
Azizah pergi dengan terburu-buru, karena waktu sudah menunjukan pukul 08:30. Dia berlari menuju kelas dan merasa lega karena ternyata dosen belum datang.
"Alhamdulilah, untung Sis Zainab belum datang," ucapnya bahagia, sambil mengelus-elus dadanya.
Ketika Azizah akan melangkahkan kakinya menuju kelas, tanpa sepengetahuannya ternyata Sis Zainab sudah berada dibelakangnya.
"kamu terlambat lagi Zizah?'' Menatap Azizah tajam.
Seketika Azizah langsung membalikan tubuhnya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat Sis Zainab. Azizah hanya bisa tersenyum cengengesan, sembari berkata.''ehh.. Sis, sejak kapan Sis ada di sini?''
Sis Zainab menatap tajam kearah Azizah, dan seluruh mahasiswa/i yang berada di kelas mentertawakan Azizah. Seketika pula wajah Azizah memerah.
''kamu masih mau di sini, atau masuk ke kelas?'' ucap Sis Zainab agak berteriak.
Azizah terkejut mendengar apa yang Sis Zainab lontarkan, kenapa dia tidak dihukum? mungkin itu yang ia fikirkan.
''Ayok cepat masuk.'' Sis Zainab melototkan matanya.
''I-- iiyaa Sis'' jawab Azizah, terbata-bata.
Sis Zainab masuk kedalam kelas, diikuti Azizah dibelakangnya. Azizah melihat semua yang ada dikelas tersenyum senyum kecil. Azizah segera duduk, namun diujung sana ada seorang laki-laki yang sama sekali tidak menghiraukn kejadian tadi bahkan tersenyum saja tidak. Azizah merasa heran kenapa dia tidak ikut tertawa? dasar aneh..!! Mungkin itu yang ada difikirannya. Karena memang lelaki itu adalah orang satu satunya yang tidak menertawakannya tadi.
\* \* \*
Jam pelajaran pertamapun berakhir, Sis Zainab pergi meninggalkan kelas begitu juga sebagian mahasiswa/i. Sementara Azizah masih terus memperhatikan laki-laki diujung sana yang sedang asyik membaca buku, Aisyah yang melihat tingkah laku Azizah merasa aneh, sehingga ia segera menegur Azizah.
''Azizah!'' panggil Aisyah.
Azizah masih asyik memperhatikan lelaki itu sehingga ia tidak mendengar panggilan Aisyah, Aisyah memukul meja sangat keras sehingga Azizah menjadi terkejut. Tapi tidak dengan lelaki itu, lelaki itu masih sibuk dengan bukunya.
''Ya ampun Aisyah, kamu kenapa sih pake acara mukul meja segala," ujar Azizah, sedikit kesal juga terkejut.
''Seharusnya aku yang nanya kayak gitu, kamu kenapa? dari tadi aku panggil-panggil gak nyahut-nyahut. Kamu lagi liatin apa, sih?'' Menatap Azizah heran.
''Aku heran aja sama dia, kenapa tadi dia sama sekali gak ketawa yaa? sedangkan seisi kelas ini ngetawain aku." Melirik pemuda itu.
"Dia, maksud kamu, dia itu siapa?'' tanya Aisyah semakin heran.
''Noh yang lagi baca buku.'' Azizah menunjuk ke arah pemuda itu.
''Maksud kamu, Ghibran?'' tanya Aisyah memastikan.
Azizah menganggukkan kepalanya, dan berkata. ''bahkan tadi aja pas kamu mukul meja, dia gak merasa terkejut atau pun terganggu. kan aneh!''
Aisyah melihat kearah ghibran, sembari berkata, ''iyaa juga yaa, ahh kamu kayak gak tau dia aja diakan emang kayak gitu orangnya. cuek banget, yaudahlah gak usah ngerasa aneh.''
"Ada yaa orang kayak gitu?'' celetuk Azizah.
"Tapi, kalau punya pacar kayak dia enak deh Zah. dianya gak bakalan genit-genit sama cewek lain. Apalagi dia pintar banget, ya walaupun cuek sih,'' tutur Aisyah, sedikit memuji pemuda tersebut.
''Enak gimana? yang ada nanti kita malah dicuekin."
"Yaudahlah, ganti topik. Nanti telinga dia panas lagi, kita omongin terus." pinta Aisyah.
"Ok, gimana kalau kita ke kantin. Aku udah lapar nih,'' ajak Azizah.
''Ide yang bagus..!!'' ujar Aisyah, menyetujui.
