
"Naaahhh... emak kan bilang klo bukan sandi temanku dan juga bukan om sandi, berarti ya sandi anak bu joko yang masih bayi itu kan? Kalau bukan, sandi yang mana lagi maaakk??" protesku
"Buwahahaha... irwaaaan kamu itu ya.. buwahahaha... aduh akit perut bulek wan" ucap bulek santi tertawa terbahak-bahak
Aku hanya bisa melongo, karena memang masih belum ngerti mengapa dan bagaimana? aku salah dimana? dan kenapa?
Aku melirik bapak, bapak juga cuma mengendikkan bahunya lagi sambil tersenyum, lalu emak hanya bisa menepuk dahinya pelan π€¦ββοΈ "Haisshhh" desah emak
"Kamu masih belum paham ya nak?" tanya emak menatapku melihat ke mataku sampai terasa tembus ke jantung, aku pasrah hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, takut nanti emak marah lagi kalau aku jawab
"Jelasin nduk, mbak bingung mau jelasin kek gimana juga, si geblek itu otaknya terlalu encer jadi mikirnya kejauhan" ucap emak kepada bulek santi
"Gimana bisa jelasin nya kan hapenya gak ada, ya bakal susah" jawab bulek
"sek dilut... (tunggu sebentar...)" ucap emak tiba-tiba berdiri dan pergi menuju ke kamarnya
Entah apa yang akan dilakukan oleh emak, aku juga merasa semakin cemas
"Oh iya, bapak tadi kan janji sama geblek mau beritahu kenapa emak kok marah sama geblek tadi gara-gara sandi?" tanyaku polos pada bapak
bapak hanya menghembuskan nafas agak lama sebelum akhirnya berbicara
__ADS_1
"Begini lo nak, kata sandi itu nama lain dari kata kunci..."
"Haaa?? kunci bisa ngomong? kucing kali yang bisa ngeong pak" sela ku saat dengar bapak bilang kata kunci
gimana gak langsung menyela kan gemes emang ada kunci yang bisa ngomong, mungkin bapak dah ketularan emak nih kalo bilang jadi ada salah kata-katanya
"aduh duh aduh... sakit paaaakk, kok dijewer sih ini telinganya keturunan orang pintar loh pak, pak presiden aja telinganya kek geblek telinga besar, bukan gajah loh beda lagi itu, kalo gajah kebesaran gak cocok jadi presiden" ucapku gak terima karena tiba-tiba dijewer sama bapak
"Mangkane talah, dirungokne dhisik, ojo kesusu diselat wae
(maka dari itu, didengarkan dulu, jangan terburu menyela)" ucap bapak
"Digembok pak?" sela ku lagi
"mulut diem dulu napa seh? kan bapak belum selesai jelaskannya" ucap bapak agak sewot
"π maaf" jawabku
"yang Digembok itu hapenya, jadi tidak semua orang bisa membuka hape, perlu kata sandi atau kata kunci atau password"
"jadi bukan kata dari apa yang dikatakan oleh sandi atau orang yang bernama sandi" begitulah terang bapakku, aku pun mengangguk-anggukkan kepala
__ADS_1
"sudah paham belum wan?" tanya bulek santi
"π belum " kataku akhirnya
Haisshhh... ucap bapak dan bulek bersama-sama sambil menepuk dahinya π€¦ββοΈπ€¦ββοΈ
"angel wes... angel..." ucap bulek menirukan bahasa gaul yang sering terdengar di radio
angel wes.. angel tenan tuturanmu...
(susah.. susah bener untuk dididik...)
"yo mangap gais...π¬" jawabku sambil nyengir lagi
lalu tiba-tiba emak muncul lagi dan duduk disamping bulek santi sambil menunjukkan sesuatu..
"koyok ngene lo..." ucap emak tiba-tiba...
bulek santi dan aku langsung spontan bilang kata-kata yang sama sambil menunjuk apa yang dibawa emak
"Laaaaahh..."
__ADS_1