
"Om, Tante, An, silahkan dimakan ya, semoga enak," ucap Mia setelah meletakkan piring yang berisikan kue yang dia buat tadi, juga es buah.
"Waaah, sepertinya enak nih, siapa yang Mi?" Tanya Andri.
"Aku dong yang buat sendiri," ucap Mia.
"Memangnya kamu udah bisa bikin kue?" ledek Andri yang sambil mencomot kue dalam piring itu.
"Bisa lah, masa anak perempuan gak bisa masak termasuk bikin kue?" ledek Mia balik.
"Mmm, waaah enak juga nih Mi kuenya, iya kan ma, pa," ucap Andri pada kedua orang tuanya sembari melihat ke arah keduanya.
"Iya nak, ini enak banget loh. Mia belajar dimana sayang?" ucap Mama Andri.
"Belajar sama mama aja kok tan, kan mama jago masak," ucap Mia tersenyum
"Oalah, berarti nurut mama kamu dong, pinter masak, oh iya gimana kabarnya mama kamu Mi?" Tanya mama Andri pada Mia.
"Alhamdulillah baik kok tan, maaf ya tan kemarin pas mama nganterin kesini, belum sempat ketemu sama tante ya, soalnya cuman beberapa hari doang disini terus balik lagi tan," jelas Mia.
"Iya sayang gak apa-apa kok nanti juga ada waktunya lagi buat ketemu," ucap mama Andri sembari tersenyum.
"Mia inget gak dulu, pas waktu Mia nganterin Andri ke rumah," ucap Mama Andri menginginkan Mia.
"Hmm yang mana ya tan? Mia lupa hehe," ucap Mia sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Itu pas waktu Andri mandi di lumpur, terus kamu marahin dia," ucap mama Andri mencoba mengingatkan Mia.
Mia yang mencoba mengingat masa-masa diwaktu dia masih kecil dulu.
"Oh iya iya tan Mia inget, pas yang waktu Andri nangis itu kan karena Mia marahin, dan Mia ngadu sama tante," ucap Mia sembari tertawa puas ketika mengingat masa-masa kecilnya bersama Andri dulu.
"Ya gimana ya, orang Mia gak mau temenin Andri main, yaudah Andri main sendiri aja," ucap Andri membela dirinya sendiri.
"Memang kamunya aja yang bandel dulu," ucap ayah Andri sembari tertawa puas.
"Hehe kan itu dulu pa, sekarang udah gak," bela Andri.
"Hahaha iya, gimana Mia mau main sama dia tan, orang Andri nya ngajak main layangan. Kan Mia cewe tante, mana bisa naikin layangan," bela Mia.
__ADS_1
"Iya ih lagian Andri aneh-aneh aja, masa perempuan secantik ini diajak main layang-layang sih. Harusnya kan main boneka atau rumah-rumahan," ucap mama Andri sembari mengelus lembut pipi Mia dengan ketulusan dan kasih sayang.
"Andai saja, aku mendapatkan ibu mertua yang sebaik ini," ucap Mia dalam hati.
"Waah ada tamu nih," ucap nenek Mia yang baru saja keluar dari kamar dan bergabung bersama mereka di ruang tamu.
"Eh ibu, sehat bu?" ucap mama Andri dan ayahnya Andri kepada nenek Mia.
"Nenek sehat?" Tanya Andri sembari menyalami nenek Mia.
"Alhamdulillah sehat. cuman ya beginilah saya gak bisa jalan terlalu lama, soalnya kaki bakalan sakit kalau jalannya kelamaan," ucap nenek Mia sembari duduk di samping cucu kesayangannya.
"Alhamdulillah, kalo ibu sehat," ucap ayahnya Mia.
"Maaf ya bu, baru bisa berkunjung sekali nengok ibu. Padahal rumah kita deketan, cuman ya karena sibuk di rumah banyak orderan," ucap mama Andri menjelaskan.
"Iya gak apa-apa, yang penting kita semua sehat-sehat aja," ucap nenek Mia.
