Kau Bukan Rumah

Kau Bukan Rumah
Mencari Hobi Baru


__ADS_3

...Semua orang berhak memilih jalan hidupnya masing-masing. Apa pun itu selagi baik untuk dirinya sendiri dan tidak merugikan orang lain. Meski pun terkadang komentar orang-orang memang sangat begitu menusuk jantung hingga merasakan sakit yang teramat perih. Namun, jika selama orang-orang itu tidak mengusik hidupku, aku akan tetap terus berada pada prinsip ku. Meski orang lain tidak menyukainya. Karena aku tidak dimintai untuk disukai oleh siapa pun. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri, apalagi setelah banyak patah hati yang aku alami....


...Mia...


...****************...


Di pagi hari Mia pergi ke sekolah untuk mengajar dan pulangnya di sore hari. Setelah itu, Mia tidak lagi disibukkan oleh hal-hal lain selain sibuk mengajar saja di sekolah. Sementara itu, Mia juga merasa sangat bosan sekali. Karena selain menonton televisi atau mengobrol dengan sang nenek, atau menelfon ibu dan adiknya serta sahabatnya yang ada di kota, selain itu Mia hanya berguling-guling saja di atas ranjang miliknya.


"huh, bosan juga ya kalau kayak gini terus."


Setelah kepergian Rian beberapa bulan yang lalu, Mia juga sudah tidak lagi pergi untuk jalan-jalan sekedar melepas penat setelah mengajar.


"Duh, kayaknya aku emang harus nyari kesibukkan lain sih. Tapi gak nyari kerja lain atau nambah kerja, apa gitu main game kali kayaknya seru deh."


Sudah biasa bagi Mia untuk berbicara dengan dirinya sendiri Bahkan setelah banyak patah hati yang dia lewati, kini Mia menjadi lebih sering suka mengobrol dengan dirinya sendiri ketimbang harus menceritakan hal-hal yang dia alami dan dia rasakan pada orang lain. Ya bagi Mia, daripada menambah beban pikiran orang lain, apalagi keluarganya lebih baik Mia simpan sendiri saja, dengan berbicara kepada diri sendiri juga salah satu jalan untuk meredakan rasa sakit di hati.


"Ah, iya bener. Kayaknya aku emang harus download game online aja deh buat ngilangin kebosanan ini."


Waktu itu ketika Mia lagi asik scroll beranda tik tok miliknya, Mia tidak sengaja menemukan konten game online. Kelihatannya begitu sangat seru, apalagi jika game itu dimainkan oleh dua grup yang mana dalam satu grupnya itu terdiri dari lima orang, apalagi jika bukan game mobile legend.


Setelah merasa terlalu bosan, Mia pun akhirnya memutuskan untuk mendownload game mobile legend itu. Meski pun Mia tidak tahu bagaimana caranya memainkan game itu.


"Wah menang nih."

__ADS_1


Ucap Mia setelah satu kali mencoba bermain game mobile legend. Tidak di sangka, ketika permainan pertama selesai, ada yang mengajak Mia untuk bermain kembali. Karena Mia memasang fotonya sendiri di foto profil mobile legend miliknya, teman bermainnya itu pun mengirim pesan kepada Mia.


"Hai, kamu mainnya jago."


"Gak juga kok. Aku baru main," balas Mia.


"Nama kamu siapa?" tanya orang itu.


"Padahal udah jelas-jelas di profil itu nama aku, malah tanya nama lagi. Aneh ah," batin Mia berucap.


"Mia," balas Mia singkat.


"Kamu cantik ya," balas orang itu.


"Makasih," balas Mia.


"Dih apaan sih, baru juga tau nama udah nanya-nanya pacar. Apa emang semua orang yang main game ini kayak gini ya."


Mia merasa risih karena ditanyakan seperti itu, sehingga Mia pun tidak lagi membalas pesan orang itu. Wajar saja sih, karena Mia yang tidak sedang membuka hati untuk siapa-siapa apalagi jika dikatakan punya pacar, ya tentu saja dia akan merasa risih jika ditanyakan perihal itu. Apalagi jika dirinya saja tidak kenal orang tersebut.


