalnya.
Kharisa mengangguk memaafkan. "Okay, no problem. "what are you trying to say?"
[Kau mau bilang apa?]
Ryan diam sejenak. entahlah ia merasa gugup sekaligus masih menyimpan keragu-raguan.
"Ryan" panggil Kharisa. pria itu seketika tersadar dari diamnya saat namanya di panggil.
"Honey, are you okay?"
Ryan mengangguk. "I am okay"
__ADS_1
Ryan mengambil tangan Kharisa dan menggenggam tangannya. "Honey, I honestly want to tell you something very important."
[Sayang, sejujurnya aku ingin mengatakan sesuatu yang penting kepada dirimu]
"Yes, say"
Ryan menatap mata Kharisa, lekat. "Will you marry me." Ryan pasrah dengan jawaban Kharisa nanti. ia begitu mantap ingin memperserius hubungannya dengan Kharisa. keduanya sudah cukup lama menjalin hubungan itu.
Kharisa menarik tangannya, ia diam sejenak. sejujurnya ia juga ingin memperserius hubungannya dengan Ryan. tetapi, sayangnya keyakinan mereka yang berbeda menjadi tembok pembatas hubungan mereka.
"I'm sorry, honey. But, what about our beliefs. there are two choices for our relationship, the first; one of us changed religion. and secondly we end this relationship."
[Maaf sayang. Tapi, bagaimana dengan keyakinan kita. ada dua pilihan untuk hubungan kita, yang pertama; salah satu dari kita pindah agama. dan kedua kita akhiri hubungan ini.]
Kharisa tidak tahu harus apa?. ia sendiri sangat mencintai Ryan. tetapi, ia juga sangat mencintai agamanya yaitu Muslim.
Ryan mengernyit bingung. "What do you mean honey?. I don't want to break up. we will find a way out" tolak Ryan mentah-mentah.
[apa maksudmu sayang?. aku tidak mau putus. kita akan cari jalan keluarnya.]
Kharisa menggeleng lemah, dengan pelupuk mata yang tampak jelas berembun. "No honey. our wall is too high"
"So, what about our relationship?. Is it going to be like this forever, I want to be with you, Honey."
[Lalu, bagaimana dengan hubungan kita?. Apakah akan seperti ini selamanya, aku ingin bersamamu Sayang]
Ya, keinginan Ryan menjumpai kekasihnya di tempat asal kelahirannya, tak lain hanya ingin melamar dan memperserius hubungannya. tetapi, perbedaan keyakinan yang membuat hubungan mereka tetap berjalan di tempat.
"So do I. than we go through a relationship that has too high a barrier. we better live each other's lives" Kharisa benar-benar pasrah, entahlah baginya sudah tidak ada lagi jalan untuk hubungannya yang memiliki tembok pembatas terlalu tinggi.
[begitu juga dengan diriku. daripada kita menjalani hubungan yang memiliki pembatas terlalu tinggi. lebih baik kita jalani hidup masing-masing.]
Akhir kata tangisannya pecah. begitu mudahnya kata itu terlontar dari lisannya, padahal seandainya jika boleh jujur ia tidak ingin memutuskan hubungannya, yang sudah lama ia jalani bersama Ryan.
Kharisa dan Ryan saat itu, saling menyukai. keduanya memutuskan untuk menjalin hubungan, meskipun dengan keyakinan yang berbeda. tetapi, meskipun demikian keduanya saling menghargai dan menghormati keyakinan mereka satu sama lain.
"I've made up my mind, honey. there is no way out for our relationship. So, it's better for us to live our own lives" ucap Kharisa pasrah. maksudnya, ia ingin memutuskan hubungannya.
[Aku sudah mengambil keputusan, sayang. tidak ada jalan keluar untuk hubungan kita. jadi, lebih baik kita jalani hidup kita masing-masing.]
__ADS_1
Bagi Kharisa tidak ada jalan untuk hubungannya, yang memiliki perbedaan keyakinan. dan, baginya menjalani hidup masing-masing adalah jawabannya.
"No!" tolaknya dengan suara meninggi. ia membekap pipi Kharisa, dengan embunan air mata yang mengalir. "No, Honey. I don't want to" air mata Ryan benar-benar mengalir deras, saat Kharisa melontarkan kata perpisahan.
[Tidak sayang, aku tidak mau]
Begitu juga dengan air mata Kharisa, yang mengalir deras. Kharisa juga tidak ingin kehilangan Ryan, tetapi ia juga tidak ingin meninggalkan agamanya.
"Yes Honey, yes. we have to separate. this is the best for our life. I love you, but I also love my religion" ucapnya meyakinkan meskipun ia sendiri masih tak bisa kehilangan cinta Ryan.
[Ya sayang, ya. kita harus berpisah. inilah yang terbaik untuk hidup kita. aku mencintaimu, tapi aku juga mencintai agamaku]
Sebenarnya, hal ini sudah Kharisa pikirkan karena ia yakin. suatu saat nanti, akan ada di mana ia harus memiliki jawaban untuk hubungannya.
"OK, I got it. However, I want to stay on good terms with you" ucapnya setuju, meskipun hatinya menolak seribu tolakan.
[Oke, aku paham. tetapi, aku ingin tetap berhubungan baik dengan dirimu]
Kharisa mengangguk mengiyakan permintaan sang kekasih yang sudah menjadi mantan kekasihnya beberapa detik yang lalu. ya, baginya inilah yang terbaik. meskipun ia sendiri tak bisa melupakan cinta Ryan.
Kata berpisah, sangatlah mudah di ucapkan. tetapi, kata melupakan sangatlah sulit.
Cintailah dulu pencipta-nya baru ciptaannya, itu definisi cinta di dalam Islam.
Allah akan mengujimu dengan sesuatu yang engkau cintai, maka janganlah engkau berlebihan dalam mencintainya, agar saat sedih engkau tidak berlebihan terhadapnya.
Bagi Kharisa, hubungannya dengan Ryan sudah tak bisa di pertahankan lagi. mengapa? karena tembok pembatas mereka terlalu tinggi.
Seseorang berkata cinta sepihak itu sangatlah menyakitkan, tetapi cinta yang memiliki perbedaan keyakinan jauh lebih menyakitkan.
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ .
Bagimu Agamamu, bagiku agamaku.
Q.Surat Al-kafirun.
Pesan dalam Surat Al-Kafirun. mengajarkan kepada umat Muslim untuk bertoleransi kepada agama lainnya. Namun dilarang untuk mencampuradukkan antara ibadah kita dengan ibadah agama lainnya.
Jazakumullah Khairan.❤️Like Ya!.
__ADS_1