
Mendengar yang dikatakan Tiara , Arya dan pia terkejut karena Tiara adalah keturunan Datuk Alang.
" Tiara kamu tidak berbohong kan?, tapi kenapa Datuk Alang tidak mengenalimu....!" tanya Arya yang masih belum percaya yang di ceritakan Tiara .
" Mana mungkin Datuk Alang mengenaliku , sementara ibuku dan ayahku pergi dari desa itu saat aku belum lahir". jelas Tiara " iya juga ya " sahut Arya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal , serta ditertawakan pia dan Tiara karena pertanyaan konyol Arya .
" Sudah lah , nanti kita tanya Datuk Alang setelah sampai di desa harimau , soalnya aku harus tau kenapa Datuk Alang menyendiri di hutan batu telaga". Ucap Tiara dengan wajah yang sedih ,karena mengigat kakek nya yang menyendiri .
" Oke aku setuju sama kamu Tiara ," sahut pia degan memegang pundak Tiara , dan memberikan senyuman agar temanya tidak sedih lagi. " Aku pulang dulu ya pia , aku mau siap - siap untuk berangkat besok . Aku benar-benar tidak sabar menunggu hari esok, karena itu pertama kalinya aku akan bertemu kakek ku " , ucap Tiara degan mata yang berkaca-kaca membayangkan orang yang sagat dia rindukan selama ini .
" Oke , kamu hati-hati di jalan ya tiara" ucap pia sembari memeluk temanya itu dan Arya haya bisa melihat Tiara Pergi ,Tampa Arya mengatakan sepatah katapun , karena dia takut kalau perhatian yang dia berikan pada Tiara akan membuat pia sakit hati .
****
__ADS_1
" Ibu kalau aku tidak bisa bersama Arya , maka Tiara pun tidak berhak memiliki Arya , asal ibu tau aku sangat mencintai Arya melebihi hidup ku ssndiri hikssss hiksss" pia duduk di atas kasur ya dengan berlinang air mata karena perkataan ibunya . Ibunya pia coba menjelaskan pada pia , kalau Arya bukan jodoh nya , tapi pia bersihkeras kalau dia tidak akan pernah melepaskan Arya, jika Arya dan Tiara bersatu pia akan membunuh dirinya sendiri.
Arya yang sedang membayang kan kata-kata pia saat itu , tersontak kaget setelah mendegar panggilan dari ibu pia . " Arya , ayok kita makan malam dulu sayang " panggil ibunya pia degan begitu lembut karena ibunya pia sangat menyayangi anak dari kakak nya itu.
Malam ini begitu panjang bagi Tiara dan Arya , karena mereka berdua sudah tidak sabar bertemu kakek mereka , mata yang begitu lelah tapi pikiran ya selalu menghalangiya untuk tidur .
Tiara yang tidak bisa tidur berulang kali mengubah posisi tidur nya agar dia bisa tidur , tapi pikirannya terus saja ingat pada Datuk Alang kakek nya , sementara Arya yang tidak bisa tidur , dia duduk sembari berzikir .
Begitu jauh berbeda kepribadian mereka berdua , tapi takdir menjodohkan mereka bahkan sebelum mereka lahir kedunia. Matahari sudah meninggi , suara ketukan pintu kamar Tiara terdegar bagitu keras hingga membangun kan Tiara yang baru saja tertidur.
" Tiara...., Bagun , kita harus berangkat pagi biar gak kemalaman dijalan " teriak ibunya memanggil kan Tiara . " Sebentar ma... Tiara masih ngantuk ,"sahut Tiara Tampa membuka mata dan masih berbaring di atas kasur nya.
" Baiklah , bearti kamu tidak mau ikut kan , mama sama papa pergi dulunya " teriak ibunya Tiara .Mendegar hal itu sontak Tiara terbagun dan segera membukakan pintu kamarnya, " ma... Tiara udah Bagun jadi mama sama papa gak boleh tinggal kan Tiara , " rengek Tiara pada ibunya seperti anak kecil .
__ADS_1
Setelah selesai berkemas , mereka berlima masuk kedalam mobil dan berangkat ke kampung Arya , " Tiara dan Arya yang tidak bisa tidur semalaman , kini mereka berdua tengah tidur pulas di dalam mobil. Hingga membuat sarla , Gibran dan pia tertawa melihat Arya dan Tiara yang tidur bagaikan orang tak sadarkan diri .
Dua puluh empat jam pun berlalu , kini mereka tengah berada di desa nenek nya pia , karena terlalu lelah, mereka berlima memutuskan untuk menginap semalam di rumah nenek lastri .
" Assalamualaikum " ucap ibunya Tiara sembari mengetok pintu , " Waalaikum salam"sahut nenek Lastri sembari membuka pintu rumah nya . " Kalian ayok masuk kedalam , kenapa kalian datang tengah malam seperti ini ...? " tanya nenek lastri yang terkejut atas kedatangan mereka berlima.
" Nenek , kami mau ke desa harimau , tapi karena terlalu lelah aku mengajak mereka kesini " jelas pia . " Kamu bukanya , gibran dan kamu sarla kan ..?" tanya buk lastri yang kaget melihat ayah dan ibunya tiara yang sudah sangat lama mereka tidak ketemu .
" Iya buk lastri ,ini kami berdua sudah sangat lama kita tidak ketemu buk " sahut ibunya tiara sembari meyalami nenek lastri .
" Aduh maaf ya nak sarla , ibuk jadi ajak kalian bicara di sini bukanya siapkan tempat duduk untuk kalian " ucap nenek lastri sembari mengelar tikar pandan untuk tempat duduk mereka .
Setelah berbicara panjang lebar mereka semua tidur , arya dan gibran tidur di atas tikar dan nenek lastri , tiara ,pia dan ibunya tidur di kamar nenek lastri . Malam itu begitu singkat karena semua tidur begitu pulas kerena kelelahan dalam perjalanan.
__ADS_1
" Pagi pun meyapa dan kini mereka semua sudah ada di dalam mobil setelah berpamitan dengan nenek lastri , ayah tiara melajukan mobil nya lagi menuju desa harimau. Lima jam perjalanan dan akhirnya mereka sampai di depan gerbang desa harimau, gibran pun melajukan mobil itu masuk kedalam desa tersebut dan memakirya di depan rumah Datuk maringih .
Mendegar suara mobil yang datang, Datuk maringih buru-buru keluar dan melihat siapa yang datang , dan betapa terkejutya dia melihat gibran dan sarla orang yang sangat dia dan Datuk alang rindukan kini telah berada di hadapan nya.