Azizah dan Aisyah pun pergi dari kelas, sementara Ghibran masih sibuk membaca bukunya dan kini ia hanya seorang diri di dalam kelas.
Kini Azizah dan Aisyah sedang berada di kantin, mereka sedang menikmati makanan yang mereka pesan.
"Ngomong-ngomong, kenapa kamu tadi terlambat Zah?'' tanya Aisyah, memulai obrolan mereka.
Azizah meminum minuman dihadapannya,lalu berbicara, "biasalah syah pekerjaan rumah bnyak bnget, jadinya aku terlambat lagi deh."
Aisyah mengangguk-anggukan kepalanya tanda ia mengerti, tiba-tiba lewatlah seorang lelaki tampan dihadapan mereka. Azizah begitu terpukau melihat ketampanan lelaki itu sampai-sampai ia tidak mengedipkan matanya.
"Kamu kenapa Zah, ngeliatnya kayak gitu banget?'' tanya Aisyah bingung.
"Subhanallah Syah, Fahmi ganteng banget yah." Memperhatikan lelaki yang duduk di sebrang meja, sembari tersenyum-senyum sendiri.
"Jangan bilang, kalau kamu suka sama Fahmi?" tanya Aisyah menduga.
Azizah terkejut, mendengar pertanyaan yang Aisyah lontarkan. Lalu berbicara, "lhoo emang kenapa?? gak ada alasan aku gak suka sama dia, selain ganteng, pintar, baik ramah pula. Pokoknya sempurna deh. Gak salahkan kalau aku suka sama dia," tutur Azizah memuji Fahmi.
"iya sih gak salah, tapi kamu harus ingat saingan kamu pasti banyak banget," peringat Aisyah.
Azizah hanya mengernyitkan dahinya dan tersenyum, sembari berkata. "tak apalah.''
"Hmmm, yaudah terserah kamu aja deh, aku sebagai teman hanya bisa mendukung."
Aisyah tersenyum begitu juga dengan Azizah, Aisyah memegang perutnya yang tiba-tiba merasa sakit.
"Aduh," ringis Aisyah memegang perutnya.
"Kamu kenapa, Syah,?" tanya Azizah heran.
"Sepertinya aku sakit perut, aku ke toilet dulu yah.'' Aisyah pergi berlalu meninggalkan Azizah.
"Aisyah-Aisyah, baru juga di isi. udah dikeluarin lgi," ucap Azizah meledek.
Beberapa menit kemudian, Azizah masih menunggu Aisyah namun Aisyah tak kunjung datang. Akhirnya Azizah memutuskan untuk pergi dari situ, Azizah berjalan menuju kelas dan ketika ia sudah mendekati pintu tidak sengaja bertabrakan dengan seorang lelaki yang tak lain adalah Ghibran.
"Maaf, maaf,'' ucap Ghibran cepat.
Azizah hanya diam saja, tanpa melihat Azizah Ghibran langsung pergi dengan terburu-buru.
"Dasar aneh!" ujarnya kesal.
Azizah pun masuk kedalam kelas dan duduk dikursi lalu ia mengambil sebuah buku ditasnya, Azizah pun membacanya.
Ketika Azizah sedang asyik membaca, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang akan memasuki kelas. Namun, Azizah tetap asyik membaca. Suara langkah kaki itu semakin jelas terdengr, semakin dekat dan suara langkah kaki itu menghilang. Namun kini telah berdiri seorang lelaki dihadapan Azizah tetapi ia masih sibuk membaca.
"Assalamualaikum,'' sapa lelaki itu, mengucap salam.
Azizah berhenti membaca, dan betapa terkejutnya ia saat melihat laki-laki dihadapannya adalah Fahmi. Orang yang ia kagumi selama ini. Azizah bangkit dari duduknya tanpa menutup bukunya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam.'' Azizah tersenyum.
"Apa, aku ganggu kamu?" tanya Fahmi.
Azizah menjawab dengan spontan, dan sangat bahagia, lalu berkata, "oo.. enggak kok, sama sekali gak ganggu. Kalau boleh tau ada apa yaa?''
''Oiyaa kita belum kenalan, aku Fahmi," ujar Fahmi memperkenalkan diri.
Fahmi mengulurkan tangannya dan mereka bersalaman namun tidak smpai menyentuh karena mereka bukan mahram.
"Aku Azizah." Azizah tersenyum.
"Aku dengar, katanya kamu pandai menggambar yaa?'' tanya Fahmi menerka.
"Darimana kamu tahu?''
Fahmi tersenyum, lalu berkata. "anak anak yang bilang, oiyaa aku kesini mau nawarin ini.''
