
Kini arya dan tiara sudah berada di tempat yang sangat berbeda, mereka berdua tampak bingung dengan pemandangan yang ada di depan mereka. " Kang, aku merasa heran dengan tempat ini!, makin kita masuk kedalam makin aneh pemandangan yang tersaji" gumam tiara sembari berjalan.
"Maksud kamu dek,?" tanya arya.
"Coba kang arya perhatikan, tempat awal kita datang, di sana tampak sangat indah. Dan di sini begitu keterbalikan, tempat yang saat ini kita pijak begitu panas dan gerbang, bahkan tumbuhan pun karang terlihat kecuali Bunga yang ada di ujung sana" ucap tiara dengan nada sedikit kesal .
Saat tiara menunjuk ke arah Bunga yang berada di ujung jalan yang mereka tuju, " dek itu kan Bunga yang di maksud Datuk alang, dan Bunga itu juga adalah gerbang menuju telaga biru" jelas arya pada tiara.
" Berarti kita sudah dekat kang, aku gak meyangka teryata rintaggan perjalanan ini tidak sesulit yang aku bayang kan." Ucap tiara dengan senyum merekah di pipinya.
" Kita tidak boleh terlalu senang dulu dek, karena yang kita lihat ini belum tentu semudah kelihatan nya," ucap arya sembari melihat-lihat keadaan sekitar mereka yang hanya ada pasir seluas mata memandang.
" Kalau begitu ayok kita lanjutkan perjalanan kita dek, sebab kekek bilang kita tidak boleh sampai kemalaman di jalan" ucap Arya sembari mengandeng tangan Tiara.
__ADS_1
Tidak barapa lama, akhirya mereka sampai di depan bunga yang sedang mereka cari,bunga itu berwarna biru dan tangkai nya berwarna emas.
"Kang cantik sekali bunga ini, dan bau nya begitu harum." Ucap Tiara sembari mengamati bunga yang ada didepannya," ini lah bunga yang di maksud Datuk Alang dek, bunga ini juga adalah pembatas gerbang yang ada didepan kita."
"Tapi kang aku tidak melihat gerbang apapun, aku hanya melihat Padang pasir yang begitu luas di depan kita kang," ucap Tiara yang kebingungan mencari keberadaan gerbang yang Arya katakan.
"Gerbang itu tidak akan terlihat semudah itu dek, gerbang itu hanya akan muncul jika kita bisa menjawab pertayaan bunga ini, tapi kita harus ingat dek apapun yang terjadi kita tidak boleh sampai terpisahkan" jelas Arya pada Tiara.
Laki-laki tua itu mendekati Arya dan Tiara yang masih terbengong melihat keanehan itu, " ha ha ha..... Ada apa kalian kemari wahai keturunan manusia harimau?" Tanya laki-laki tua itu degan suara yang sangat keras.
"Kami kesini hanya ingin pergi ke telaga biru kakek"sahut Arya di barengi angukan Tiara, " untuk apa kalian mencari telaga biru itu anak muda?" Tanya laki-laki tua itu lagi.
" Kami ingin bisa mengalahkan raja kegelapan, dan hanya telaga biru itu yang bisa membantu kami kakek, kalau boleh saya tau darimana kakek tau kalau kami manusia harimau?"tanya Arya yang sempat terkejut dengan perkataan kakek itu.
__ADS_1
" Wajah kalian berdua, terlihat jelas bayagan harimau yang muncul, dan jika kalian ingin ke telaga biru kalian berdua harus menjawab pertanyaan yang aku ajukan" ucap kakek itu degan seyuman di bibirnya.
" Kami siap kakek, menjawab pertanyaan yang kakek ajukan" sahut Arya, Tiara hanya bisa mengangguk apapun yang di katakan Arya, " baiklah kalian harus dengar baik-baik dan pikirkan sebelum menjawabnya" ucap kakek itu.
Arya dan Tiara langsung mengangguk kan kepala,
" jika diantara kalian hanya ada satu orang yang bisa masuk kedalam, siapakah yang akan kalian suruh. Dan ingat orang yang di luar akan menjadi tahanan ku jawab lah?" ucap kakek itu degan sedikit tertawa.
Mendegar itu Tiara dan Arya saling pandang, jika mereka tidak ada yang masuk maka mereka tidak akan bisa mengalahkan raja kegelapan dan jika salah satu diantara mereka yang masuk maka yang di luar akan jadi tahanan laki-laki tua itu.
" Aku yang akan di luar " ucap Tiara tanpa ragu, Arya yang mendengar perkataan Tiara langsung menatap Tiara degan tatapan sedih karena Tiara rela berkorban demi dirinya dan manusia harimau yang lainya.
hanya ini dulunya authorya kurang sehat makanya lama baru up 😔 semoga kalian tetap setia menuggu kelanjutannya 🙏 Jagan lupa tinggalkan jejak dan komentar ya teman-teman.
__ADS_1