Kata Sandi

Kata Sandi
18


__ADS_3

ngiiiiik... ngiiiik...


begitulah kira-kira suara nafas Warti saat ini, dia terlihat menepuk-nepuk dadanya dan sesekali terbatuk.


buk.. buk.. buk.. uhukk.. ngiiiik... ngiiiik


Tanpa sadar aku langsung memegang telapak tangan Warti


"War, coba lihat aku. Tarik nafaaaaasss pelan.. pelan.. tarik terus sampe mentok lalu hembuskan... huuuufff.., bisa kan ayok sama-sama, tarik nafaaaas... tahan, hembuskan lewat mulut pelan-pelan... huuuufff. Sekali lagi ya?"


Warti mencoba olah nafas yang ku ajar kan, dan pelan-pelan raut wajahnya sudah normal.


"Kamu sering kek gini War? Kesulitan nafas gitu?" tanyaku ke Warti yang masih terus mencoba tarik dan hembuskan nafas. Sementara Warti hanya mengangguk lemah, mewakili jawabannya.


"Mulai besok, setelah sholat subuh kita jalan-jalan yuk, lari pagi, biar kamu kuat. Apakah kakakmu Warta juga sama seperti kamu?" tanyaku lagi, dan terlihat mata Warti seakan kaget dengan ajakanku, lalu dia mengangguk dan mengendikkan bahunya.


"Oke, nanti aku main ke rumahmu ya, aku mau ijin ke mama kamu, mau ajak kamu olahraga tiap hari lepas sholat subuh. Kalau bisa bersama Warta sekalian."


Lagi-lagi Warti hanya mengangguk saja, namun sekilas seperti menautkan kedua alisnya seakan tidak setuju, entah apa yang tidak diinginkan oleh Warti.


"Gimana? Sudah mendingan?"


"iya, alhamdulillah, makasih mas"


"Ayok aku amtar pulang, sekalian minta ijin"

__ADS_1


Aku menutup pintu rumah lalu berjalan disamping Warti menuju ke rumahnya, setelah sampai disana kebetulan ada mamanya Warti dan akupun langsung meminta ijin pada beliau atas apa yang telah aku rencanakan dengan Warti.


Mamanya Warti menyambut baik rencana ku, lalu memanggil Warta agar ikut serta dalam perbincangan kami.


Akhirnya kami sepakat olahraga pagi setelah sholat subuh dimulai esok hari.


Aku pun berpamitan pulang karena hari sudah semakin siang, namun mamanya Warti memintaku agar makan siang bersama, namun aku menolak dengan halus karena ingin segera pulang, takut nanti dicari emak dan bapak, karena aku pergi tadi belum berpamitan pada mereka.


Akhirnya mamanya Warti memberikan rantang yang berisi lauk ayam goreng, meskipun rantang itu tertutup dengan daun pisang namun baunya sukses membuat cacing di perutku dangdutan.


Aku pun segera pulang dan tak lupa berpamitan kembali dan mencium tangan mamanya Warti lalu bersalaman dengan Warti dan Warta.


Begitu sampai di rumah, pintu depan rumah sudah terbuka, menunjukkan bahwa bapak dan emak sudah pulang dari sawah, aku pun mempercepat langkahku.


"Assalamu'alaikum pak, emak." salamku saat akan memasuki rumah


"Emak, aku tadi habis antar Warti pulang, lalu diberi ini sama mamanya Warti. " ucapku saat di dapur, ku berikan rantang itu pada emak.


"Alhamdulillah, sudah bilang terimakasih nak?"


"Sudah mak, tadi sebenarnya Irwan mau diajak makan siang bersama, tapi Irwan ingat tadi keluar rumah belum pamitan sama emak dan bapak jadi Irwan tolak."


"Kok tumben kamu antar Warti pulang?"


"Iya, tadi Warti sesak nafas nya kambuh, takut ada apa-apa jadinya Irwan antar pulang, sekalian ijin ke mamanya kalo Irwan mau ajak Warti juga Warta olahraga pagi setelah sholat subuh"

__ADS_1


"Lalu?"


"Ya jelas setuju lah, mamanya Warti itu dah sering minta Warta dan Warti olahraga tapi mereka gak mau, banyak alasan katanya. Jadi pas banget kalo Irwan ngajak mereka."


"Apa Warta dan Warti sama-sama punya sakit asma?" tanya bapak tiba-tiba saat memasuki dapur


"Asma itu apa pak?" tanyaku penasaran


"Asma itu ya sesak nafas itu nak, Asma itu penyakit turun temurun dari keluarga, jadi gak menular, dan biasanya penyakit bawaan seperti itu susah sembuhnya, tapi masih bisa dikontrol biar gak sering kambuh" jelas bapak


"Besok bapak temenin kalian olahraga juga, biar kalian gak cuma jalan-jalan muter-muter kampung saja tapi juga ada gerakan senam untuk menguatkan otot pernafasan,"


"Alhamdulillah, nanti emak juga ikut ya, tapi emak sampai di depan pos kampung sekalian belanja dele, dah habis kacang dan dele nya, mau emak buatkan kemlanding."


Kemlanding itu sejenis tempe yang dibuat tipis, lebih tipis dari tempe mendoan. Paling enak dimasak dengan jangan lombok.


Jangan lombok, itu sejenis sayur bersantan yang didalamnya terdapat banyak irisan cabe hijau juga rawit. Jika ditambah kemlanding dan irisan tahu hemmmm luar biasa enak rasanya.


.


.


Aku, emak, dan bapak makan siang bersama dengan lauk istimewa, rezeki yang datang tak terduga darimana datangnya.


Alhamdulillah

__ADS_1


......................


__ADS_2