Meski pun mereka bertetangga, namun mereka jarang sekali bertemu. Paling ya kalau ada hal-hal yang mendesak terus meminta bantuan satu sama lain saja, baru mereka saling bertemu. Karena mamanya Andri yang juga termasuk orang sibuk jadi ya gak terlalu bisa untuk banyak-banyak membuang waktu di luar.
"Oh iya bu, sekalian aja saya mau kasih tau. Rencana Minggu depan di rumah akan mengadakan syukuran kecil-kecilan aja, ini si Andri ulang tahun, katanya mau ngadain acara syukuran aja. Kalau ibu sama Mia bisa, ke rumah sebelah ya bu," ucap mama Andri.
"Wah iya boleh InsyaAllah saya datang, gak deh Mia gak sibuk kan ya?" Tanya nenek Mia pada Mia.
"InsyaAllah hari Jum'at Mi," ucap mama Andri.
"Oalah kalau Jum'at saya gak bisa tan, soalnya saya ngajar. Sabtu Minggu baru libur biasanya," jawab Mia.
"Acaranya sore kok Mi," ucap mama Andri lagi.
"Oalah kalo gitu Mia bisa tan, InsyaAllah," jawab Mia.
"Yasudah kalau gitu jangan lupa ya nanti, oh iya tante sama om pamit dulu ya Mi, masih ada orderan yang harus dibikin, bu pamit dulu ya bu," ucap mama Mia pamit.
"Pamit dulu ya bu, Mi," sambung ayahnya Andri.
"Iya om tante, hati-hati," ucap Mia.
"Kamu gak ikut pulang An?" Tanya Mia pada Andri yang masih stay dengan cangkir es buahnya.
__ADS_1
"Ngusir nih ceritanya?" Ucap Andri.
"Eh bukan gitu, ya siapa tau kamu juga sibuk gitu," ucap Mia sembari nyengir.
"Haha gak kok Mi, aku udah free. Seminggu ke depan juga aku free, soalnya lagi menenangkan diri dulu," ucap Andri sembari meletakkan gelas es buahnya di atas meja.
"Kamu mau ikut aku jalan-jalan? Boleh kan nek Andri ajak Mia jalan-jalan?" Tanya Andri.
"Uhuk, uhuk," Mia pun tak sengaja tersedak mendengar ucapan Andri barusan, lalu Mia pun segera minum.
"Udah jangan kaget Mi, hehe," ucap Andri.
"Iya boleh kok, Mia juga udah lama gak jalan-jalan tuh, di rumah terus dia," ucap nenek Mia.
"Nah kan nenek aja kasih izin, gimana Mi kamu mau?" Tanya Andri lagi.
"Hmm iyadeh tapi sebenarnya aku mau ketemu sama kamu itu karena aku mau konsultasi An," jelas Mia.
"Hmm, gampang sih itu Mi, kan bisa sambil refreshing," ucap Andri.
"Oke juga sih kedengeran nya," sahut Mia.
"Jadi, gimana?" Tanya Andri lagi memastikan.
"Oke aku ikut, tapi jangan pas pagi ya, soalnya aku ngajar," ucap Mia.
"Iya tenang aja, bu guru," ucap Andri sembari terkekeh geli.
"Kamu gak pernah berubah ya," ucap Mia.
Andri pun mengernyitkan alisnya, pertanda bahwa dirinya tak paham maksud Mia tadi, dan Mia juga mengerti kalau Andri tengah bertanya-tanya apa maksud Mia barusan.
"Iya kan dari dulu kamu tu suka ngelawak, An," ucap Andri.
"Oh hahaha, masih inget aja nih," ucap Andri tertawa lepas.
"Iyalah masa iya udah lupa," ucap Mia yang ikut tertawa.
"Iya tapi kan lawakan ku garing Mi, buktinya aja kamu bukannya ketawa pas waktu aku ngelawak, kamu malah marah-marah yang ada, terus nyuruh aku diem juga," ucap Andri sembari mengingat masa itu.
__ADS_1
"Haha iya maaf An, namanya juga masih anak kecil jadi yaaaaa gitu lah, hehe," ucap Mia sembari menyeruput es buahnya.
"Cantik," ucap Andri dalam hati.