
...Memang benar ya, berharap kepada seseorang yang sama sekali tidak pernah menganggap kita ada adalah hal yang paling menyakitkan. Jangankan untuk mendapatkan cintanya, untuk dilirik olehnya saja sepertinya tidak....
...Aku hanyalah sebutir debu diantara ribuan mutiara yang juga mengagumimu...
...Husein...
...****************...
"Husein, Mia titip maaf buat lo. Katanya dia bukannya gak bisa buka hati buat lo atau siapa pun. Hanya saja, Mia masih mencoba berdamai dengan luka lalunya," ucap Cia kepada Husein.
Sore itu ketika dimana hari Mia dan keluarganya pergi ke kampung halaman neneknya, Cia menghubungi Husein dan mengajaknya untuk bertemu. Sebenarnya mengenai kepindahan Mia ke kampung halaman neneknya Husein juga sudah tahu karena Mia yang mengurus berkas-berkas kepindahannya ke sekolahan yang ada di sana.
Hal ini justru membuat Husein bertanya-tanya kepada Mia apa alasan dirinya untuk memilih pindah kerja dan menetap di kampung halaman neneknya. Hanya saja Mia selalu bilang gak apa-apa dan hanya ingin kembali berdekatan dengan neneknya. Alasan lain karena Mia ingin menemani sang nenek yang tinggal sendirian di kampung.
__ADS_1
"Jadi alasan Mia pindah bukan karena dia ingin menemani neneknya yang tinggal sendirian?" tanya Husein kepada Cia.
"Mungkin itu juga jadi salah satu alasannya sih. Tapi alasan Mia pindah yang sebenarnya karena dia gak mau terus-terusan ingat sama kenangan dia sama Reyhan dulu, apalagi kan Mia sering banget ketemu sama Reyhan dan Angel secara gak sengaja di jalan," jawab Cia.
Husein hanya tersenyum mendengar jawaban Cia barusan.
"Mia bilang sama gue, katanya dia mau minta maaf sama lo karena gak bisa buka hati dia untuk lo. Sebenarnya kemarin juga Mia udah sempat ngirim lo pesan kan, dia ngajak lo jalan. Tapi lo gak balas chatt dia. Padahal dia udah nyoba loh buat buka hatinya untuk lo sein. Tapi ya yang namanya luka masih sakit kan gak bisa di paksain buat sembuh. Gue harap lo bisa ngerti dan memaklumi kondisi Mia," ucap Cia panjang lebar.
"Sebenarnya kemarin itu gue sakit makanya gak gue balas chatt dia. Gue ngeliat itu pas udah dua hari tuh. Mau balas juga gak enak kan udah lama di diemin. Jadi ya gue kasih tau dia waktu di sekolah. Tapi pas gue mau ngajak dia yang jalan dianya nolak Ci," ucap Husein sembari meletakkan kedua tangannya di wajahnya.
Dalam hal ini tidak ada yang bisa disalahkan. Karena kita memang tidak akan pernah bisa menyalahkan rasa yang dimiliki oleh seseorang. Bahkan kita juga tidak bisa memilih kepada siapa cinta kita akan berlabuh. Meski kita bisa memilih dengan siapa kita akan hidup nantinya.
Husein juga tidak pernah salah menjatuhkan cintanya pada Mia. Hanya saja dirinya tidak berhati-hati. Padahal seharusnya dia tahu bahwa mencintai seseorang yang hatinya sudah terisi oleh orang lain, adalah hal yang paling menyakitkan. Dan seharusnya Husein tidak senekat itu untuk mencintai Mia. Seharusnya dulu setelah tahu bahwa Mia sudah tidak lagi sendiri, dia tidak terlalu memaksakan diri untuk tetap mencintai.
__ADS_1
Jika sudah begini ya mau bagaimana lagi. Tidak ada pilihan lain selain dengan mengikhlaskan semua rasa dan memilih untuk mundur. Bukan berarti karena tidak lagi mencintai. Hanya saja jika tetap di paksakan, maka yang ada Husein hanya akan menyakiti dirinya sendiri. Bagaimana jika seandainya Husein tetap memelihara rasa cintanya pada Mia, jika saja nanti takdir kembali mempertemukan mereka, akan tetapi Husein tidak akan pernah bisa mendapatkan cintanya Mia, dan mereka memang tidak ditakdirkan untuk berjodoh. Maka sakitnya akan lebih banyak yang dia terima dari ini.
Memang benar, berharap kepada manusia hanya akan menyakiti hati dan menuai rasa kecewa. Tetapi tak mengapa, jika pun Husein harus menelan rasa kekecewaan karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Maka dia kedepannya dia akan bisa lebih berhati-hati lagi dalam hal mencintai.
Tentang rasa yang sudah terlanjur ada, biarlah dia akan menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Tentang rasa kecewa, biarlah dia menjadi pengobat rindu. Setidaknya dengan rasa sakit itu, Husein akan tahu bagaimana resikonya nekat mencintai seseorang yang hatinya sudah menjadi hak milik orang lain.
Dengan sangat terpaksa dan hati yang terluka, Husein juga memilih untuk mundur. Karena jika dirinya terus-terusan tetap bertahan dengan rasa yang ada, hanya akan membuat dirinya semakin terluka. Lebih baik memang Husein harus mundur, sebelum terlambat maka sakit yang akan diterima juga akan bertambah dua kali lipat.
Namanya juga manusia, kebanyakan dari mereka menyukai sesuatu yang sebenarnya tidak akan pernah bisa mereka miliki hanya bisa mengagumi dan memimpikan suatu saat nanti pasti akan bisa dimiliki. Padahal sebenarnya apa yang disukai itu belum tentu bisa menjadi hak miliknya. Jangankan untuk memiliki seutuhnya, meraihnya saja bahkan sepertinya tidak akan ada kemungkinan.
Berharap boleh-boleh saja, tidak akan ada yang melarang. Hanya saja ekspektasi Husein terlalu tinggi bahwa dirinya akan mampu mendapatkan cinta Mia dan berhasil membuat Mia melupakan mantan kekasihnya itu. Ketika harapan Husein terus saja menggunung dan ekspektasinya yang terlalu tinggi bahwa dirinya akan bisa memiliki Mia suatu saat nanti, kini justru kenyataan membunuh harapan dan ekspektasinya.
Dari situlah Husein tahu, bahwa sejatinya berharap kepada seseorang atau sesuatu dengan terlalu tinggi maka rasa kecewa yang akan diterima juga akan lebih banyak. Dan tentu saja tidak akan mudah bagi Husein untuk menghilangkan rasanya itu kepada Mia.
__ADS_1
Meski Husein mampu membunuh harapannya untuk memiliki Mia, akan tetapi tetap saja Husein tidak akan pernah bisa mudah untuk menghilangkan rasa cintanya kepada Mia. Ibaratkan pulpen satu-satunya yang kita miliki, lalu kemudian di pinjam oleh orang lain dan dia tidak lagi mengembalikan pulpen itu, meski pun kita membeli yang baru, tetap saja kita akan kembali teringat kepada pulpen itu. Meski kita sudah tidak lagi mengharapkan orang yang meminjamnya akan mengembalikannya kepada kita.
Begitulah yang Husein alami. Husein bisa saja tidak lagi mengharapkan cinta Mia. Hanya saja, tidak akan mudah bagi dirinya untuk tidak lagi mengingat Mia. Apalagi jika dia yang sering sekali bertemu dan jalan-jalan berdua dengan Mia meski pun hanya urusan pekerjaan. Namun tetap saja, pasti ada kenangan di antara mereka yang tidak akan bisa Husein lupakan begitu saja.