Kehamilan Yang Tidak Aku Inginkan

Kehamilan Yang Tidak Aku Inginkan
part 4


__ADS_3

"Dilan... Dilan." Teriak bapak ku yang sedang memarkirkan motornya di depan rumah.


"Tatek....!!" Dia berlari memeluk kakeknya.


"Kenapa tatek balu datang sekarang?"Tanyanya kesal.


"Kakek ada kerjaan kemarin. Siapa yang mau ikut?"


"Ian...Ian..!!" Serunya kegirangan.


"Nanti kita beli jajan yang banyak ya.." Bapak menawarinya supaya Dilan yakin untuk ikut dengannya.


"Iyeee..." Soraknya gembira.


"Nak, jangan ikut Kakek terus deh. Kakek kan sibuk, nanti Dilan ditinggal sama Nenek Ita dirumah. Kasihan Nenek mu capek." Aku beralasan supaya dia tidak mau ikut.


"Mau ikut Ma." Dia menjawab ku dengan menampakkan wajah yang cemberut.


"Ayok naik. Kita tinggal Mamanya." Sembari bapak melonggarkan depan motornya memberi Dilan tempat duduk.


Dilan naik ke atas motor Kakeknya dengan sangat senang.


"Nanti ayah marah sama Mama kalau Dilan enggak ada dirumah." Aku memberinya alasan, sambil aku menarik tangannya.


"Dilan mau ikut Kakek..." Dilan menangis karena aku larang ikut.


"Biarin aja ikut, nanti kalau mau pulang juga diantar." Bapakku membela Dilan.


"Salim dulu Nak." Terpaksa aku mengijinkannya ikut walau dengan berat hati.


"Dadah Mamah." Teriaknya kegirangan sambil berlalu meninggalkan ku.


Sia-sia saja semua alasanku melarang Dilan ikut Kakeknya.


Walau terkadang sibuk Bapak selalu menyempatkan waktu untuk menjemput Dilan.

__ADS_1


Dia sehari-hari sibuk mengurus sapinya.


Karena pekerjaan bapak ku jual beli sapi.


Kalau orang-orang bilang di desa ku Bapak ku saudagar katanya. Iya kali saudagar.


Syukurnya dari dulu kita hidup berkecukupan. Bapakku orangnya royal. Apalagi kalau soal perempuan. Dari dulu sifat genitnya tidak pernah hilang. Makanya ibuku mengalah memilih bercerai.


Aku terkadang merasa sungkan kepada Bi Ita.


Aku takut Bi Ita menjadi kerepotan dengan kedatangan Dilan.


"Assalamualaikum..." Terdengar suara Mas Ardan dari balik pintu yang baru pulang dari sawah.


"Waalaikumsallam." Aku membuka pintu dan menjawab salam nya dengan sinis.


"Suami pulang capek, masa mukanya ditekuk Mulu, masih ngambek?" Dia menggodaku sembari tersenyum.


Aku masih saja dengan respon ku yang masih ngambek karena kejadian kemarin.


"Dilan udah tidur, kenapa sepi ya rumah?" Tanya nya sambil memandangi seluruh ruangan mencari Dilan.


"Kenapa di kasih ijin terus anaknya pergi. Kasihan nanti Bi Ita, bapak kan jarang dirumah."


"Biar deh mas. Aku juga kalau ada dia kerepotan dirumah."


"Ngomong apa kamu Ara, masa iya kerepotan sama anak sendiri."


Kalau enggak ada Dilan dirumah tidak ada yang mencairkan suasana.


Tapi biarlah, setidaknya aku bisa istirahat.


Sekarang aku lebih memilih uring-uringan di kamar.


***

__ADS_1


"Ara belum masak.?" Tanya nya lembut menghampiriku ke kamar.


"Udah dong ngambeknya. Ujarnya yang masih saja terus membujukku.


"Aku capai mas, badanku semakin berat aja rasanya. Mas Ardan goreng telur aja iya." Aku mulai melunak.


"Itu efek Dede bayinya, ajak ibunya malas terus." Mas Ardan menggelitik ku.


"Enggak malas mas. Itu pekerjaan rumah udah selesai semua. Cuma enggak sempat masak aja tadi." Jawabku ngeles.


"Bisa aja jawabnya. Mas goreng telur dulu." Mas Ardan berlalu menuju dapur meninggalkan ku yang masih mager di kasur.


"Ara.... Ayok makan dulu?" Kudengar teriakan Mas Ardan dari arah dapur.


Aku menuju dapur kemudian duduk manis dimeja makan.


"Silahkan makan Bumil kesayanganku." Mas Ardan menyuguhkan telur dadar dan sepiring nasi untukku.


"Jangan gitu ah Mas, nanti ada yang denger." Ucapku malu.


"Emang salah aku melayani istriku.?


"Malu tau mas." Kataku sungkan.


"Makan yang banyak. Biar Dede nya sehat." Pintah Mas Ardan.


"Iya Mas."


Aku menurut.


Sebenarnya aku enggak mau makan.


Dari kemarin aku menjaga porsi makanku.


Walaupun kadang nafsu makan ku besar, tapi aku menahan diriku.

__ADS_1


Aku enggak mau makan banyak-banyak takut perutku kelihatan membesar.


Untuk sekarang aku menjaga perasaan Mas Ardan. Aku tidak ingin merusak suasana di meja makan dengan menolaknya.


__ADS_2