Kau Bukan Rumah

Kau Bukan Rumah
Kejutan Untuk Sahabat di Masa Kecil


__ADS_3

Hari ini adalah hari Sabtu, dimana Andri akan berkunjung ke rumah Mia dan neneknya. Mia sengaja mandi pagi-pagi sekali, dan setelah itu Mia pergi ke pasar sendirian tanpa ditemani sang nenek. Karena Mia tidak ingin lama-lama di pasar. Mia tahu bahwa neneknya sudah tak lagi sanggup berjalan lama, makanya karena ingin cepat-cepat akhirnya Mia memutuskan untuk pergi ke pasar sendirian.


Tiba di pasar, Mia membeli berbagai jenis buah seperti buah semangka, buah anggur, buah apel, buah melon, dan Alpukat. Mia juga membeli tepung kue serta beberapa telur tak. Karena hari ini Mia ingin membuat es buah dan beberapa jenis kue untuk menyambut kedatangan Andri. Selama tinggal di kampung bersama dengan neneknya, Mia memang jadi punya hobi baru, selain bermain game, Mia juga suka memasak. Dan tidak heran jika kini Mia pandai sekali memasak, bukan hanya memasak tetapi Mia juga sudah pandai membuat berbagai macam kue.


Mia tidak membeli sayur-sayuran atau ikan untuk makan, karena di kulkas masih banyak persediaan lauk pauk serta sayur mayur untuk beberapa Minggu ke depan. Padahal sebenarnya hari ini juga bukan jadwal Mia ke pasar untuk membeli bahan pangan mereka. Hanya saja karena Mia ingin membuat sesuatu untuk menyambut Andri nantinya, makanya Mia pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan yang akan dia gunakan untuk membuat kue dan es buah nantinya.


Setibanya di rumah, Mia sarapan terlebih dahulu, dimana sebelum Mia berangkat ke pasar Mia sudah memasak dibantu oleh sang nenek tercinta. Sebelum membuat kue Mia sarapan terlebih dahulu. Setelah selesai sarapan Mia pun langsung mengeluarkan barang-barang yang dia beli di pasar tadi. Nenek Mia yang melihat itu menggelengkan kepalanya karena tak biasa melihat cucunya bertingkah seperti ini.


"Tumben beli banyak bahan-bahan? Emangnya cucu nenek yang cantik ini mau bikin apa hari ini?" tanya sang nenek pada Mia.


"Mau buat dessert, kue bolu sama es buah nek," jawab Mia.


Tetapi sang nenek bingung kenapa ada semangka juga. Bukankah biasanya jika orang-orang membuat es buah tidak ada buah semangkanya.


"Bukannya bikin es buah gak perlu pakai buah semangka ya?" tanya sang nenek dengan penuh kebingungan.


"Hehe ini sih bukan untuk dimasukin ke es buah ya nek. Tapi ini..."


Seketika ucapan Mia terhenti sembari tersenyum malu dan menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.


" Untuk apa hayo?" ucap sang nenek sembari tersenyum lebar.


"Anu itu, kan dulu Andri suka banget makan buah semangka. Jadi ya Mia belikan aja untuknya. Siapa tau kan sekarang dia juga masih suka," jawab Mia sembari menundukkan pandangannya malu-malu.


"Wah cucu nenek masih ingat toh buah kesukaan temannya," jawab sang nenek sambil mengangkat dagu Mia agar menatapnya.


"hehe iya nek," ucap Mia sembari tersenyum malu.


"Yaudah nenek kalau mau istirahat gak apa-apa ke kamar aja. Mia juga mau lanjutin bikin ini, keburu kesiangan nanti kan si Andri katanya siang baru sampe kesini dan langsung mampir ke rumah katanya," ucap Mia kepada sang nenek.

__ADS_1


"Yaudah nenek ke kamar ya. Maaf ya nenek gak bisa bantu kamu," jawab sang nenek sembari berdiri dan mengusap kepala cucunya itu.


"Iya nek gak apa-apa kok. Kan Mia udah jago, diajarin sama suhunya langsung," ucap Mia sembari tertawa kecil.


"Suhu suhu, suhu dingin kali," jawab sang nenek yang langsung pergi meninggalkan Mia ke kamarnya.


Mendengar ucapan sang nenek, Mia hanya bisa tertawa. Meskipun sudah tua, sang nenek tidak pernah berubah sama sekali. Dari dulu nenek Mia memang suka sekali bercanda dengan perkataannya yang sederhana. Dan memang benar juga kalau Mia belajar membuat kue itu dari neneknya. Karena neneknya dulu itu pernah berjualan kue bahkan sampai bisa membuka toko kue dan sudah punya dua cabang di luar kota dan sekarang dikelola oleh anaknya.


