
Menyukai seseorang itu mudah, yang rumit adalah ketika kita mencintai hati yang sudah dimiliki orang lain.
Mungkin dulu Husein punya kesulitan tersendiri ketika dia mencoba untuk mengambil hati Mia. Karena wajar saja, dulu Mia memang sudah tidak sendiri lagi. Hatinya sudah dimiliki oleh seorang laki-laki yang tidak bersyukur memilikinya. Namun sekarang, Husein diberikan kesempatan untuk bisa memiliki hati Mia seutuhnya.
Meskipun tidak mudah, karena Mia saja masih belum bisa melepaskan Reyhan sepenuhnya. Tetapi Husein akan terus mencoba. Tidak akan pernah ada keberhasilan dan kegagalan jika belum mencoba. Begitulah Husein, sifatnya yang tidak mudah menyerah meski pun dia tahu jalan yang dia tempuh sangat sulit untuk dilalui.
Bagaimana bisa dengan mudah Husein mendekati Mia, sedangkan Mia saja selalu menghindari dirinya saat ini. Karena Mia juga masih perlu waktu untuk sendiri dan untuk bisa berdamai dengan lukanya. Apalagi jika perihal untuk melepaskan seseorang itu bukanlah sesuatu hal yang mudah.
Apalagi jika seseorang itu adalah satu-satunya yang pernah di cintai setelah keluarganya. Dan itulah yang terjadi pada diri Mia. Reyhan adalah laki-laki pertama yang berani dia cintai dengan setulus hatinya. Karena sebelumnya Mia sama sekali tidak pernah dekat dengan laki-laki mana pun. Ya berteman hanya sekedarnya saja.
Sekali nya jatuh cinta, hati malah terluka. Yang pertama kali di sayang, malah menghilang. Sepertinya Mia belum seberuntung orang-orang di luaran sana. Yang mana kisah cinta mereka berjalan dengan mulus-mulus saja. Meski pun tetap ada hal-hal kecil yang membuat beberapa pasangan terjebak dalam kesalahpahaman. Akan tetapi setelahnya kesalahpahaman itu bisa mereka singkirkan.
Berbeda dengan dirinya yang justru malah sengaja di jadikan sebagai bahan permainan oleh laki-laki bajingan. Padahal apa sih kurangnya Mia, dia sudah cantik, baik, membuat hati tertarik setiap mata yang melirik. Bicaranya juga sopan. Akan tetapi, perempuan seperti dia justru malah di campakkan.
"Coba saja semesta mempertemukan aku lebih dulu dengannya, pasti aku sangat bersyukur sekali jika memilikinya," ucap Husein dalam hati.
__ADS_1
"Eh Mi, nanti malam sibuk gak?" tanya Husein ketika kantor sudah habis.
"Eh gak kok. Kenapa?" tanya Mia balik.
"Hem, gak apa-apa. Kalau gak sibuk mau gak jalan bareng, ke mana gitu," ucap Husein nyengir sembari menggerakkan tangannya sesuai dengan apa yang dia katakan barusan.
"Gak tau deh, tapi aku lagi malas aja sih. Tapi nanti aku kabarin lagi ya kalau aku bisa," jawab Mia sembari berpamitan untuk pulang lebih dulu.
"Huh," Husein mendengus sembari mengusap dadanya.
Ini adalah pertama kalinya bagi Husein untuk mengajak Mia keluar jalan-jalan. Padahal sudah sedari dulu ingin dia lakukan. Hanya saja otaknya selalu menahan dirinya untuk tidak melakukan itu. Karena dulu Mia masih berdua, sudah tidak sendiri. Sedangkan sekarang Mia sudah sendiri. Meski pun hatinya mungkin masih ada Reyhan.
Tapi kan, semua orang itu tidak sama. Satu orang dengan yang lain tidak ada persamaan yang benar-benar sama persis. Apalagi dari segi sifat, sikap dan perilakunya. Mungkin Mia bisa trauma untuk menjalin hubungan asmara kembali, tetapi dia tidak harus menutupi dirinya untuk waktu yang lebih lama lagi.