Fahmi memberikan secarik kertas, Azizah segera melihatnya. " Remaja Kampus Of Islamy?'' ucapnya pelan.
"Ya, kamu maukan buatkan konsepnya? dan kamu maukn gabung, udah banyak kok yang udah gabung sama kami,'' tutur fahmi memberitahu.
"Tapi, gimana caranya?'' tanya Azizah bingung.
"Caranya gampang kok, kamu tinggal gabung aja. Nanti kita bicarakan lagi untuk selanjutnya, oiya di kelas ini juga udah ada yang gabung kok."
"Oh yaa? kalau boleh tau siapa aja?'' tanya Azizah penasaran.
"Kalau gak salah, Ghibran dan Aisyah sudah bergabung.''
"Aisyah? kok dia gak bilang yah," ucap Azizah pelan.
"Gimana, kamu maukan?" tanya Fahmi memastikan.
Azizah tersenyum dan mengangguk pelan.
"Ok, kalau gitu besok siang kamu datang aja ke Mushola. Yaudah aku duluan, makasih," ucap Fahmi berpamitan dan tersenyum lalu pergi.
"Kok, Aisyah gak bilang yah kalau dia ikut remaja kampus?'' lirih Azizah.
Ditempat berbeda, Aisyah bertemu degan Fahmi diluar kelas. Aisyah melempar senyum begitu juga Fahmi, lalu pergi dan Aisyah masuk ke dalam kelas.
"Aisyah, kamu darimana aja?'' Melihat kedatangan Azizah.
"Maaf Zah, tadi aku bener-bener sakit perut. makanya lama," tutur Aisyah, sembari duduk disamping Azizah.
Azizah menghela nafas sejenak, lalu berbicara, "oiya kamu kok gak bilang kalau kamu ikut remaja kampus?"
"Astagfirallah aku lupa, iyaa aku baru aja mau bilang sama kamu. Tapi, kamu kayaknya udah tau ya? oiyaa tadi di depan aku ketemu sama Fahmi, abis ngapain dia?" tanya Aisyah penasaran.
"Yah itu, tadi dia ngasih tau soal itu. Eh syah, emang cowok aneh itu ikut juga yaa?"
Aisyah mengernyitkan dahinya, lalu berkata. "Cowok aneh? maksud kamu, Ghibran?"
"Ya siapa lagi, cowok aneh di kampus inikn cuma dia," ucap Azizah cepat.
"Masa sih?" tanya Azizah, sedikit penasaran.
Aisyah menganggukan kepalanya lalu tersenyum, Azizah melihat kearah meja Ghibran dan dia melihat sebuah buku yg ada diatas meja. Ia penasaran, buku apa yang Ghibran baca sedari tadi, Azizah terus memandangi buku tersebut.
Azizah bangkit dari duduknya, Aisyah yang melihatnya merasa heran. Hendak kemana Azizah? Mungkin itu yang ada di benaknya.
"Eeehh, kamu mau kemana zah?" Tanya Aisyah bingung.
Azizah tidak menghiraukan ucapan Aisyah, ia terus berjalan menuju meja Ghibran. Azizah mengamati buku tersebut lalu segera mengambilnya dan melihatnya, sembari berbicara, 'ISTRI SHALIHAH' , ucapnya pelan.
Aisyah melihat ada orang yang akan datang ke dalam kelas dan ternyata itu adalah Ghibran. Aisyah terkejut, dan mencoba memberitahu Azizah namun Azizah tidak menghiraukannya.
"Azizah.. azizah..!!" panggil Aisyah.
Ghibran datang dan melihat Azizah sudah berada dimejanya, tanpa sepengetahuan Azizah. Karena ia masih asyik dengan buku ditangannya, Aisyah hanya bisa terdiam melihat keberadaan Ghibran di sana.
"Aku gak nyangka, ternyata cowok aneh itu suka baca buku beginian juga yah," gumam pelan Azizah.
"Sedang apa kamu dimeja saya?!" pekik Ghibran.
Azizah terkejut mendengar ada suara laki-laki, seketika ia membalikan badannya dengan buku yang masih ada dalam genggamannya. Azizah sangat terkejut, kini Ghibran tengah ada dihadapannya.
"Apa yang sedang kamu lakukan, di situ?" tanya Ghibran tak suka.
"E..e.. aku cuma, mau liat buku kamu doang kok," jawab Azizah terbata-bata, segera menyimpan buku itu kembali kemeja dan tersenyum lalu berjalan menuju mejanya.
"Gak baik mengambil sesuatu yang bukan milik sendiri, jika tidak ada pemiliknya," celetuk Ghibran, sembari duduk di kursinya.