Seperti seorang koki, Mia terlihat sangat fokus sekali membuat kue. Ketika adonan kue sudah jadi, dan Mia pun memasukkannya ke dalam oven. Sembari menunggu kuenya matang, Mia pun mengupas buah-buahan yang Juda dia beli tadi di pasar. Dan membuat es buah. Setelah selesai membuat es buah akhirnya kue yang di oven tadi itupun sudah matang. Dan setelah itu Mia pun membuat dessert untuk dirinya sendiri. Memang Mia suka sekali makan dessert dan dirinya juga tidak perlu membeli hanya membuatnya sendiri. Bahkan selain mengajar, terkadang Mia juga dapat orderan dessert dan sudah banyak orang yang suka dengan dessert buatannya.


"Huh, akhirnya selesai juga semuanya," ucap Mia sembari menepuk kedua tangannya.


Ditatapnya kue itu, kelihatannya begitu sangat enak, dan benar saja ketika Mia mencoba kue itu rasanya sungguh enak.


"Alhamdulillah gak sia-sia, rasanya enak banget Pasti Andri suka," ucap Mia sembari tersenyum dengan lebar.


"Wah udah jam 10 aja," ucap Mia.


Tak lama itu Mia pun ketiduran di atas sofa. Karena merasa kelelahan setelah membuat kue beberapa jam. Nenek Mia keluar dari dalam kamar dengan niat ingin melihat apakah cucunya itu sudah beres membuat kue tadi. Sang nenek menggelengkan kepalanya sembari tersenyum ketika melihat ternyata cucunya tengah tertidur dengan lelap di atas sofa.


Sang nenek pun beranjak pergi ke dapur dan membuka kulkas. Dilihatnya di dalam kulkas hanya ada dessert dan bahan pangan saja.


"Dimana kue dan es buahnya?" ucap sang nenek sembari melihat-lihat isi kulkas itu.


"Masa iya cucuku cuman buat dessert aja?" ucap sang nenek lagi.


Nenek Mia pun kembali menutup pintu kulkas. Dan membalik badannya, seketika itu nenek Mia pun terkejut dengan seseorang yang berdiri dihadapannya saat itu.


"Astaghfirullah Mia, kamu ngapain heh disini. Bikin kaget nenek aja ih. Untung nenek gak jantungan," ucap sang nenek sembari mengelus dadanya.

__ADS_1


"Hehe nenek kaget ya. Hayo nenek mau apa liatin isi kulkas?" tanya Mia sambil menggoda sang nenek.


"Nenek cuman mau lihat kue buatan kamu sama es buahnya," ucap sang nenek yang langsung pergi duduk ke kursi.


"Tara," ucap Mia sembari membuka tudung yang didalamnya terdapat kue dan es buah yang dia buat tadi.


Mia sengaja meletakkan kue dan es buah itu di dalam tudung makanan.


"Nenek cicipi ya," ucap sang nenek yang ingin meraih kue itu.


"Eits gak boleh yang ini. Yang ini khusus buat Andri nek," ucap Mia menghentikan aksi sang nenek.


"Terus buat nenek yang mana?" tanya sang nenek lagi.


"Bentar Mia ambilkan."


Mia pun berjalan ke arah lemari dapur dan diambilnya wadah yang berisi kue. Kue itu memang sengaja dia pisahkan. Karena untuk sang nenek Mia kurangi takaran gulanya. Karena dirinya tahu kalau sang nenek yang punya penyakit gula. Makanya Mia bedakan yang mana untuk Andri dan yang mana untuk sang nenek.


"Kok hambar? Kurang manis ih," ucap sang nenek.


"Eh nenek gak boleh makan yang manis-manis ya. Nanti Mia kasih tau loh ke dokter," ucap Mia yang seakan-akan tahu bahwa sang nenek ingin sekali memakan kue yang manis.


"Yah jangan dong," ucap sang nenek dengan pasrah.


"Iya enggak, tapi yang ini manis kan?" tanya sang nenek sembari menunjuk ke arah kue yang khusus untuk Andri.


"Tenang aja nek, manis kok kaya Mia," ucap Mia sembari memperlihatkan jejeran giginya.


"Cucu nenek bukan hanya manis, tapi sangat cantik," goda sang nenek dan Mia pun merasa bahagia mendengar ucapan sang neneknya itu.

__ADS_1


__ADS_2