
Alhamdulillah aku lulus π₯°
Tak terasa aku sudah bisa berubah menjadi pribadi yang baik selama 1 tahun ini, terbukti dari nama Geblek yang sudah tak pernah diucapkan oleh orang lain, baik di keluarga maupun di sekolah dan di seluruh kampung ini.
Memang sih aku akui jika dulu aku memang sangat nakal, suka usil dan selalu mencoba kata-kata baru yang aku dengar dari radio.
Dan yang bikin aku cepat terkenal itu ya pastinya bahasa inggris yang sering kuucapkan tidak sesuai dengan pengucapannya.
Contoh kecil aja Morning, tapi aku bilang Marning.
Rambutku yang selalu semrawut jadi tren kebanggaan tersendiri buat ku, padahal aslinya bukan tren tapi malas saja menyisir rambut pake sisir, cukup menyugar rambut dengan kelima jari kanan dan kiri secara bergantian, seperti iklan shampo yang bebas ketombe.
Belum lagi aku hampir setiap hari begitu mata melek langsung cepat cepat ganti baju seragam dan lari menuju sekolah, karena bel tanda masuk sekolah sudah dimulai.
Aku juga sering pake sendal ke sekolah, toh memang ketika masuk kelas semua jenis sepatu harus di lepas dan disimpan di rak sepatu. Jadi menurutku mending langsung gak pake sepatu saja kan lebih mudah dan mempersingkat waktu.
Saat jam istirahat pun aku sering pulang untuk makan atau minum, bahkan malah sering ketiduran, karena aku paling doyan tidur.
Dan parahnya yang jemput pasti pak yanto, karyawan sekolah yang sudah pasti hafal tabiatku.
Meskipun nakal tapi aku termasuk murid yang penuh percaya diri, berani tampil di setiap lomba yang diadakan oleh sekolah, bahkan lomba cerdas cermat pin aku selalu minta ikut, meskipun nanti aku cuma jadi tim cadangan sebagai pelengkap dan penggembira.
Dulu aku juga terkenal sebagai anak panggilan... maksudnya dipanggil orang sana sini untuk diminta bantu ini itu. Dan aku tak pernah menolak permintaan mereka, karena memang aku suka membantu lalu biasanya pulang dengan membawa minimal satu kresek hasil yang aku kerjakan.
Paling senang itu jika diminta bantu menguras tambak juragan pi'i ehm Pak Syafi'i maksudnya. Meskipun lelah tapi senang saat pulang sambil membawa hampir 2 kilo ikan segar karena masih hidup.
Aku juga sering main ke sawah bantu emak mulung kreco.
Hayo para readers ada yang tau gak apa itu kreco??
Kreco termasuk salah satu hama, hewan pengganggu yang memakan tanaman di sawah. Ada yang bilang dia kol, keong mas, siput, bekicot. Tapi yang lebih tepatnya sih dia disebut keong mas, karena ada ceritanya tentang keong mas di buku-buku cerita.
Jika banyak kreco yang terkumpul biasanya nanti dimasak emak lalu dibungkus di plastik ukuran 1/4 dan nantinya dibagi-bagikan ke tetangga.
Jika ada tetangga yang baik hati biasanya kreconya diganti dengan 1 bungkus mi instan, telor, sayuran dan bahkan ada yang bertanya dulu barang apa saja yang sudah ku dapat. Jadi nanti beliaunya berikan barang yang tidak sama.
__ADS_1
Alhamdulillah meskipun aku termasuk keluarga miskin namun rezeki itu masih ada, apa lagi jika kita mau saling berbagi.
Dulu pernah juga ada yang minta dibantu buat anyaman kipas sate, kipas yang dari anyaman bambu. Sedikit susah tapi karena aku yang suka menolong jadi ya kulakoni saja semua. Setelah garapan rampung semua aku malah diberi uang.
Alhamdulillah bantuin bikin anyaman seminggu aku dapat uang dua puluh ribu.
Ahh tapi sekarang Pak Dani yang punya home industri kipas sate itu sudah pindah ke kota. Jadi rindu bisa dapat uang lagi π
.
.
"Wan.. wan.. Irwaaaan, ihh kesambet nih bocah!