Jika saja Mia terus-terusan menutup hatinya dan tidak memberikan kesempatan untuk orang lain agar menata hatinya kembali, maka dia tidak akan pernah bisa sembuh sepenuhnya dari luka itu. Terkadang memang benar adanya sih perkataan orang-orang. Kalau ingin melepaskan seseorang lebih cepat, terkadang kita membutuhkan orang baru untuk membantu kita agar bisa keluar dari zona yang tidak enak itu.
__ADS_1
Hanya saja bagi beberapa orang prinsip tersebut tidaklah benar. Karena bagi sebagian orang, mereka tidak ingin melibatkan orang baru dalam luka yang dia alami. Dia hanya ingin menikmati luka itu sendirian, sampai dirinya benar-benar pulih dari luka itu. Dan sepertinya prinsip ini ada pada diri Mia.
^^^Husein maaf ya. Kayaknya aku gak bisa deh.^^^
Pesan singkat yang dikirim oleh Mia kepada Husein itu berhasil membuat dirinya merasakan goresan kecil dalam hatinya. Benar saja dugaannya, kali ini Mia menolak ajakan dirinya. Akan tetapi hal ini tidak akan membuat usaha Husein gencar begitu saja.
Seandainya saja Husein adalah laki-laki lain mungkin saat ini dia sudah akan mundur karena penolakan Mia itu. Akan tetapi berbeda dengan dirinya. Hal tersebut sama sekali tidak akan pernah membuat dirinya mundur. Karena pria sejati akan terus berusaha agar bisa mendapatkan seseorang yang dia inginkan. Jika tidak berakhir di pelaminan maka akan berada di tempat undangan. Jika tidak berakhir bahagia, maka akan digantikan dengan sosok yang lebih baik dan sempurna.
Jika janur kuning masih belum melengkung, maka siapa pun masih berhak untuk mendekatinya. Dan itulah prinsip Husein, jika dirinya sudah mengukir satu nama dalam hati maka dia harus bisa mendapatkan seseorang itu. Meski pun nantinya takdir berkata lain, setidaknya dirinya sudah berjuang demi mendapatkan seseorang itu.
""Huh gak apa-apa lah. Ini masih langkah awal untuk berjuang," ucap Husein pada dirinya sendiri.
Husein hanya bisa tersenyum menatap layar ponselnya setelah membaca pesan yang dikirim oleh Mia tadi sembari menemukan beberapa ide dan menyusun rencana untuk bisa mendekati dan mendapatkan hati Mia. Mungkin dengan perlahan-lahan saja, tidak tergesa-gesa. Karena sesuatu yang dilakukan dengan tergesa-gesa akan mendapatkan hasil yang tidak baik pula.
Meski pun Husein akan menunggu waktu yang lebih lama lagi dan memerlukan banyak perjuangan lagi, hal itu tidak akan membuat dirinya gencar dan mundur begitu saja. Karena masih banyak cara yang dilakukan untuk mendapatkan hati seorang Mia.
__ADS_1
Lagipula sepertinya hal itu juga tidak terlalu mudah. Karena Husein dan Mia juga terbilang cukup dekat dan akrab. Hanya dengan menunggu waktu yang tepat. Sembari Mia memulihkan hati yang sedang porak-poranda itu.
Husein tahu, suatu saat nanti akan ada masa di mana Mia akan melihat dan menerima cintanya yang tulus itu. Daripada harus tetap berdiam diri lama-lama dengan kenangan masa lalu yang tidak ada gunanya. Dan Husein juga yakin, perlahan-lahan Mia akan bisa sembuh dari lukanya dan akan membuka hatinya lagi untuk orang lain. Semoga saja Mia benar-benar tidak akan pernah mau balik lagi sama Reyhan laki-laki bajingan itu.