
Di saat nenek Lastri buka kan pintu , pia yang sangat rindu sama nenek nya langsung memeluk neneknya itu Tampa aba- aba, " nak kamu juga ikut mereka " ucap nenek buk Lastri pada arya yang sedang berdiri di samping Tiara .
" Buk Lastri , ibuk nenek nya pia ..! " tanya Arya sembari memeluk nenek lastri, dengan begitu tulus . Seakan seperti cucu dan nenek yang lama berpisah , " ayok masuk dulu kalian semua" ucap nenek Lastri dan di susul mereka bertiga .
Disaat sudah duduk di atas tikar didalam rumah nenek Lastri , pia mulai bertanya pada nenek nya tentang Arya , " nenek , apa...? nenek kenal dengan kang Arya! " tanya pia sembari menatap nenek nya,
" Arya ini adalah kesayangan ku , dia adalah saudara mu pia ". Ucap nenek pia dengan nada sedu , mendengar hal itu Arya dan pia saling tatap karena merasa tidak percaya .
" Maksud nenek apa ..?" tanya pia lagi namun Arya hanya terdiam mendengar hal itu, " ibu nya arya dan ibumu adalah saudara kandung , dulu sebelum kejadian itu nenek sering ke sana untuk menjenguk Arya dan anak nenek, ibunya Arya " jelas nenek Lastri sembari menatap kebawah namun pikiran ya menerawang jauh ke masalalu .
" Apa ibu tau kalau saudara nya sedang di tahan sama raja kegelapan nek ," air mata di kantung pia tumpah mengalir membasahi pipinya, Tiara yang mendegar cerita nenek Lastri hanya bisa terdiam melihat pembicaraan mereka.
" Ibu kamu tau pia , tapi kami merahasiakan semua nya dari kamu , karena ibu kamu tidak ingin kamu di celakai raja kegelapan. Dan Arya , nenek juga mau titif saudari kamu ini tolong jaga dia seperti adik kamu sendiri " ucap nenek sembari menyatukan tangan nya di hadapan Arya .
" Nenek Jagan hawatir aku akan melindungi pia dan aku juga udah anggap pia seperti adek kandung ku sendiri " , sahut Arya sembari menggenggam tagan nenek Lastri , dengan airmata jatuh membasahi pipinya Arya .
__ADS_1
Pia yang mendengar kalau Arya menganggap dia seperti adik nya , merasa kecewa karena pia memendam perasaan lebih untuk Arya , " nenek ada yang Tiara mau tunjukkan pada nenek " ucap pia sembari bangkit dari duduk nya dan berdiri sedikit menjauh dari ketiga orang itu . Tanpa ada jawaban dari nenek Lastri , Tiara langsung merubah dirinya menjadi harimau putih di depan nenek Lastri.
" Jadi kamu orang ya nak Tiara .." ucap nenek Lastri dan langsung berdiri ,setelah Tiara memperlihatkan wujud harimau nya . Dia kembali berubah menjadi manusia dan menghampiri nenek Lastri, " iya nek Datuk maringgih juga sudah jelaskan semuanya pada saya " sahut Tiara .
" Tapi apakah kakek nya Arya menjelaskan kalau kamu itu adalah jodoh cucunya ?" ucap nenek Lastri.
Sembari mengelus kepala Tiara dengan lembut , selain nenek Lastri pia , Tiara dan juga Arya sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan nenek Lastri .
Tiara yang sudah tau perasaan pia terhadap Arya , hanya bisa menatap temanya itu degan tatapan sedih dan taku kalau pia membencinya .
" Apa nek !, kenapa aku harus berjodoh dengan Arya nek"?.... tanya Tiara pada nenek Lastri.
" Arya yang mendegar penjelasan nenek lastri hanya terseyum , karena dia juga sudah ada perasaan terhadap Tiara , di sisi lain Tiara tidak tau harus bahagia atau sedih karena dia takut pia membencinya dan dia juga mencintai Arya .
" Sudah cukup pembicaraan ini , aku mau istirahat mau istirahat dulu " pia segera meninggalkan Arya ,Tiara dan nenek Lastri yang masih duduk di teras rumah , didalam kamar pia menangis sejadi-jadinya karena Arya akan di jodohkan dengan Tiara , tiba-tiba Tiara datang menghampiri pia dan langsung memeluk temanya yang sedang menangis itu.
__ADS_1
" Tiara , bukan kah kau tidak menyukai Arya ..?" tanya pia sembari menatap ke arah Tiara, " iya memang dulu aku tidak menyukai nya tapi..." sahut Tiara yang bingung harus jawab apa untuk pertayaan sahabat nya itu.
" Tapi apa Tiara , kau juga kan sudah tau kalau aku sangat mencintai Arya , aku gak bisa hidup tampa dia hissssk hissssk" pia menagis saat mengatakan itu ,melihat itu, Tiara hanya bisa menyembunyikan perasaan nya terhadap Arya ." Aku tidak meyukai Arya , aku janji aku akan membuat kamu dan Arya bersatu " , ucap Tiara Tampa dia pikirkan kalau janjinya itu akan membuat pertemanannya hancur.
" Kau serius Tiara , aku sangat senang mempunyai teman sebaik dirimu , terimakasih kau memang teman sejati ku " ucap pia sembari memeluk Tiara degan perasaan lega. Di sisi lain Tiara hanya bisa ikut tersenyum , walau hatinya juga terasa sakit karena harus merelakan Arya bersama pia.
Malam telah berlalu , kini pagi telah menyambut kedatangan mentari ,Arya , pia dan Tiara sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju stasiun bas . Setelah selesai berpamitan dengan nenek Lastri , mereka bertiga pergi menuju tempat pangkal ojek yang di tempuh sekitar tiga jam berjalan kaki dari rumah nenek Lastri.
" Arya , apa kamu pernah pergi ke kota sebelum ini ..? " tanya Tiara sembari membuka pembicaraan,
" Tidak , aku tidak pernah kemanapun , ini pertama kali aku keluar dari desa harimau, " sahut Arya sembari melihat-lihat jalan yang mereka lalui , karena Arya merasa jalan itu sama kayak di desanya tidak ada perubahan kecuali jalan di desa itu sudah di aspal.
" Tiara ,pia apa kita masih lama sampai di tempat yang kau sebut tadi ..? " , tanya Arya sembari menoleh ke arah Tiara dan pia yang berjalan di samping nya, " iya " sahut Tiara dan pia serentak .
Melihat pia juga menjawab pertanyaan Arya Tiara hanya bisa diam dan membiarkan pia berbicara dengan Arya .
__ADS_1
" Kang Arya kita masih akan berjalan satu jam lagi , baru kita sampai di pangkalan ojek " sahut pia sembari melempar seyuman ke arah Arya , Arya yang melihat itu membalas dengan seyuman juga pada pia. Pia merasa sangat senang karena ini pertama kali Arya mau menatap nya dan membalas senyumannya .
Tiara sengaja berjalan di belakang agar pia bisa berjalan berdua degan Arya , walau hatinya merasa sakit karena melihat orang yang dia suka berjalan dengan sahabat nya, tapi Tiara tetap berusaha iklas karena janjinya pada pia untuk menyatukan Arya dan pia .