
Mendegar yang dikatakan laki-laki tua itu, Tiara berlari kearah yang di jelaskan laki-laki tua itu.
Tak berapa lama, akhirnya Tiara sampai ketempat telaga tersebut, dari tempat nya berdiri dia melihat Arya yang sudah berdiri didepan telaga itu. Melihat Arya Tiara berlari dan langsung memeluk suaminya.
" Kenapa kau tak menjemputku, kenapa kakek tua itu yang harus datang menemui ku ? Pertayaan langsung muncul dari mulut Tiara pada Arya.
" Dek, tadinya Abang akan menjemputmu tapi kakek itu menghentikan aku, karena dia ingin melihat betapa besar rasa cinta dan percayamu padaku, maaf kan aku dek" ucap Arya sembari menggenggam tangan Tiara.
" Kang, apa ini dia telaga itu?" Tanya Tiara yang terkejut melihat telaga tersebut seperti telaga tidak pernah terurus.
"Nya dek, ini adalah telaga biru yang kita cari selama ini.ayok kita selesaikan sekarang agar kita bisa segera pergi dari hutan ini," jelas Arya pada Tiara.
" Baik kang, ayok kita selesaikan tugas kita" sahut Tiara degan tatapan yang begitu percaya terhadap Arya.
Arya langsung mengenyam satu tagan Tiara, dan kemudian mereka secara bersama mengambil air dari telaga itu. Setelah air terangkat ke atas, Arya meminumkan air itu pada Tiara dan setelah itu dia juga meminum air tersebut.
__ADS_1
Betapa terkejutnya mereka berdua, reaksi air itu langsung menunjukan perubahan pada tubuh Arya dan Tiara. Kini tubuh mereka berdua memancarkan cahaya putih yang begitu terang,
Tubuh Tiara langsung berubah menjadi harimau putih yang sagat besar dan ada mahkota biru yang muncul di atas harimau Tiara, begitu pula degan Arya muncul sebuah mahkota diatas kepala harimau nya.
Disaat mereka berdua menjadi manusia, mahkota itu berubah menjadi kalung di leher Arya dan Tiara.
" Kang apa ini adalah pusaka itu? Kalung yang ada pada leher aku dan kamu sangat cantik kang" ucap Tiara yang begitu kagum pada kalung yang dia miliki.
" Iya nak Tiara," sahut laki-laki tua yang tadi menemui Tiara.
" Kakek, bukanya kakek yang tadi melamar jadi kang Arya, kok sekarang kakek ada disini?" Tanya Tiara yang terkejut akan kehadiran laki-laki tua itu.
" Sudah lah nak Arya dan nak Tiara, kalian harus cepat pergi dari hutan ini, kakek kalian sudah sangat hawatir menuggu kalian disana" ucap kakek tua itu.
" Baik kek, terimakasih karena telah membantu kami berdua " ucap Arya dan di balas angukan dari Tiara.
__ADS_1
" Kalian bisa keluar dari sini degan menjadi harimau, karena kalian sudah meminum air telaga ini jadi kalian berdua di ijinkan mengunakan kekuatan kalian serta berubah menjadi harimau" jelas kakek itu pada Arya dan Tiara.
" Sekali lagi terimakasih kakek, dan maaf karena aku telah meragukan kakek " ucap Tiara degan wajah yang tertunduk.
" Kami pamit kek, " ucap Arya dan Tiara serentak dan mereka berubah menjadi harimau putih, dan pergi meninggalkan hutan ilusi dengan sekejab mata, kini Arya dan Tiara berlari bagaikan angin sehingga dalam hitungan detik mereka berdua sudah keluar dari hutan ilusi.
Tak berapa lama, kini Arya dan Tiara sudah berada di gerbang tempat dimana Datuk Alang dan Datuk maringgih menuggu kedatangan mereka.
Arya dan Tiara yang kini sudah menjadi manusia lagi,dan berlari kearah kakek mereka yang begitu mereka rindukan.
Dari kejauhan Datuk Alang dan Datuk maringgih yang melihat cucunya berlari ke arah nya, hanya bisa terseyum dan memandangi mereka.
Di saat Arya dan Tiara sudah berdiri didepan Datuk Alang dan Datuk maringgih, mereka berempat saling berpelukan, melepas rasa rindu dan hawatir yang sangat dalam di hati kedua laki-laki tua itu, karena mereka berpikir cucunya tidak akan pulang.
" Nak, kakek pikir kamu dan arya tidak akan kembali, karena udah dua bulan lebih kalian pergi dan tak kunjung kembali." Ucap Datuk Alang pada Tiara.
__ADS_1
"Iya, nak kakek bahkan sudah pulang kedesa harimau untuk memberitahu pada ayah dan ibu nak Tiara, karena kakek sangat takut jika kalian berdua tidak pernah kembali" jelas Datuk maringgih pada Arya.
"Apa? Selama itukah kami pergi kakek? " Tanya Arya Datuk maringgih,karena Tiara dan Arya begitu terkejut dengan yang dikatakan oleh maringgih dan Alang.