Kekasih Manusia Harimau

Kekasih Manusia Harimau
hutan ilusi


__ADS_3

"Tidak..., aku tidak akan membiarkan kamu tinggal disini, kalau kita tidak bisa masuk bersama kedalam kerbang itu maka kita tidak akan masuk. Kamu lebih berharga bagiku, ketimbang pusaka itu," ucap Arya degan nada tinggi menatap kearah Tiara.


Tiara yang mendegar penolakan Arya terseyum bahagia, karena dia telah meyaksikan cinta yang begitu besar dari suaminya," ha ha ha ... Jika salah satu diantara kalian tidak masuk dan mengambil air telaga itu, bagaimana kalian akan mengalahkan raja kegelapan dan membebaskan ibu mu dari kurungan raja kegelapan. Coba kamu pertimbangkan dulu anak muda, jangan pernah lemah hanya karena cinta." Hasut laki-laki tua tersebut, mendengar itu Arya kembali terdiam karena perkataan laki -laki tua tersebut." Tidak... Aku lebih baik mati di pertempuran, daripada harus menyerahkan istriku padamu," ucap Arya dengan nada tinggi. Wajahya memerah menahan amarah atas perkataan laki -laki tua itu.


Melihat Arya yang sudah sangat marah, Tiara mencoba untuk menenangkan suaminya dengan mendekap erat tubuh Arya, Tiara sangat tersentuh atas perkataan suaminya hingga Tampa sadar dia meneteskan air mata bahagia dari pipinya.


" Dek apa yang kamu ucapkan, kamu itu istriku sudah tanggung jawab ku menjagamu, kau tidak tau betapa kamu itu berharga bagiku."jelas Arya pada Tiara yang sedang tertunduk di depan Arya .


Melihat cinta yang ada pada Arya dan Tiara, membuat laki -laki tua itu terharu dan menghampiri mereka berdua. " Baru kali ini aku menyaksikan cinta yang begitu suci, aku bangga pada kalian berdua, kalian saling percaya dan mendukung satu sama lain. Dan siap berkorban demi pasangannya, aku dengan senang hati mempersilahkan kalian masuk kedalam, untuk mengambil air di telaga itu". Setelah mengatakan itu, laki -laki tua itu menghilang bagaikan kumpulan Asaf, Arya dan Tiara langsung masuk kedalam pintu gerbang yang telah terbuka.


Begitu berbeda yang tersaji di dalam gerbang tersebut, di luar gerbang hanya ada Padang pasir yang terbentang, sementara didalam gerbang tersebut seperti taman yang di penuhi berbagai macam bunga, rumput yang begitu hijauh dan bermacam buah-buahan yang tumbuh di dalam gerbang tersebut. Di tengah Padang rumput itu, ada satu telaga yang begitu tua tapi bayak kupu-kupu yang berterbangan di sekitar telaga tersebut.


" Kang tempat apa ini? Aku tidak pernah melihat tempat seindah ini" ucap Tiara sembari berjalan dan melihat -lihat tempat yang begitu menakjubkan baginya.


"Dek, kau Jagan tertipu yang sedang kau lihat saat ini, karena semua ini hanya ilusi " sahut Arya yang memasang wajah was was.


" Maksud ya kang! Aku gak mengerti maksud akang?" Ucap Tiara, " inilah yang dinamakan hutan ilusi dek. Semua yang ada di depan kita semuanya hanya sebuah ilusi, ini adalah awal perjalanan kita," Jelas Arya pada Tiara.


" Tapi kang, tadi kakek itu bilang kita sudah berhasil dan boleh mengambil air dari telaga biru " ucap Tiara yang bingung dengan apa yang di jelaskan Arya.


" Dek apa kamu tidak ingat, kakek itu hanya mempersilahkan kita masuk kedalam hutan ini, bukan mengatakan kalau kita sudah berhasil dek. Hutan ini sudah pernah di ceritakan kakek sebelumya padaku, dan Datuk Alang juga sudah berpesan kalau kita tidak boleh terpisah apapun yang terjadi.jadi aku harap kamu bisa kenalin aku dan Jagan sampai kita terkecoh sama ilusi ini dek" jelas Arya pada Tiara sembari mengelus kepala istrinya.


