Kata Sandi

Kata Sandi
11


__ADS_3

-------------- POV Author


Maaf baru bisa update lagi dikarenakan sesuatu hal πŸ™. Sebelumnya berhubung hari ini tanggal 22 Maret 2023 dan besok tanggal 23 Maret 2023 adalah hari pertama kaum muslimin menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan, dengan segala kerendahan hati, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila di dalam cerita novel ini terdapat nama atau tokoh yang kemungkinan mirip atau bahkan sama karena nama-nama beserta para tokoh adalah pure dari imajinasi saya. Kemudian untuk beberapa kalimat yang mungkin tidak sesuai dengan arti, saya mohon maaf atas segala kekurangan saya karena saya adalah penulis pemula, yang awalnya hanya ingin menulis cerita pendek, namun karena suatu kesalahan ternyata saya malah masuk ke cerita novel, jadi ya beginilah πŸ˜… bermula dari sedikit ide namun sekarang dengan judul yang terdiri dari dua kata harus bisa menjadi sebuah novel dengan banyak bab atau episodenya.


Semoga kelanjutan dari beberapa episode nanti tidak membosankan dan bisa terus membuat para pembaca ikut menebak, paling tidak dari tebakan saudara sekalian justru bisa membantu saya dalam mengembangkan isi dari novel "Kata Sandi".


Dan yang terakhir saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa di bulan ramadhan, bulan penuh berkah, semoga kita semua bisa menjalankan ibadah puasa dengan kesehatan yang prima sehingga bisa mendapatkan berkahnya ramadhan 🀲 aamiin allahuma aamiin.


------------ POV Off


Setelah mandi dan berwudlu, aku sempatkan sholat sunnah 2 rakaat. Meskipun masih esde kelas 5, aku sudah bisa dan hafal niat beserta bacaan sholat, serta paham benar akan waktu sholat.

__ADS_1


Bapak sudah mendidik dan mengajarkan aku tentang sholat saat aku masih di kelas 1. Aku ingat betul waktu itu kurang beberapa bulan sebelum usiaku genap 7 tahun. Bapak selalu sabar mengajak dan mengajarkan tata cara sholat, bagaimana cara mandi dan berwudlu, bahkan saat aku sakitpun juga tetap dengan sabar bapak juga nengajari aku bagaimana cara sholat dengan duduk atau dengan berbaring. Bapak selalu berpesan "Sholat adalah tiang agama, jangan pernah meninggalkan sholat apapun itu alasan kamu dengan berbagai kondisi atau keadaanmu. Ibarat kamu tidak pernah lupa kapan kamu harus menghirup dan mengeluarkan udara (bernafas)." itulah pesan bapak setiap kali bahkan ketika aku dulu sering mencari alasan agar tidak sholat karena malas.


Saking nakalnya aku dulu jadi bapak dan emak sering menakut-nakuti dengan ancaman mau memukulku, "Irwaaaann... ayo nak sholat dulu, Yen ra gelem bapak geblek (pukul pantat) lo"


Belum lagi kalo emak yang bilang "Paaaak, ki loo anak e nyuwun di geblek, ra gelem adus"


Akhirnya kata yang sama dan sering diucapkan berulang jadilah nama panggilan kesayangan, aneh juga entah mengapa aku gak pernah malu dipanggil geblek.


"Haaaahhh??? Sunaaaaattt?" ucapku keras sambil reflek memegang anu, jelas saja aku kaget lah, meskipun masih belum genap 7 tahun aku juga tau apa itu sunat. Takut? Ya pastinya takuuuttt, apalagi pasti sakit, trus kalo ilang gimana?


Bapak dan emak berusaha membujuk aku dan menjelaskan betapa penting dan wajibnya bagi seorang laki-laki untuk sunat, apalagi usiaku akan genap 7 tahun, usia baligh bagi laki-laki.

__ADS_1


Banyak penjelasan dari bapak, juga iming-iming dari emak, nanti kalau aku mau disunat nanti akan dibelikan ini itu dan lain sebagainya, belum lagi nanti dapat sangu yang banyak dari mbahTi dan mbahKung, banyak keluarga yang datang ikut meramaikan disini.


Akhirnya kesepakatan mau disunat pun diperoleh. Dan memang benar begitulah adanya, apa yang diiming-imingkan emak mulai aku dapatkan.


Pagi-pagi sekali emak sudah memasak ayam opor dan ayam lodho beserta lontongnya. Baunya masih terasa sampai sekarang, karena masakan itu adalah masakan yang paling aku suka.


Bedanya apa opor dengan lodho? Entahlah, yang ku tahu kalau opor itu nggak pedas tapi kalau lodho itu pedas. Aku suka semuanya πŸ˜‹.


Setelah menjalankan rutinitas pagi hari dan sarapan, aku bersama emak dan bapak pergi ke balaidesa, yang ternyata disana sudah ramai dengan orang-orang, aku juga melihat banyak anak-anak seusiaku juga hadir disana dengan wajah cemas.


Karena sudah sarapan dan teringat akan hadiah yang akan aku peroleh setelah disunat, akupun tak begitu memikirkan seperti apa sunat itu, sampai saat tiba giliranku, terdengar namaku di panggil "Irwan Gunturan"

__ADS_1


Tanganku mulai berkeringat... deg deg deg... rasanya kakiku lemas dan ...


__ADS_2