"Sombong banget sih jadi cewe."


Karena merasa kesal terhadap Mia, orang tersebut pun mengirim spam chatt kepada Mia lewat aplikasi game mobile legend miliknya. Padahal bukan karena sombong, hanya saja Mia tidak suka dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurut Mia seharusnya tidak dia pertanyakan, apalagi jika perihal masalah pribadi. Bukankah mereka juga tidak saling mengenal, hanya bertemu saat bermain game saja dan itu juga hanya dua kali permainan.

__ADS_1


Setelah memainkan beberapa game, akhirnya Mia merasa mengantuk dan Mia memutuskan untuk berhenti bermain, juga tidak menggubris komentar-komentar buruk orang-orang yang ada di pesan game mobile legend miliknya itu. Setelah beberapa saat kemudian Mia pun tertidur dengan lelap.


Setelah melaksanakan sholat subuh, Mia kembali tiduran di ranjangnya. Mia tidak bersiap-siap seperti biasanya ketika dia pergi ke sekolah untuk mengajar. Karena memang hari ini adalah hari Sabtu, dan di hari Sabtu sekolah juga diliburkan.


Setelah memainkan beberapa game tadi malam, sepertinya Mia juga sudah mulai bisa memainkan gamenya dengan baik dan karena hari ini adalah hari libur baginya, Mia juga memilih untuk memainkan beberapa game lagi sebelum matahari benar-benar muncul menyinari bumi.


Dan memang benar saja, padahal baru semalam Mia memainkan game itu, kini Mia sudah mulai candu untuk terus memainkan gamenya di waktu luang. Bahkan ketika dipanggil oleh neneknya saja, Mia tidak langsung menyahut karena keasikan bermain game.


"Sepertinya aku akan menjadi seorang gamer yang handal."


Ucapnya dengan maksud memuji dirinya sendiri setelah mendapatkan kemenangan secara terus-menerus saat memainkan game. Meski pun Mia terlihat sibuk dengan gamenya, akan tetapi Mia juga tidak melupakan pekerjaannya yang lain. Ya bagi Mia sekarang bermain game adalah sebagai hobi barunya dan untuk menghilangkan rasa kebosanan juga yang ada dala dirinya. Dengan begitu, Mia jadi tidak lagi terlalu memikirkan omongan-omongan buruk tetangganya terhadap dirinya.


Karena hobi barunya itu, Mia sudah berhasil mengalihkan pikirannya agar tidak lagi memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak dia pikirkan. Ya meski pun orang-orang di dalam game ini juga tidak ada bedanya dengan tetangga-tetangganya yang suka ikut campur urusan Mia. Akan tetapi Mia sama sekali tidak pernah menggubris mereka.


Dulu mungkin sebelum Mia bermain game, Mia selalu saja merasa bahwa dirinya memang benar-benar tidak berguna. Bahkan hampir setiap malam Mia selalu telat tidur hanya karena terlalu memikirkan omongan-omongan tidak baik orang-orang termasuk tetangganya padanya.


"Mau sampai kamu melajang Mia."


"Padahal kamu itu cantik loh, pasti banyak juga yang mau sama kamu tapi kok kamunya gak mau sih Mi."


"Hati-hati loh Mia, nanti kamu jadi bujangan tua."


"Makanya atuh jangan sombong dong biar ada yang mau sama kamu."

__ADS_1


Ya begitulah kira-kira mulut netizen yang maha bijak dan maha benar, yang selalu suka ikut campur urusan kehidupan orang lain. Mereka bukan hanya membicarakan hal-hal buruk tentang Mia, akan tetapi mereka juga sempat berhasil membuat Mia merasa bahwa dirinya memang benar-benar tidak berguna. Akan tetapi kalau dipikirkan secara terus menerus juga tidak akan ada habisnya.


Daripada meladeni mereka-mereka yang hanya menjadi parasit dalam Hidup, lebih baik kan bagi Mia mencari hal-hal baru yang membuat fokusnya teralihkan hingga tak lagi memikirkan omongan-omongan sampah orang lain tentang dirinya.


__ADS_2