" Kang aku takut, kalau aku nanti tidak bisa kenalin kamu. Aku juga takut kalau seandainya aku berbuat kesalahan nanti gimana kang?" Ucap Tiara yang merasa takut dengan perkataan Arya tadi.


" Yakinlah dek dengan kata hatimu, di saat kamu dalam kesulitan memilih sesuatu maka tanya hatimu pasti kamu dapat melakukan yang benar, kita istirahat dulu disini dek, besok pagi kita lanjutkan perjalananan kita" ucap Arya sembari bersandar di bawah pohon dan Tiara bersandar di dadanya Arya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, kini Arya dan Tiara terlelap dalam tidur mareka, karena rasa lelah yang mereka rasakan saat menempuh perjalanan menuju hutan ilusi.


*******


" Kang....kang aryaaaaa....kamu dimana?" Teriak Tiara yang kebingungan sendiri didalam hutan yang sangat berbeda dari tempat mereka datangi sebelumnya, Tiara berjalan menelusuri hutan tersebut. Namun seberapa jauh Tiara berjalan dia tetap kembali ketempat semula.


" Aku dimana ini!, Kenapa kang Arya tidak ada di sini?" Ucap Tiara yang mulai cemas, gak berapa lama terlihat sebuah cahaya yang muncul dari kejauhan, Tiara yang melihat itu langsung berjalan menuju caganya tersebut.


" Cahaya apa itu? Kenapa cahanya itu makin menjauh," gumam Tiara dalam hatinya.


Tiara berlari ke arah cahaya itu, di saat dia sampai ketempat cahaya yang dia tuju betapa teekejutnya dia melihat Arya dan sahabatnya pia sedang berpelukan di samping Api unggun. Tiara yang begitu terkejut tak mampu melangkahkan kakinya ke arah Arya dan pia, bahkan suaranya seperti tertahan, dia hanya mampu menangis menyaksikan kemesraan sahabatnya dan suaminya itu.


"Tidak..., aku tidak akan membiarkan kamu tinggal disini, kalau kita tidak bisa masuk bersama kedalam kerbang itu maka kita tidak akan masuk. Kamu lebih berharga bagiku, ketimbang pusaka itu," ucap Arya degan nada tinggi menatap kearah Tiara.


Tiara yang mendegar penolakan Arya terseyum bahagia, karena dia telah meyaksikan cinta yang begitu besar dari suaminya," ha ha ha ... Jika salah satu diantara kalian tidak masuk dan mengambil air telaga itu, bagaimana kalian akan mengalahkan raja kegelapan dan membebaskan ibu mu dari kurungan raja kegelapan. Coba kamu pertimbangkan dulu anak muda, jangan pernah lemah hanya karena cinta." Hasut laki-laki tua tersebut, mendengar itu Arya kembali terdiam karena perkataan laki -laki tua tersebut." Tidak... Aku lebih baik mati di pertempuran, daripada harus menyerahkan istriku padamu," ucap Arya dengan nada tinggi. Wajahya memerah menahan amarah atas perkataan laki -laki tua itu.


Melihat Arya yang sudah sangat marah, Tiara mencoba untuk menenangkan suaminya dengan mendekap erat tubuh Arya, Tiara sangat tersentuh atas perkataan suaminya hingga Tampa sadar dia meneteskan air mata bahagia dari pipinya.


" Dek apa yang kamu ucapkan, kamu itu istriku sudah tanggung jawab ku menjagamu, kau tidak tau betapa kamu itu berharga bagiku."jelas Arya pada Tiara yang sedang tertunduk di depan Arya .


Melihat cinta yang ada pada Arya dan Tiara, membuat laki -laki tua itu terharu dan menghampiri mereka berdua. " Baru kali ini aku menyaksikan cinta yang begitu suci, aku bangga pada kalian berdua, kalian saling percaya dan mendukung satu sama lain. Dan siap berkorban demi pasangannya, aku dengan senang hati mempersilahkan kalian masuk kedalam, untuk mengambil air di telaga itu". Setelah mengatakan itu, laki -laki tua itu menghilang bagaikan kumpulan Asaf, Arya dan Tiara langsung masuk kedalam pintu gerbang yang telah terbuka.