Wan, itu buruan ditarik pancingnya keburu lepas ikannya"
Aku jadi kaget ketika ada seseorang yang merebut sesuatu yang ku pegang.
Klepak klepak klepak..
"Wuihh mantap Wan, Nila e guwedhe" seru cak Doni
"Dih nih bocah masih ndomblong ternyata! woeyyy bangun bangun sahur!! cak Doni menepuk-nepuk pipi aku
"Noh pancingmu dapet ikan nila, kok bisa sih orang mancing kok ditinggal nglamun" tunjuk cak Doni pada ikan nila yang terlihat megap megap dan di mulutnya masih tersangkut kail ikan.
"Iya cak, woles gituloh "
Aku langsung mengambil ikan nila tersebut dan melepaskan kail yang tersangkut di mulutnya lalu memasukkan ikan ke dalam ember.
"Makasih ya cak, untung tadi cak Doni segera angkat pancing aku hehehe " kataku sambil terkekeh kecil
"Wes sadar tah?? Kamu nglamun mikir opo? Koyok uwong ae pake mikir barang"
(Sudah sadar ya?? Kamu melamun memikirkan apa? Seperti orang saja yang bisa mikir)
__ADS_1
"Laaaaahhh, jelas uwong lah iki, piyeeee piye! Aku itu gak mikir cak, cuman inget masa lalu aja, dulu aku gak pernah mancing di pemancingan ikan kek gini tapi aku nyerok ikan, bantuin juragan pi'i nguras tambak. Jadi nostalgia gitu loh"
"Heemmm gayamu Wan nostalgia. Toh nguras tambak juga aku ikut disana" ucap cak Doni sambil bersiap mengangkat pancingnya ketika melihat mata kailnya seperti akan dimakan ikan.
"Wohooo oleh maneh c**k, oleh telu iki aku"
"Laaaaahhh, mbok ya nyebut kalo dapat mosok malah mesuh mesuh π€¦"
"Sori kilap "
"Khilaf cak, bukan kilap π€¦. Lagian khilaf kok sering banget, gak takut ntar pulang dari sini langsung dijemput gusti Allah "
"Hansip iki malah nyumpahin aku mati" cak Doni marah sambil menoyor kepalaku
"Issshh gak nyumpah lah cak, aku ini cuman mengingatkan. Selagi kita masih hidup itu jika bisa selalu menjaga lisannya. Ingat dengan berdzikir, jadi kalaupun latah juga asma Allah yang disebut. Dapat pahala banyak kan, dan jika sewaktu waktu dijemput sudah siap. Karna kita nggak tau umur kita bakal ada sampai kapan. Bener gak cak??"
"Nggeh Pak ustad! Kamu sekarang kok wes beda banget Wan, wes gak kek dulu yang petakilan banyak gaya"
"Aku wes inshaf cak, dan aku juga takut dulu dosa-dosaku banyak banget, meskipun sudah sholat 5 waktu dan sering bikin drama sebelum sholat. Aku takut kalo ternyata umurku cuman sebentar.
Oleh karena itu aku jadi segera inshaf dan berbenah diri, alhamdulillah sudah 1 tahun aku jalani." terangku sambil menitikkan air mata.
Ku lihat cak Doni yang diam sambil berfikir, entah apa saja yang dipikirkannya, semoga kata-kataku menyentuh hatinya agar mau berubah dan taubat.
Cak Doni itu preman kampung, tapi dia termasuk preman baik karena juga suka menolong warga yang kesusahan.
Jeleknya dia suka minta jajan atau minta makan seenaknya.
Wajar sih, dia yatim piatu sejak masih usia 9 tahun. Ibunya meninggal setelah 7 hari melahirkan cak Doni karena pendarahan yang tak kunjung berhenti. Sedangkan bapaknya meninggal pas usianya 9 tahun.
Orangtuanya termasuk warga pendatang, dan sedikit tertutup. Jadi saat ibunya cak Doni meninggal juga tidak ada saudara yang datang, sehingga warga disini berfikir mungkin memang cak Doni sebatang kara tanpa sanak saudara, ditambah dia jadi anak yatim piatu sejak masih kecil.
.
.
__ADS_1
Maaf lama baru bisa update gaes π
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar dan sentuh gambar jempolnya ya ππ