Kata Sandi

Kata Sandi
27


__ADS_3

"Alhamdulillah Irwan lulus mak"


Setelah semua menerima amplop yang berisi pemberitahuan lulus atau tidaknya kami, upacara di bubarkan dengan urut berjalan sesuai barisan menuju barisan para guru.


Kami berbaris dan berjalan menuju bapak kepala sekolah terlebih dahulu untuk bersalaman dan mendapat ucapan selamat dari kepala sekolah.


Kemudian berjalan menuju barisan para guru, lalu lanjut ikut berbaris di samping para guru, untuk saling bersalaman dan mengucapkan kata selamat untuk sesama teman-teman kelas enam.


Hari ini selain anak kelas enam diliburkan, karena memang hari ini diberikan khusus untuk para siswa dan siswi kelas enam.


Di sekolahku kelas 6 ada 2 kelas, yaitu kelas 6A dan kelas 6B. Masing-masing kelas terdapat 25 anak. Jadi total keseluruhan siswa-siswi yang dinyatakan lulus sebanyak 50 anak, termasuk Irwan.


Setelah acara bersalaman selesai, kami memasuki kelas masing-masing dan menunggu walikelas masing-masing untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.


Alhamdulillah walikelas juga tidak langsung segera masuk ke kelas, mungkin memberi waktu bagi para siswanya untuk saling bersosialisasi atau apapun yang pasti bu guru cantik yang selalu menjadi motivasi belajar aku sejak di kelas 5 malah menjadi walikelas ku di kelas 6B.


Ida Rahmawati nama lengkapnya, beliau seorang guru yang cantik dan hebat. Meskipun cantik tapi tidak kemayu, itu yang aku suka. Beliau adalah sosok wanita yang tegas dan terlihat sekali wibawanya, meskipun beliau adalah guru baru dan mungkin jauh lebih muda dari para guru disini sebelumnya namun karena sikapnya yang tegas dan penuh kharisma pun disegani juga oleh guru yang lain.


Beliau juga sangat sabar menghadapi para siswanya yang sering bikin para guru marah-marah dan tak segan memberi hukuman karena kejahilan kami. Namun berbeda dengan bu Ida.

__ADS_1


Hukuman yang diberikan selalu disaat usai pulang sekolah, dan hukuman itu lebih ke mendidik apa yang kami butuhkan.


Misalkan Agus, dulu di kelas 5 dia masih belum bisa membaca bahasa Inggris. Dia juga termasuk anak yang nakal dengan raport yang kebakaran alias nilainya dibawah KKM, jadi ada banyak angka yang ditulis dengan bolpoin warna merah karena nilainya kurang.


Waktu itu Agus kedapatan mengganggu Lia dengan menempelkan bekas permen karet di rambut Lia yang keriting. Dan bu Ida sendiri yang melihatnya. Akhirnya Agus dan Lia sama-sama dihukum membaca dan mengerjakan soal-soal bahasa inggris sepulang sekolah.


Aku juga sering dapat hukuman, dan aku justru malah minta dihukum juga, alasannya ya biar bisa lama ketemu dengan bu Ida lalu juga bisa diajari dan mengerjakan berbagai soal. Dari pada di rumah menghabiskan waktu dengan tidak jelas, mending dapat hukuman dari bu Ida jadi tambah pinter.


......................


"Wan, kamu jadi mondok?" tanya Sandi tiba-tiba.


"Kamu mau lanjut kemana San?" tanyaku ke Sandi


"Aku mau ke MTs, kata mama nilaiku gak cukup kalau daftar ke SMP Negeri" jawab Sandi


"Lho yang di Jakarta gak jadi San? Katanya mau sekolah disana?"


"Gak jadi Wan, mama gak bisa jauh-jauh dari aku. Aku kan anak kesayangannya mama. Rencana sih juga mau ke SMP Pancasila, tapi jauh tempatnya. Yang dekat cuman MTs Raden Fatah aja." Jelas Sandi tentang sekolah yang akan dia tuju.

__ADS_1


"Sabar ya San, semua sekolah sama aja yang penting jangan lupa belajar dan hormat pada bapak ibu guru" ucapku menirukan apa yang diucapkan pak kepala sekolah tadi.


"Iya pak Irwan, terimakasih atas sarannya"


"Sama-sama pak Sandi "


Lalu kami tertawa bersama-sama.


"Irwan, Sandi, ini tolong diisi ya. Dan ini Wan buat kamu"


Tiba-tiba Melati datang memberikan buku berwarna merah muda, dan memberikan sebungkus coklat berbentuk batang persegi empat.


"Makasih ya Mel"


"Aku mana Mel, kok Irwan aja yang dikasih?" tanya Sandi karena tidak mendapat coklat seperti aku.


"Kamu kan bisa beli sendiri San, ini khusus buat Irwan tauk wee" Kata Melati sambil menjulurkan lidahnya.


Melati teman di kelas 6A, dulu satu kelas denganku di kelas 5. Dari dulu Melati baik sama aku, suka sekali memberi makanan, entah itu permen atau cokelat. Bahkan bekal makan siangnya juga pernah dibagi ke aku.

__ADS_1


__ADS_2