Langkah Azizah terhenti saat mendengar ucapan Ghibran, Azizah merasa tersinggung. lalu ia membalikan tubuhnya.
"Aku gak ngambil, tapi cuma meminjamnya," ujar Azizah kesal.
"Itu sama saja, jika tidak ada pemiliknya itu gak baik," ucap Ghibran datar, lalu membereskan buku-bukunya kedalam tas.
"Tapikan, aku cuma liat doang. Apa gak boleh?" ucap Azizah memberi alasan.
Ghibran mengambil tasnya lalu pergi tanpa menghiraukn ucapan Azizah.
"Hey!! aku lagi ngomong sama kamu, gak sopan amat sih maen pergi aja," ucap Azizah kesal.
Aisyah yang melihat adegan antara Azizah dan ghibran hanya bisa terdiam, Azizah merasa kesal lalu ia duduk di ikuti oleh Aisyah.
"Kenapa kamu gak ngasih tau sih Syah, kalau ada cowok aneh itu?" tanya Azizah kesal.
"Ya ampun Azizah, aku udah ngasih tau kamu. Aku udah manggil-manggil tapi, kamu tidak mendengarnya." tutur Aisyah menjelaskan.
"Ternyata, cowok aneh itu selain dia aneh dia itu nyebelin juga yah."
"Hmm, yasudahlah. jangan difikirkan,"
Azizah masih merasa kesal atas kejadian tadi, perlakuan Ghibran memang tak bisa ia terima begitu saja. Tak sopan!!
__ADS_1
• • • •
Azizah pulang dengan rasa kesal, karena kejadian tadi benar-benar membuat emosinya memuncak. Azizah terus melangkahkan kakinya dengan wajah yang kesal, saat ia berjalan tiba-tiba ada sebuah motor yang melintas dan membuat genangan air dijalan berantakan hingga mengenai pakaian Azizah. Azizah sangat terkejut dan merasa kesal dibuatnya, ia berhenti dari langkahnya.
"Hey, kamu punya mata gak sih?!" teriak Azizah kesal.
Motor itu pun berhenti dan mundur kearah Azizah, sang pengemudi turun dan membuka helm lalu membalikkan tubuhnya. Seketika Azizah melongo, saat melihat si pemilik motor, itu adalah Ghibran. Orang yang tadi membuatnya kesal, dan lagi-lagi Azizah dibuat kesal oleh perlakuannya.
"Kamu!" Melongo melihat Ghibran dihadapannya.
"Kenapa? ada apa?" tanya Ghibran cuek.
"Kamu masih bertanya kenapa, ada apa? Lihat, gara-gara kamu pakaian aku jadi kotor," tutur Azizah kesal mencoba membersihkan pakaiannya dengan tangannya.
"Terus?" tanya Ghibran tak perduli.
"Terus?!" pekik Azizah, mengulang ucapan Ghibran.
"Iya, terus kenapa? toh pakaian kamu udah terlanjur kotorkan, lagi pula nanti masih bisa dibersihkan. jadi apa masalahnya," ujar Ghibran santai.
"Kamu, tuh yah!" ucap Azizah semakin kesal.
"Maaf, aku buru-buru," Ghibran melangkah menuju motornya, tak memperdulikan Azizah yang tengah kesal olehnya.
"Apa kamu gak pernah diajarkan untuk bisa bersikap sopan santun sama orang lain!" teriak Azizah semakin kesal. Namun Ghibran tetap pergi melaju dengan motornya dan tak memperdulikan Azizah yang tengah marah-marah.
"Ya Allah, kenapa Engkau menciptakan orang aneh dan nyebelin seperti dia? Astagfirallahaldzim, sabar Azizah tahan emosi kamu." Azizah menarik nafasnya dalam-dalam.
saat Azizah akan melangkah kaki, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti dihadapannya. Si pemilik mobil itu pun keluar dan keluarlah, seorang pemuda tampan yang perawakannya tinggi, tegap, gagah sangat sempurna. Kemeja kotak-kotak yang ia kenakan menambah ketampanannya.
"Fahmi," ucap Azizah pelan.
Azizah terkejut melihat Fahmi, lalu Fahmi menghampiri Azizah.
"Azizah, apa yang kamu lakukan di sini? lho pakaian kamu kenapa?" Melihat kearah pakaian Azizah yang basah.
"Enggak, tadi kena cipratan genangan air yang ada dijalan," tutur Azizah menjelaskan.
"Oh, oiya kamu mau pulang yah?" tanya Fahmi.
"Iyah, kalau kamu?"
"Aku juga mau pulang, bagaimana kalau kita pulang bareng?"
