
...Mencintai itu mudah, kita bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta. Akan tetapi kita tidak bisa memilih kepada siapa hati kita akan jatuh...
...Dan setelah kita berhasil mencintai, hingga tak ada ekspektasi sedikit pun bahwa orang itu akan pergi. Nyatanya semesta tidak memberi izin pada kita untuk bisa bersamanya dengannya sampai akhir...
...****************...
Selama satu tahun lebih Mia gunakan waktunya untuk melupakan Reyhan meski sering sekali dia bertemu Reyhan sedang bersama Angel tanpa sengaja dan secara tiba-tiba, tentu saja hal itu kembali akan menyesakkan hati. Akan tetapi Mia selalu saja berusaha tegar, Mia selalu berusaha terlihat kuat dan baik-baik saja ketika di hadapan mereka. Seolah-olah Mia memang sudah melupakan semua tentang Reyhan. Bukan hanya di hadapan Reyhan saja, akan tetapi di hadapan seluruh semesta Mia tetap terlihat baik-baik saja.
Semua yang diperlihatkan oleh Mia pada semesta itu nyatanya hanya sebuah kebohongan belaka. Tidak ada yang benar-benar bisa baik-baik saja dan tidak ada yang benar-benar bisa mengikhlaskan kepergian seseorang yang pernah berarti dalam hidup. Apalagi jika dulunya dia sangatlah baik, meski kesalahan yang dia buat sangatlah fatal. Akan tetapi kebaikan Reyhan selama bersama Mia juga tidak terlalu sedikit.
Dan bagaimana mungkin Mia akan bisa melupakan semua kebaikan Reyhan padanya? Bahkan jika ditanya, sepertinya hingga akhir hidupnya Mia juga tidak akan pernah melupakan kebaikan Reyhan padanya. Meski pun nantinya dia harus membangun kehidupan baru bersama orang lain. Akan tetapi cintanya pada Reyhan tidak akan pernah hilang hanya dengan tergantikan oleh orang baru. Bukan karena tidak ingin atau tidak mampu menghilangkan rasa cinta itu, hanya saja Reyhan adalah cinta pertama Mia setelah ayahnya. Dan bagaimana mungkin bagi Mia akan mudah melupakan cinta pertamanya itu.
"Ikhlaskan saja Mia. Nanti juga kamu akan dapat pengganti yang lebih baik dari dia."
__ADS_1
Mia tahu orang-orang di sekitarnya begitu mengkhawatirkan kondisi Mia. Hanya saja dirinya juga tidak ingin seperti ini. Tidak ada yang meminta seperti ini, bahkan Mia sendiri juga ingin sekali agar bisa melupakan Reyhan dalam hidupnya. Jika saja semesta berbaik hati padanya, maka dari itu Mia akan sangat bersyukur sekali meski pun dia harus mengalami kecelakaan dulu hingga hilang ingatan. Mungkin dengan hilang ingatan adalah satu-satunya cara agar Mia benar-benar bisa melupakan Reyhan dalam hidupnya.
Memang benar ikhlas itu sangatlah tidak mudah. Seseorang harus melewati fase tersulit dulu dalam hidupnya yaitu terpaksa melepaskan seseorang yang amat begitu dia sayangi. Bahkan Mia juga harus terpaksa untuk menderita karena keterpaksaan untuk melepaskan Reyhan dalam hidupnya. Hingga mungkin pada akhirnya dia akan menemukan titik di mana dirinya akan merasa sudah biasa hidup tanpa Reyhan.
Akan tetapi ada satu hal kejam di dunia ini yang tidak akan pernah lenyap dalam ingatan, yaitu kenangan. Meski pun Mia sudah berhasil berada di fase terbiasa tanpa Reyhan, tetap saja ingatan itu akan selalu menghantui dirinya, kenangan itu akan selalu menghantam ingatannya. Seandainya saja dulu dia tidak terlalu sering untuk bertemu Reyhan mungkin kenangan yang mereka punya hanya beberapa saja. Dan sepertinya juga tidak akan terlalu menyulitkan dirinya.
Meski pun kenangan itu kadang menghampiri pikirannya sewaktu-waktu. Akan tetapi sesak yang di rasakan tidak akan menghujam dada terlalu perih seperti sekarang ini. Terkadang Mia juga melakukan hal bodoh pada dirinya sendiri kala Kemangannya bersama Reyhan menghantam isi kepalanya.
