Kau Bukan Rumah

Kau Bukan Rumah
Bertemu Reyhan dan Selingkuhannya


__ADS_3

"Besok weekend kan kamu gak masuk kerja kan Mi?" tanya ibu Mia yang memecahkan keheningan.


Setelah beberapa menit Mia menangis di pelukan ibunya, rasanya membuat energi menjadi semakin bertambah. Meski pun luka di hati masih juga belum hilang.


"Iya ma, besok libur," jawab Mia sembari melepaskan pelukannya.


"Gimana kalau kamu tidur di sini dulu malam ini? Kan udah lama juga kamu gak tidur di rumah. Mama sama adik kangen,"ucap Ibu Mia sambil tersenyum manis.


"Boleh deh ma. Tapi Mia pulang dulu ke apartemen ya mau ngambil baju sekalian bilang sama Cia," jawab Mia yang bersiap-siap untuk pulang ke apartemennya.


Karena ibu Mia yang memintanya untuk menginap di rumah malam ini, mau tidak mau Mia harus menuruti permintaan ibunya itu. Karena memang sudah lama juga Mia tidak tidur di rumah mereka.


Kebetulan jarak apartemen ke rumahnya cukup jauh, makanya Mia memilih untuk menyewa apartemen bersama sahabatnya Cia. Karena apartemen mereka cukup dekat dengan sekolahan tempat Mia mengajar.


"Yasudah, hati-hati ya sayang," ucap ibu Mia sembari Mia menyalami tangan ibunya itu.


"Iky ikut kak," sahut Iky yang juga ikut berdiri.


"Dih gak bawa-bawa orang ya," ucap Mia bercanda sambil terkekeh.


"Udah bawa aja Mi. Kasian adikmu jarang pergi keluar jalan-jalan," sahut ibu Mia yang juga ikut tertawa melihat wajah adiknya yang cemberut itu.


"Iya iya, Mia bercanda aja kok ma. Yaudah ayo dasar anak manja," ucap Mia sembari menggandeng bahu adiknya.


"Kakak tuh yang manja. Udah besar masih aja nangis gara-gara cowo," celetuk adiknya itu.


"Heh gak boleh gitu," ucap ibunya sembari mencubit lengan adiknya.


"Aduh bu sakit," kata Iky sembari mengusap lengannya yang kena cubit ibunya barusan.


Mia yang mendengar ucapan adiknya itu berpura-pura ngambek. Padahal dia tahu kalau adiknya belum tahu benar bagaimana rasanya sakit ketika di tinggalkan karena orang lain.


Wajar saja, karena Iky memang masih polos sekali. Meski pun usianya sudah 17 tahun, akan tetapi Iky bahkan tidak punya selera untuk dekat dengan perempuan apalagi pacaran. Kata ibunya jangan dulu, karena Iky masih kecil.


"Iya deh maaf, Iky gak sengaja kak," ucap Iky manyun sembari bergelayut di tangan kakaknya.


"Gak mau kalau gak di cium," ujar Mia memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Muah,


Iky pun mencium pipi kakaknya itu. Hal ini memang sering dilakukan kedua kakak beradik itu. Meski pun mereka sudah bukan anak kecil lagi. Akan tetapi hal itu adalah sebagai bentuk kasih sayang seorang kakak beradik. Karena dari kecil mereka berdua memang sudah sangat akrab. Tidak salah jika sampai besar pun mereka masih tetap dekat. Meski pun kini mereka sudah tidak tinggal bersama lagi.


Setelah berpamitan kepada sang ibu, Mia dan adiknya itu pun pergi meninggalkan pekarangan rumah mereka untuk menuju ke apartemen Mia. Dan sesampainya di apartemen Mia pun mandi terlebih dahulu setelah itu membawa pakaian yang seperlunya saja yang akan dia pakai selama bermalam di rumah.


"Mau ke mana lo Mi rapi banget. Pakai bawa-bawa tas juga kayak orang mau pindahan," tanya Cia sambil terkekeh melihat sahabatnya yang menentang tas berisikan pakaian.


"Mau minggat gue. Udah gak betah tinggal bareng lo," balas Mia sambil tersenyum sinis.


