
"Laaaaahhh" Kata bulek bersamaan denganku saat melihat emak membawa mangkuk bakso
"Ya ampun mbak? jadi beneran makan bakso??" Kata bulek menggeleng-gelengkan kepala
"iya lah, gara-gara Kata sandi daripada bikin kesel mending makan bakso, kalau mau pesen sendiri sana pak mat masih nunggu di depan" ucap emak sambil memasukkan sambal, saos dan kecap
pak mat itu penjual bakso gerobak keliling, yang sering banget mangkal (berhenti lama) di depan gerbang SD, ralat, di samping gerbang maksudnya.
Aku langsung mengajak bulek santi ke depan untuk memesan bakso, dan seperti biasa aku yang selalu hafal dengan kebiasaan di rumah ini jadi tak perlu bertanya lagi apakah bapak juga mau bakso apa tidak, yang pasti ya tentunya mau lah π
POV author dan irwan
(author: aku juga mau loh wan, masa iya othornya gak kamu belikan π
__ADS_1
irwan: lah othor kan bagian nulis aja, kalau ikutan makan bakso tar gak kelar-kelar novelnya π€£π€£ kabuuurπππ)
POV off
"Pak mat, bakso seperti biasa ya pentol 2 tahu 4 gorengan 6 yang banyak mi dan kuahnya.. lalu buat bulek biar pesan sendiri" pesanku pada pak mat penjual bakso
"oke bos" jawab pak mat langsung mengambil mangkuk dan membuatkan pesanan bakso buatku, sementara bulek santi juga ikut mengambil mangkuk dan garpu lalu mengambil beberapa pentol, tahu, somay dan gorengan, hingga mangkuknya terisi penuh menggunung lalu tak lupa menambahkan 3 sendok sambal tanpa saos dan kecap (tumben gak pake saos dan kecap batin aku)
"Pak mat, ini kuahnya 1 cintung aja ya, porsi biasanya" ucap bulek ke pak mat sambil memberikan uang lembaran berwarna ungu, "ini baksoku ya pak" Kata bulek lagi, lalu membawa masuk ke dalam rumahku, tak lama aku berpapasan dengan bulek santi saat akan masuk ke rumah, lalu ku lihat bulek santi ke bakso pak mat lagi, entahlah mungkin bulek mau nambah gorengan lagi
aku lalu menuju rak piring mengambil piring dan garpu, kemudian meletakkan piring dan garpu disamping mangkuk bakso bapak
Bapak menaruh beberapa gorengan di piring dan mengambil 2 tahu, lalu bulek santi datang membawa mangkuk berisi saos, kecap dan sambal.. (astagaaaaa sambalnyaaaa π€¦ββοΈ kasihan pak mat bisa bangkrut kalau bulek santi yang beli π€£π€£)
__ADS_1
Bulek santi terlihat mengaduk-aduk mangkuk berisi saos sambal dan kecap tadi lalu mencelupkan gorengan ke mangkuk sambal dan hap.. krauk krauk krauk.. hussss.. haaaahhh...
begitulah suara yang mengisi keheningan di dapur, kami ber-empat menikmati bakso dan saos sambal racikan bulek santi
"Pak, baksonya tadi belum di bayar loh, punya bulek santi aja yang sudah dibayar sama bulek" ucapku disela-sela makanku
"Sudah, emak tadi sudah bayar baksonya, kamu pesan bakso seperti biasanya kan?" jawab emak sambil bertanya padaku
aku menganggukkan kepala lalu menyendok mi su'un dan memakannya
sruuuppp ahhh kuah bakso pak mat memang enak, pas dimakan sore-sore, lalu aku beranjak menuju ke ruang tamu mengambil gelas teh yang masih tersisa, ku letakkan masing-masing gelas sesuai pemiliknya
lalu aku menuju gentong air minum, dan mengisi teko dengan air minum yang ada di gentong yang terbuat dari tanah liat, aku mengambil gelas lalu meletakkan mereka di meja menuangkan air minum ke gelas lalu meminumnya sampai habis
__ADS_1
ku lihat emak dan bulek santi juga meminum habis teh nya
aku mengantarkan kembali 3 mangkuk bakso yang sudah habis bersih ta bersisa, setetes kuah pun tak ada, juga mangkuk berisi saos sambal juga sudah bersih, memang emak dan bulek santi jagonya makan sambal