Kata Sandi

Kata Sandi
24


__ADS_3

Tak terasa para tamu sudah banyak yang datang.


Sebenarnya sih bukan tamu karena yang datang hanya saudara dan kerabat.


Aku masih bertanya-tanya dalam hati ada apa ini kok tumben banyak sodara yang berkunjung ke rumah, kalau diingat sih ini bukan hari lahir aku, juga bukan hari lahir emak atau bapak, trus juga aku baru aja ulangan dapat 1 hari gak mungkin kan kalau emak bikin hajatan (pikirku panjang kali lebar, sampai ta terasa jika bulek Santi sudah memanggil-manggilku namun aku masih hanyut dalam pikiran yang menebak kondisi saat ini yang tidak ada dalam catatan BMKG)


Uhh.. uhh.. (aku pun tersadar dari lamunanku saat hidungku dicubit oleh seseorang hingga aku kesulitan bernafas)


"Bulek ihh, hidung Irwan kalau mancung kek pinokio gimana?? Tambah cakep dan viral dong aku."


"Idihhh ge er banget sih kamu, baru juga hidung dipencet dah ngarep arep jadi viral. Mikirin apa sih kok dari tadi dipanggil, ditanya diam aja?


Tuh kasihan Om Sandi tuh dari tadi ngajak kamu salamantapi dianggurin"


Aku pun menoleh ke samping, dan benar saja om Sandi sudah duduk di samping kanan ku, :Kok bisa? Kapan datangnya ya?


"Laaaaahhh ni anak, bukannya minta jajan malah tanya kapan datangnya."

__ADS_1


"Ha? Kok minta jajan bulek?" tanyaku lagi agak ngebleng


"Trus minta apa loh yang bener?"


"Minta sangunya om, hehehe... salim sek ben akeh sangu ne"


Hahahaha... semua yang ada disana akhirnya tertawa karena banyolanku.


Aku mencium tangan om Sandi, lalu meminta maaf pada beliau karena tadi beneran tidak tau jika om Sandi sudah datang dan sempat mengajakku bicara.


. . .


Bapak memimpin do'a bersama-sama, kemudian lanjut untuk makan bersama-sama.


Setelah semua sudah selesai makan, kemudian bapak menyampaikan pada kami semua jika ada yang ingin diutarakan oleh ibunya Irwan alias mbak Sari kepada kami semua terutama kepada Irwan anak semata wayang yang paling ganteng dan luar biasa shalehnya.


Ehhh... kata-kata terakhir bapak bikin wajahku merona.. hmm anggep aja kelihatan merona ya gais meskipun kulit wajahku eksptik seperti sawo bosok coklat kehitam-hitaman 😁, entah apakah bisa terlihat itu wajah merona apa wajah makin bunyek seperti sawo yang bener-bener bosok aku juga gak tau kan gak bawa cermin jadi gak bisa ngaca hehe..

__ADS_1


Ditengah-tengah angan yang melambung tinggi sambil senyum malu-malu. Aku mendengar emak mulai berbicara lalu mengucapkan salam terlebih dahulu.


"Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, alhamdulillah maturnuwun rawuhipun para sedulur ugi para sepuh ingkang kulo hormati...."


Emak berbicara menggunakan bahasa Jawa yang lumayan haluuus banget kromo nya, aku sendiri juga masih belum bisa keselurahannya tau apa saja yang dibicarakan, tapi aku tau apa yang dimaksudkan.


Setidaknya emak bilang jika emak berterimakasih atas kedatangan semua saudara juga mbahkung mbahTi sebagai para sepuh, sepuh itu yang ditua kan.


Emak juga minta maaf kepada bulek Santi juga kepada Irwan... loh kok ke aku sih mak?


Emak menceritakan tentang hape bulek yang hilang sudah hampir satu minggu di rumah kami, saat itu aku kembali sedih dan merasa takut jika nanti akan dimarahi oleh semua keluarga besar.


Namun tak disangka justru emak minta maaf sama aku, karena ternyata hape bulek sudah aman disimpan oleh emak namun emak sendiri juga lupa jika sudah menyimpan hape itu.


Laaaaahhh?? mulutku sampe terbuka lebar, melongo atas penjelasan emak...


Lalu aku melihat gerak tangan bapak mengarah ke mulutnya yang tadinya terbuka lalu didorong tangannya hingga tertutup. Saat itu pula tanpa sadar aku juga menutup kembali mulutku. Kemudian bapak tersenyum dan memberikan jempolnya naik ke atas.

__ADS_1


Aku menggaruk kepalaku sambil nyengir πŸ˜… baru sadar jika aku tadi melongo sampe lupa nutup mulut kembali.


__ADS_2