"Eh eh eh, kok gitu? Maaf deh gue cuma bercanda," ucap Cia dengan penuh rasa penyesalan.


Setelah melihat reaksi Cia akhirnya Mia dan Iky pun tertawa sampai memegang perut mereka masing-masing. Ekspresi wajah Cia ini memang terlihat sangat lucu jika sedang dalam keadaan seperti ini.


"Ih Mia. Aku kira kamu beneran marah," ucap Cia sembari memanyunkan bibirnya.


"Enggak Ci. Ini gue mau nginep di rumah mama dulu. Kamu gak apa-apa kan sendirian dulu di sini?" tanya Mia.


"Ikut," ucap Cia sambil memegang tangan Mia.


"Lah lo masih aja takut sendiri di apartemen?" tanya Mia.


"Udah gede kok masih takut aja," sahut Iky sambil tertawa.


"Diem ih anak kecil," ucap Cia pada Iky.


Iky semakin tertawa melihat tingkah laku sahabat kakaknya itu.


"Padahal dia yang kayak anak kecil," gumam Iky sambil terkekeh.


"Yaudah sana siap-siap jangan lama," ucap Mia kepada Cia.


Cia pun bergegas ke dalam kamarnya untuk membereskan pakaiannya. Memang Cia ini kalau malam dia takut sendirian di apartemen. Katanya takut ada hantu yang akan memakannya. Padahal mana ada hantu bisa memakan manusia. Paling cuma menyesatkan saja.


"Yaudah ayo berangkat," ucap Cia yang menenteng tas besar.


"Ya ampun Cia. Kamu mau bermalam atau pindah rumah sih?" tanya Mia dengan nada tinggi.

__ADS_1


Iky yang menyaksikan itu hanya tertawa terbahak-bahak.


"Memang seperti anak kecil," gumam Iky lagi.


"Mau ngapain kak, kok berhenti?" tanya Iky pada Mia yang menghentikan mobilnya di pinggir jalan dekat abang-abang jualan bakso.


"Biasa, mau beli bakso dulu," ucap Mia kemudian berlalu ke luar mobil.


Iky dan Cia pun mengikutinya.


"Berapa mas?" ucap laki-laki yang membelakangi Mia, Cia dan Iky.


Laki-laki itu bersama perempuan. Sepertinya mereka habis makan bakso juga di sana. Tetapi tunggu dulu, sepertinya Mia mengenali suara itu.


"Kayak kenal suaranya," gumam Mia dalam hati.


Dan benar saja, setelah laki-laki itu berpaling menghadap ke arah Mia, ternyata benar dugaannya bahwa laki-laki itu adalah Reyhan dan perempuan yang bersamanya itu adalah Angel selingkuhannya dia.


Deg...


Bagai teriris pisau tajam, jantungnya kini berdenyut dengan sangat kencang. Aliran darah yang mengalir deras secara tiba-tiba. Dan apa yang dia lihat sekarang berhasil membuat gumpalan-gumpalan air di pelupuk matanya.


"Tahan Mi tahan. Jangan nangis di sini," ucap Mia dalam hati.


Mia pun langsung membalikkan tubuhnya bergegas pergi masuk kembali ke dalam mobil tanpa menghiraukan Cia dan Iky.


"Dasar laki-laki brengsek," ucap Cia sebelum pergi meninggalkan Reyhan dan Angel.


"Oh ini selingkuhannya kak Reyhan? Kok mirip ya sama temennya Dora si Boots itu?" ucap Iky kemudian mengikuti belakang Cia.


Ketika melihat Mia, Reyhan hanya terdiam terpaku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Begitu juga Angel yang ada di sampingnya hanya bisa tertunduk malu karena ketahuan sudah merebut pacar teman kuliahnya dulu.


"Memalukan sekali," ucap Cia setelah masuk ke dalam mobil.


"Kakak gak apa-apa?" tanya Iky yang khawatir pada kakaknya itu.


Huh...

__ADS_1


Mia menghembuskan nafasnya panjang.


"Iya gak apa-apa. Maaf ya beli baksonya gak jadi," ucap Mia sembari menjalankan mobilnya itu.


__ADS_2