
Duh, kenapa sih harus ketemu sama dia lagi? Gak di dunia nyata, gan di dunia Maya selalu saja dia muncul terus. Udah kayak hantu aja tau gak.
Mia langsung berhenti bermain dan keluar dari aplikasi game mobile legend nya itu. Sembari melemparkan handphone miliknya ke sembarang, Mia pun bergegas untuk ke dapur. Sekarang Mia tengah merasa kesal, sehingga membuat perutnya merasa lapar. Bukan untuk makan, melainkan Mia pergi menuju kulkas yang terletak di dapur mereka. Mia mengeluarkan berbagai macam cemilan dari dalam kulkas dan kembali membawanya ke sofa depan televisi.
Disaat sedang merasa kesal begini, Mia hanya perlu memakan sesuatu agar hatinya kembali merasa tenang lagi. Dan setelah Mia mulai merasakan ketenangan, Mia pun memikirkan apa maksud Reyhan untuk menyapanya kembali meski hanya lewat game online. Apakah Reyhan kembali hanya ingin membuat Mia kembali bodoh seperti dulu lagi hanya karena mempercayai ucapan laki-laki bejat itu dan membuat Mia kembali menerimanya.
Tentu tidak mungkin, karena Mia sudah tidak lagi punya perasaan kepada orang itu. Meskipun Mia tidak akan pernah melupakan mantan kekasihnya itu, bukan berarti Mia masih menyimpan rasa cinta dan sayang untuknya, tidak begitu adanya. Hanya saja jika kembali mengingatnya secara tidak sengaja, atau ada seseorang yang mengingatkan Mia padanya atau bahkan dia sendiri yang kembali muncul dihadapan Mia seperti ini, maka Mia akan merasa kesal kepanya.
Bagaimana Mia tidak kesal, harusnya mantan kekasihnya itu harus tahu malu dan sadar diri bahwa bukanlah dirinya lagi yang Mia inginkan. Bahkan Mia sendiri saja tidak lagi pernah mengharapkan laki-laki brengsek itu untuk kembali. Atau mungkin hanya untuk sekedar berteman saja, rasanya Mia juga sama sekali tidak punya selera walau hanya sekedar berteman dengan Reyhan.
Huh, kayaknya badan gue udah mulai bengkak gara-gara sering ngemil nih.
Mia sembari melihat tangannya dan kemudian meraba pipinya sambil berucap setelah menghabiskan cemilan yang dia ambil dari dalam kulkas tadi.
Gak apa-apa lah gendut juga, biar cowo yang datang ke gue juga bisa menerima gue apa adanya dan tentunya tulus bukan cuman ngelihat kecantikan dan kesempurnaan badan gue doang.
Ucap Mia sembari mendengus dengan sebal, setelah mengingat-ingat kembali sosok semua laki-laki yang mencoba untuk mendekati dirinya harena karena melihat dari fisik saja bahwa Mia cantik.
Padahal kan semua perempuan itu cantik. Gak ada perempuan yang gak cantik. Hanya orang-orang yang gak bersyukur aja yang bilang bahwa dirinya atau pasangannya gak cantik.
__ADS_1
Sambung Mia lagi berbicara kepada dirinya sendiri sembari membaringkan tubuhnya di sofa, setelah merasa cukup membuat perut Mia terasa kenyang karena menghabiskan beberapa cemilan yang lumayan banyak. Kantuk pun menghampiri Mia hingga tak sadar bahwa dirinya tertidur begitu saja setelah Mia membaringkan tubuhnya di atas sofa, dengan posisi miring ke samping kanan. Televisi sengaja tak ia matikan, dan membiarkan televisi itu menyala. Karena ketika mendengar televisi menyala disaat berbaring seperti ini, Mia merasa bahwa dia sedang mendengarkan lagu Nina bobo.
"Selamat anniversary yang ke 3 tahun ya sayang. Maaf kalau aku banyak salahnya dan sering banget bikin kamu marah, kesel, bahkan sering banget bikin kamu kecewa. Aku janji, kali ini aku akan berubah demi kamu," ucap Reyhan yang memberikan bunga dan coklat kepada Mia.
Hari ini, tepat pada tanggal 12 Juli adalah anniversary nya bersama Reyhan yang ke 3 tahun. Waktu begitu terasa sangat cepat berlalu. Hingga tak disadari bahwa sekarang hubungannya dengan Reyhan sudah menginjak 3 tahun saja. Rasanya baru kemarin mereka bertemu, kenalan, dekat lalu kemudian berpacaran.
