Kata Sandi

Kata Sandi
21


__ADS_3

Hari ini seluruh siswa dan siswi dari kelas 1 sampai dengan kelas 5 sedang menghadapi ujian kenaikan kelas.


Suasana sekolah nampak hening, namun berbanding terbalik dengan suasana di dalam rumah Irwan.


Beberapa saat yang lalu, tepatnya di dalam kamar emak terdengar suara emak yang keras saat beristighfar. "Astaghfirullah... astagfirullah... bapaaaaakk..."


Bapak yang saat itu masih duduk di teras sedang menikmati sinar matahari pagi langsung segera masuk ke dalam sumber suara dengan setengah berlari. "Ada apa bu?" tanya bapak saat sudah menemukan emak di dalam kamar.


"Ini loh pak, astaghfirullaaaah..." istighfar emak lagi


"Iya, ada apa?"


Emak menunjukkan benda pipih berbentuk persegi panjang berwarna merah muda. "Ini hapenya Santi, pak! Ternyata selama ini emak yang bawa, bukan Geblek πŸ€¦β€β™€οΈ." Ucap emak sambil menepuk jidatnya.


"Irwan mak, nama anak kita itu Irwan, jangan dipanggil geblek lagi."


"Eh iya, maaf pak, emak sudah terbiasa soalnya. Padahal sudah janji gak bakal manggil Irwan geblek lagi. Maaf emak khilaf. "

__ADS_1


"Ya sudah, diusahakan jangan diulang lagi ya mak. Kan kita sendiri juga sudah dengar bagaimana do'a putra semata wayang kita. Irwan ingin berubah jadi pribadi yang lebih baik."


"Sekarang coba emak ingat-ingat, kenapa hape Santi bisa dibawa emak?"


Hemmm...


Emak pun mengingat-ingat kejadian waktu itu. Waktu dan tempat ketika emak pulang ke rumah dan melihat putranya yang paling ganteng sedang serius menulis sesuatu, hingga panggilan dia tak terhiraukan oleh puteranya itu.


Setelah ditelusuri bagaimana jejak ceritanya, ternyata saat itu saking jengkelnya emak dengan geblek yang memang pola pikirnya kadang terlalu yaaa... begitulah, padahal emak yakin sebenarnya puteranya itu anak yang cerdas dan pintar, namun lebih sering terlalu pintar jadi yang terpikir berada di luar konteks pada umumnya.


Pada akhirnya emak mengambil hape adiknya itu agar selamat dari perbuatan Irwan yang terkesan sok tau dan super ngeyel. Coba bayangkan kalau hapenya tidak segera emak ambil, bisa bisa jadi anu dan daripada daripada jadi anu beneran ya lebih baik emak ambil.


"Trus gimana nih pak? Emak jadi bersalah banget ini sama geb.. Irwan, juga sama Santi."


Bapak tidak langsung menjawab pertanyaan emak, Bapak hanya menghela nafas dalam.


"Ya sudah, kita antar hapenya dulu ke Santi. Semoga dia nggak terburu-buru membeli hape baru, dan pastinya emak juga harus segera minta maaf ke Santi juga ke Irwan."

__ADS_1


"Baik pak, emak siap-siap dulu ya, beresin dapur dulu, tadi ada masak jangan lombok, sekalian bisa buat oleh-oleh bapak dan ibu."


"Iya, bapak juga mau mandi lagi biar seger."


Sebelum mandi, bapak membobol tanaman lompong, kemudian mengambil batang dan buah dari tanaman tersebut, mencuci mereka hingga bersih dan menyimpan ke dalam besek.


Setelah mandi dan bersiap-siap, bapak tak lupa menyerahkan batang dan buah dari tanaman lompong yang sudah dicuci bersih tadi.


"Ini dibawa juga bu, batangnya bisa dibuat oseng-oseng , dan buahnya biasanya sama ibu diiris tipis-tipis dijadikan keripik tales."


"Alhamdulillah terimakasih ya pak, untung bapak ingat kalau ibu dan bapak suka sekali itu."


"Ayok berangkat, keburu siang."


"Hapenya jangan lupa dibawa bu?"


"Sudah pak, sudah ibu bawa, terimakasih bapak sudah mengingatkan lagi hehehe... hampir saja ibu lupa tadi."

__ADS_1


......................


__ADS_2