KECANTOL CEO DUDA

KECANTOL CEO DUDA
Chapter 25


__ADS_3

"Tik, bangun! Heh, Tik. Wis nyampek iki lo, bangun!" ucap Ervi menyenggol bahu kanan ku menggunakan bahunya.


"Konopo to kamu iki Vi?" ucap ku sembari mengucek ke dua mata ku yang masih terasa kantuk.


"Uwes nyampek ki loh, kok malah ngopo ngopo!" sahut Ervi ketus.


Aku langsung menoleh ke arah jendela untuk melihat sekeliling, bus yang kami kendarai masih berjalan tapi memang sudah dekat dari area terminal Pura baya.


Kruyuk kruyek!


"Vi, kamu laper ndak?" ucap ku tiba tiba karena perut ku terasa lapar dan sedikit berbunyi.


"Yo laper pol aku, kamu gak makan sik to tadi sebelum berangkat?" Ervi menoleh menatap wajah ku yang masih malas.


"Sarapan to tapi cuman makan dikit e aku, la ini wes siang jadi laper lagi aku." sahut ku.


"Sama to, aku yo sarapan dikit. Eh, tenang to, aku bawa roti gulung kok. Entar kita makan di trotoar ae yo." ucap Ervi.


"Gila to kamu iki? kenapa ndak di makan ndek kos ae?"

__ADS_1


"Yo keburu laper, wong kita jalan kaki. Kos e yo lumayan jauh og dari sini." sahut Ervi.


"Ayo yang turun yang turun! Ini udah rute penurunan terakhir, ayo bangun bangun. Bangun woy bangun!" teriak laki laki yang berprofesi kondektur itu sembari berjalan dari depan menuju ke belakang untuk membangunkan penumpang yang tertidur.


"Ayo turun Vi!" ucap ku sembari bangkit dari duduk ku dan di ikuti Ervi, lalu berjalan menuju pintu pintu bus bagian belakang untuk keluar.


Setelah turun, aku dan Ervi berjalan bersama menuju pintu keluar terminal.


"Eh Vi, kita mampir ke alf mart dulu yo cari air. Toh sekalian bisa istirahat di depan situ dulu." ucap ku pada Ervi sembari menunjuk kursi kursi hijau yang terdapat pada teras alf mart di depan ku.


"Iyo wes aku yo tak beli, aku yo haus kok." ucap Ervi.


Aku dan Ervi kemudian masuk ke dalam ruangan ber ac ini.


Memang suasana di bus tetap panas meskipun terdapat ac, terlebih keringat orang orang bercampur aduk menjadi satu.


Aku mengambil sebotol teh, lalu beralih membuka frezeer es dan mengambil satu bungkus dengan rasa coklat kesukaan ku.


Entah Ervi mengambil apa aku tidak tau, mungkin ia sedang berada du deretan rak makanan ringan.

__ADS_1


Tiba tiba...


Brug!!


Aku seperti menabrak seseorang menggunakan ransek besar yang ada di punggung ku ini saat mundur tanpa menoleh ke belakang.


"Aduuuhh..." guman laki laki yang terjatuh tadi.


Aku segera berbalik arah menatap ke bawah, benar saja ternyata memang ada seorang laki laki yang mengenakan jas hitam itu sudah tersungkur di lantai.


Buru buru aku segera jongkok untuk membantunya.


"Maaf pak, maaf. Saya benar benar nggak tau pak, saya nggak lihat tadi." ucap ku sembari meletakan belanjaan laki laki itu yang berserakan di lantai.


Belanjaan yang tercecer itu terdapat beberapa biji kiner j*y, sebuah bando pita berwarna pink, dan masih banyak lagi makanan ringan lainnya seperti coklat dan snack lain yang di sukai anak anak.


"Kamu gimana sih? jalan nggak lihat lihat." ucap laki laki itu mendongak ke arah ku.


"Pa.. Pak Bara??" ucap ku sembari menutup mulut ku cepat, aku benar benar tak menyangka jika seseorang yang ku tabrak adalah laki laki yang dua hari lalu habis habisan memarahi ku di sesi interview kerja ku sebagi office girl dan sekarang aku bisa mati sudah melakukan kesalahan lagi.

__ADS_1


"Kamu??" ucap pak Bara sembari menunjuk ke arah muka ku.


"He he.. Iya pak, maaf ya pak. Saya bener bener gak liat pak." ucap ku meringis sembari merapatkan ke dua telapak tangan ku di depan muka ku sebagai pertanda meminta maaf.


__ADS_2