Tidak jarang Mia menampar kepalanya sendiri, dengan dalih agar kenangan itu segera pergi dari dalam kepala. Namun nihil, yang ada malah Mia hanya akan menyakiti dirinya sendiri.
"Aku cape kayak gini terus. Kenapa gak hilang ingatan aja sekalian."
Tangis Mia pun kembali pecah di tengah malam yang sunyi. Sudah hampir pukul 03 dini hari, Mia masih belum bisa tidur. Bagaimana bisa tidur, sedangkan baru saja dirinya mencoba untuk memejamkan mata, yang terlihat bukannya gelap malah bayangan Reyhan yang muncul. Bayangan Reyhan itu berbicara padanya dan mengatakan seolah-olah dirinya tidak ingin di lupakan oleh Mia.
__ADS_1
Saking dalamnya cinta Mia kepada Reyhan hingga bayangan Reyhan saja masih bisa dia lihat dengan jelas di saat matanya dia tutup dengan rapat. Mengapa dulu Mia harus menanamkan rasa cinta yang begitu dalam terhadap Reyhan, seharusnya setelah pertama kali dirinya di khianati oleh Reyhan, dia harusnya mengurangi kadar cinta yang dia miliki untuk Reyhan. Akan tetapi malah setelah kejadian itu, rasa sayangnya kepada Reyhan justru tumbuh lebih besar dari sebelumnya.
Jika saja dulu Mia tidak terlalu dalam mencintai Reyhan, mungkin saja dirinya sudah berhasil melupakan Reyhan bahkan setelah pertama kali Reyhan mengkhianati dirinya, bisa juga Mia tidak akan memberikan kesempatan kedua untuk Reyhan. Akan tetapi Mia justru malah memberikannya kesempatan kedua. Hal itu dia lakukan adalah karena dirinya tidak ingin hubungan mereka berakhir begitu saja.
Sekuat hati dan sepenuh raga Mia menjaga agar hubungan mereka tetap bertahan dan baik-baik saja, akan tetapi di satu sisi malah Reyhan lebih memilih untuk segera mengakhiri hubungan itu dengan dalih mencari jalan agar Mia yang memutuskan hubungan mereka. Mungkin Reyhan melakukan hal ini karena hanya ingin dirinya terlihat begitu kasihan di depan orang-orang terutama perempuan. Sepertinya Reyhan hanya ingin dikasihani karena hubungan asmaranya di putuskan oleh sang kekasih. Padahal nyatanya, Reyhan lah yang bersalah dalam hal ini.
Seharusnya yang merasakan sakit adalah Reyhan bukan Mia. Tetapi kenapa justru malah yang susah mengikhlaskan adalah Mia dan yang merasakan sesak yang teramat juga Mia, bukan Reyhan. Kenapa semesta begitu pilih kasih terhadap orang. Seharusnya semesta sedikit lebih kasihan kepada Mia, karena bukan hanya perjuangannya yang tidak di hargai, akan tetapi cinta yang dia miliki juga tidak pernah di hargai oleh sang mantan kekasihnya itu.
Mia juga sebenarnya tidak ingin dikasihani oleh siapa pun apalagi semesta, hanya saja Mia ingin semesta bekerja sama dengan dirinya. Bekerja sama untuk tidak lagi mendatangkan dengan sengaja atas segala kenangan-kenangan dirinya bersama mantan kekasih dulu. Setidaknya dengan begitu rasa sesak yang dirasakan oleh Mia akan berkurang dan dengan begitu pula Mia pasti akan bisa mengikhlaskan Reyhan secepatnya.
Namun jika sudah begini, siapa yang perlu di salahkan? Apakah Reyhan, diri Mia sendiri, atau semesta? Ah entahlah. Mia juga tidak tahu harus menyalahkan siapa atas rasa sakit yang teramat yang dia tanggung itu. Ingin menyalahkan Reyhan, jelas-jelas Reyhan juga punya hak untuk memilih mencintai siapa pun yang dia mau. Ingin menyalahkan diri sendiri, sedangkan dirinya juga tidak punya daya dan kuasa untuk memilih kemana cintanya berlabuh. Bahkan jika ingin menyalahkan semesta pun tidak bisa. Karena memang inilah yang telah Tuhan garis kan untuk perjalanan hidupnya.
Sepertinya memang benar apa yang dikatakan oleh Cia, sahabatnya. Mia hanya perlu berdamai dengan dirinya sendiri. Dengan begitu, secara perlahan-lahan lukanya akan sembuh.
__ADS_1