Kekasih Manusia Harimau

Kekasih Manusia Harimau
kebenaran


__ADS_3

Saat Tiara mendengar pembicaraan Datuk dan Arya tentang dirinya , Tiara langsung menyela pembicaraan Arya dan Datuk . " Maksud Datuk aku bukan manusia ?" tanya Tiara yang masih belum bisa menerima kebenaran tentang dirinya , " Tiara sejak kapan kamu di situ nak?" tanya Datuk balik padanya .


" Aku sudah mendegar semuanya Datuk , ini tidak mungkin ibuku dan ayah ku manusia biasa , mana mungkin aku manusia harimau ini tidak mungkin Datuk " jawab tiara dengan tangisan dan rasa tidak percaya tentang dirinya , setelah mengatakan itu tiara pun berlari kekamar meninggalkan Datuk dan arya di ruang tengah .


" Tiara tunggu !" teriak arya yang ingin meyusul tiara dan menjelaskan semua nya pada tiara, " tunggu dulu arya , biarkan dia menenang kan dirinya dulu malam ini , besok kita akan jelaskan semua nya pada tiara " jelas Datuk pada arya sembari memegang pundak cucunya.


" Baik kakek" ucap arya , " ada apa tiara kenapa kau menangis !?" tanya pia sembari menenang kan sahabat nya itu, " aku takut pia aku mau pulang saja " ucap pia yang masih menangis ter Isak -isak .


Baiklah kalau kamu gak mau cerita , sebaiknya kamu tidur lah dulu besok kita akan bahasa semua ini " ucap pia yang berusaha untuk membuat tiara tenang .


Suara azan subuh pun terdengar dari musholah , arya dan Datuk maringih pun berangkat menuju musholah untuk melaksanakan sholat subuh , tapi tiara dan pia malah melanjut kan tidur nya tanpa peduli suara azan yang terdengar sampai ke kamar mereka berdua .

__ADS_1


Matahari sudah mulai menampak diri , Cahaya nya mencoba masuk melalui celah jendela kamar mereka , " tiara ayok bangun katanya kamu mau pulang hari ini " ucap pia sembari mengguncang tubuh tiara yang masih merangkup di tempat tidur .


" Ada apa pia kenapa kamu bangunkan aku sepagi ini " , ucap tiara yang masih engan membuka matanya , " ya sudah aku mandi duluan setelah aku selesai mandi kamu harus sudah bangun " gumam pia sembari pergi ke kamar mandi .


Setelah beberapa lama tiara dan pia pun selesai berkemas barang mereka kedalam Köper dan menarik ya keluar kamar , Datuk yang melihat tiara dan pia membawa Köper langsung bertanya pada mereka , " kalian mau kemana nak pia dan tiara ?" ucap Datuk sembari berjalan menuju mereka berdua .


" Maaf Datuk aku dan pia ingin pulang kejakarta " jawab tiara sembari menuduk kan kepala ya , " nak tiara sebelum kamu pergi Datuk ingin menceritakan sebuah rahasia pada kamu " ucap Datuk. "Rahasia apa Datuk ?" tanya tiara yang merasa bingung , " ayok kita duduk dulu " ucap Datuk sembari duduk di kursi panjang , pia dan tiara pun langsung duduk di kursi kayu di samping mereka , " arya kemari ada yang mau kakek bicarakan " teriak Datuk memanggil arya yang berada di kamar ya , mendegar pangillan kakek nya arya bergegas menuju ruang tengah , " ada apa kakek memanggil arya ?" tanya arya pada kakek nya . "Kamu duduk dulu , baru kakek ceritakan pada kalian semua nya, setelah mereka semua duduk Datuk maringih memulai pembicaraan , " tiara , pia dan arya kakek ingin mengatakan pada kalian sebuah rahasia tentang desa ini dan tentang harimau putih ," ucap Datuk sembari melihat ke arah tiara .


hidup rukun bahkan tidak pernah ada kegaduahan ,


tapi saat Malik datang dan membawa ilmu hitam semua nya berubah seketika " ucap Datuk yang melihat ke atas dan air mata jatuh di pipi nya karna harus mengigat masalalu nya yang begitu kejam .

__ADS_1


" Saat itu ibu nya arya sedang mengandung arya , dan ayah ya bersama harimau lainnya melawan Malik dan harimau hitam nya , saat itu terjadi ibu nya arya mulai kontraksi tapi di Situ juga hanya aku dan nenek arya yang menemani ibunya , tidak ada warga satupun yang berani keluar dari rumah ."


"Dan di saat itu juga arya lahir dalam keadaan yang terancam , kami sangat senang saat itu karna arya dan ibunya baik - baik saja tapi di sisilain ayah nya arya kalah dalam pertarungan , sehingga yang menyampaikan kekalhan itu adalah Malik raja kegelapan itu sendiri " . Ucap Datuk dengan air mata yang membanjiri pipinya, " karena ingin menyelamat kan cucunya dari serangan raja kegelapan nenek mu mengorbankan hidup nya dan ibumu di bawa pergi bersama harimau yang lain nya " ucap Datuk yang merasa ter iris dadanya karna harus mengigat masalalu yang sudah lama ya taman dalam lubuk hatiya , arya yang mendegar cerita kakek nya haya bisa menangis dan memeluk kakek nya itu.


Tiara dan pia juga ikut merasakan rasa sakit yang di ceritakan oleh Datuk maringih, tapi walau airmata masih terus mengalir Datuk maringih tetap melanjutkan ceritanya " di ujung napas terakhir nenek mu dia mengatakan akan lahir seorang anak perempuan yang memiliki aura putih dan dia juga yang akan mengakhiri semua kejahatan raja kegelapan , setelah mengatakan hal itu nenek mu pun pergi meninggalkan kita selamanya ".


Setelah menceritakan semua Datuk maringih berusaha tegar dan menghapus air mataya lalu dia bertanya pada tiara , " bagaimana nak tiara apa kamu mau membantu kami " ucap Datuk sembari menyatukan tangan dan memohon pada tiara , tiara yang melihat Datuk memohon segera mengankat tangan Datuk dan membantu ya untuk berdiri .


" Maaf kan tiara Datuk tiara gak tau kalau aku begitu bisa membantumu , Jagan memohon seperti ini Datuk , tanpa Datuk memohon pun aku akan membantu kalian aku akan berusaha sekuat tenaga agar ibu dan warga lainnya bebas dari raja kegelapan ", ucap tiara sembari menduduk kan Datuk maringih di atas kursi .


" Terima kasih nak tiara , terima kasih banyak ucap Datuk ", " bagaimana degan ku apa aku tidak di butuhka" ucap pia sambil tertawa dan berusaha mencaikan suasana yang begitu haru saat itu.

__ADS_1


"Tentu saja kamu juga akan ikut ambil bagian ," ucap tiara dengan tertawa , saat itu rasa sedih dan bahagia bercampur menjadi satu di mana ada harapan untuk arya dan kakek ya bertemu kembali dengan ibu nya , arya yang melihat kakek , tiara , dan pia terseyum hanya bisa terseyum bahagia .


__ADS_2