"Makasih banyak sayang.Iya aku maafin kamu kok, tapi janji ya jangan diulangi lagi. Aku berharap kamu bisa menepati janji kamu kali ini. Dan semoga apa yang sudah kita rencanakan untuk kedepannya semoga secepatnya terkabul oleh Allah," jawab Mia sembari mengambil bunga dan coklat itu dari tangan Reyhan.
"Kamu apa-apaan sih Rey, kamu belum puas nyakitin aku? Mau kamu tu apa sih sebenarnya? Apa aku harus mati dulu baru kamu bisa menghargai aku, dan gak nyakitin aku lagi."
Ketika mengucapkan kalimat itu Mia mengarahkan tangannya kepada dirinya sendiri sembari menangis sejadi-jadinya dihadapan Reyhan dan perempuan yang baru saja dia pergoki di cafe. Tidak mementingkan orang-orang sekitar yang memandang dirinya dengan tatapan penasaran ada apa dengan Mia. Mia tetap menangis hingga tak terasa Mia juga menggebrak meja dihadapannya itu dengan sangat keras.
"Gak ada lagi yang perlu kamu jelasin Rey, semuanya udah jelas. Sangat jelas. Kamu nyakitin aku lagi Rey, kamu selingkuhin aku lagi. Kamu pikir dengan begini, aku bakal bisa terima maafin kamu lagi hah?"
Mia membentak kekasihnya itu dihadapan semua orang termasuk perempuan yang terpergok sedang bersama dengan Reyhan. Karena merasa sudah tidak tahan dengan apa yang dilihatnya barusan, Mia pun memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua di cafe itu.
"Jahat kamu Rey, jahat. Aku gak nyangka kalau kamu bakal nyakitin aku lagi. Aku pikir selama ini kamu udah berubah dengan segala sikap manis kamu dihadapan kamu. Ternyata itu semua hanya bentuk manipulasi mu saja, biar aku gak tau permainan yang masih kamu mainkan dibelakang aku."
Mia kembali ke apartemennya, dan langsung berlari ke arah sahabatnya, Cia sembari memeluk Cia.
__ADS_1
"Kamu kenapa Mia?" tanya Cia.
"Reyhan Ci, Reyhan," Mia menangis sesegukan dalam pelukan sahabatnya itu.
"Iya ada apa dengan Reyhan?" tanya Cia lagi.
"Dia selingkuhin aku lagi Ci. Dia nyakitin aku lagi," Mia menjawab dengan suara yang sudah hampir hilang.
"Kurang ajar banget sih Reyhan. Nanti gue yang akan kasih dia pelajaran Mi."
Mia pun terbangun dari tidurnya, tentu saja Mia merasa kaget dan syok ketika menyadari bahwa dirinya ternyata benar-benar menangis. Bukan hanya dalam mimpi saja.
Ya Tuhan. Aku ini kenapa?
Ucap Mia yang merasa kebingungan karena bajunya yang basah akibat terkena air matanya sendiri.
Ya ampun Mia, kamu ini kenapa sih? Kok bisa-bisanya nangis sampai sesegukan gini. Kenapa juga aku harus mimpi dia sih? Jangan bilang kalau aku masih berharap sama dia, gak ah gak mau lagi sama dia. Aku gak akan mau balik lagi sama diam Mia sadar Mia, kamu ini udah sering banget disakiti sama dia bukan hanya sekali tapi berkali-kali dia nyakitin kamu. Aku ini kenapa ya Tuhan. Kenapa aku masih aja mimpi dia sih, aku udah gak cinta sama dia. Dan aku mohon ya Tuhan jangan lagi sekali-kali aku mimpi dia apalagi berharap untuk kembali sama dia, jangan sampai.
Sembari menepuk pipinya, berharap bahwa dirinya akan cepat sadar dan tidak tidak lagi menangis. Namun tetap saja, Mia masih sesegukan karena tangisannya tadi. Meskipun hanya mimpi, tapi tetap saja mimpi itu mampu membuat Mia merasa gelisah. Mia hanya bisa berharap bahwa dirinya tidak akan lagi pernah bertemu dengan Reyhan.
__ADS_1