"Mmm.. tapi, kita kan tidak searah."
"Tidak masalah, itung-itung aku jadi tau rumah kamu. Gimana?"
"Tapi, apa tidak merepotkan kamu?" tanya Azizah, merasa tak enak.
"Sama sekali tidak, malah aku senang bisa mengantar kamu pulang," tutur Fahmi sambil mengulas senyum dibibirnya
Kali ini Azizah tidak bisa menolak ajakan Fahmi, ia hanya mengangguk pelan. Fahmi membukakan pintu mobil untuk Azizah, Azizah masuk dan Fahmi juga ikut masuk kedalam mobil melalui pintu yang berbeda. Mereka berdua pun melaju pergi.
"Oh ya, Zah. Gimana, kamu mau gabung gak?" Tanya Fahmi, memulai obrolan mereka.
"Mmm. InsyaAllah mi," jawab Azizah pelan.
"Ok , aku tunggu yah." Fahmi menoleh, seraya mengulas senyum. Azizah membalas senyumnya.
"Oh ya, apa Aisyah sudah lama bergabung?" Tanya Azizah sedikit penasaran.
"Tidak, Aisyah juga masih baru bergabung dengan kami. Yah, sekitar satu bulanan lah." tutur Fahmi, menatap kedepan fokus menyetir.
Azizah hanya manggut-msnggut mendengar penuturan Fahmi. Tak ada lagi suara yang keluar dari mulut mereka, kini keheningan mengahampiri antara Fahmi dan Azizah.
Ada rasa bahagia yang Azizah tengah rasakan. Bagaimana tidak, saat ini ia sedang bersama orang yang selalu dikaguminya selama ini. Fahmi memang seorang pemuda yang baik, dan terbilang pintar selain itu ia juga ramah juga mudah akrab. Rupanya juga sangat tampan, tak heran jika semua wanita dikampus pun banyak menyukai dan mengagumi Fahmi, termasuk Azizah.
Azizah melihat kearah jendela dan terus memandangi pemandangan diluar sana dengan hati yang berbunga-bunga, sesekali ia mengulas senyum dibibirnya.
Ya Allah, mimpi apa aku semalam. Bisa diantar pulang oleh Fahmi, sungguh aku sangat bahagia Ya Allah sangat bahagia. Terima kasih Ya Rabb, semoga aku bisa bersama Fahmi dimasa depan nanti. Astagfirullahaladzim, Azizah apa yang sedang kamu fikirkan? Maafkan aku Ya Allah.
"Zah, kamu kenapa?" Melihat kearah Azizah yang sedari tadi senyum-senyum sendiri.
Azizah tersadar dari lamunannya setelah mendengar seruan Fahmi. Ia terdiam sejenak karena sedikit terkejut mendengar ucapan Fahmi.
"Zah, kamu kenapa? Aku perhatikan, sepertinya kamu sedang bahagia yah." Sekali lagi, Fahmi bertanya.
"Mmm, tidak apa-apa kok," ujar Azizah malu, dan pipinya sedikit memerah.
"Benar, kamu tidak apa-apa?" tanya fahmi, memastikan.
Azizah hanya mengangguk pelan seraya melempar senyumnya, sementara Fahmi kembali fokus menyetir mobilnya.
"Oh ya, Zah. Dari sini kemana lagi?" tanya Fahmi, menanyakan arah jalan.
"Lurus aja Mi."
"Oh." ucap Fahmi pelan.
Fahmi kembali fokus menyetir dan tidak berapa lama mereka pun sampai di depan rumah Azizah. Fahmi memberhentikan mobilnya.
"Sudah sampai Zah." Menoleh kearah Azizah yang masih duduk disampingnya.
"Iya, kamu tidak ingin mampir dulu Mi?" tanya Azizah memberi tawaran.
"Sudah sore, mungkin lain kali saja."
"Mmm, yasudah aku masuk dulu yah. Terima kasih karena sudah mau mengantarkanku pulang," ucap Azizah sembari tersenyum.
"Iya, Zah sama-sama. Aku juga senang bisa mengantarkan kamu pulang." Menatap Azizah dan mengulas senyum dibibirnya. "Yasudah, aku pulang dulu yah."
Azizah hanya mengangguk pelan, lalu keluar dari dalam mobil dan berdiri disamping. Di dalam mobil Fahmi melambaikan tangannya sambil mengucapkan salam.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Mengulas senyum dibibirnya.
__ADS_1
Fahmi pun pergi melaju dengan mobilnya Dan Azizah masuk kedalam rumah dengan wajah yang berseri-seri.