Begitu berbeda yang tersaji di dalam gerbang tersebut, di luar gerbang hanya ada Padang pasir yang terbentang, sementara didalam gerbang tersebut seperti taman yang di penuhi berbagai macam bunga, rumput yang begitu hijauh dan bermacam buah-buahan yang tumbuh di dalam gerbang tersebut. Di tengah Padang rumput itu, ada satu telaga yang begitu tua tapi bayak kupu-kupu yang berterbangan di sekitar telaga tersebut.


" Kang tempat apa ini? Aku tidak pernah melihat tempat seindah ini" ucap Tiara sembari berjalan dan melihat -lihat tempat yang begitu menakjubkan baginya.

__ADS_1


"Dek, kau Jagan tertipu yang sedang kau lihat saat ini, karena semua ini hanya ilusi " sahut Arya yang memasang wajah was was.


" Maksud ya kang! Aku gak mengerti maksud akang?" Ucap Tiara, " inilah yang dinamakan hutan ilusi dek. Semua yang ada di depan kita semuanya hanya sebuah ilusi, ini adalah awal perjalanan kita," Jelas Arya pada Tiara.


" Tapi kang, tadi kakek itu bilang kita sudah berhasil dan boleh mengambil air dari telaga biru " ucap Tiara yang bingung dengan apa yang di jelaskan Arya.


" Dek apa kamu tidak ingat, kakek itu hanya mempersilahkan kita masuk kedalam hutan ini, bukan mengatakan kalau kita sudah berhasil dek. Hutan ini sudah pernah di ceritakan kakek sebelumya padaku, dan Datuk Alang juga sudah berpesan kalau kita tidak boleh terpisah apapun yang terjadi.jadi aku harap kamu bisa kenalin aku dan Jagan sampai kita terkecoh sama ilusi ini dek" jelas Arya pada Tiara sembari mengelus kepala istrinya.


" Kang aku takut, kalau aku nanti tidak bisa kenalin kamu. Aku juga takut kalau seandainya aku berbuat kesalahan nanti gimana kang?" Ucap Tiara yang merasa takut dengan perkataan Arya tadi.


" Yakinlah dek dengan kata hatimu, di saat kamu dalam kesulitan memilih sesuatu maka tanya hatimu pasti kamu dapat melakukan yang benar, kita istirahat dulu disini dek, besok pagi kita lanjutkan perjalananan kita" ucap Arya sembari bersandar di bawah pohon dan Tiara bersandar di dadanya Arya.


Tak butuh waktu lama, kini Arya dan Tiara terlelap dalam tidur mareka, karena rasa lelah yang mereka rasakan saat menempuh perjalanan menuju hutan ilusi.


*******


" Kang....kang aryaaaaa....kamu dimana?" Teriak Tiara yang kebingungan sendiri didalam hutan yang sangat berbeda dari tempat mereka datangi sebelumnya, Tiara berjalan menelusuri hutan tersebut. Namun seberapa jauh Tiara berjalan dia tetap kembali ketempat semula.


" Aku dimana ini!, Kenapa kang Arya tidak ada di sini?" Ucap Tiara yang mulai cemas, gak berapa lama terlihat sebuah cahaya yang muncul dari kejauhan, Tiara yang melihat itu langsung berjalan menuju caganya tersebut.


" Cahaya apa itu? Kenapa cahanya itu makin menjauh," gumam Tiara dalam hatinya.


Tiara berlari ke arah cahaya itu, di saat dia sampai ketempat cahaya yang dia tuju betapa teekejutnya dia melihat Arya dan sahabatnya pia sedang berpelukan di samping Api unggun. Tiara yang begitu terkejut tak mampu melangkahkan kakinya ke arah Arya dan pia, bahkan suaranya seperti tertahan, dia hanya mampu menangis menyaksikan kemesraan sahabatnya dan suaminya itu.


Jagan lupa tinggalkan jejak , komentar dan vot nya teman-teman 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2