
Datuk Alang, yang sedari tadi memperhatikan pia yang sedang mengintai mereka berempat seketika meyuruh Tiara menyerang ke arah semak-semak yang begitu gelap gulita.
" Tiara, serang semak itu degan seluruh energimu" teriak Datuk Alang. Mendegar itu spontan Tiara melakukan perintah yang di suruh kakek nya.
" Aaaaaaa" teriak pia, dan keluar dari persembunyian ya.
" Pia" ucap Tiara yang kaget melihat temanya yang terluka, dia mencoba membantu pia namun Datuk Alang melarang nya.
" Tidak, Jagan Tiara. Kamu Jagan mendekat kearah pia, dia bukan temanmu melainkan musuh mu" jelas Datuk Alang yang mencoba menghentikan langkah Tiara mendekati pia yang meringis kesakitan.
" Tapi kakek, pia terluka. Bagaimana kita bisa membiarkan dia kesakitan seperti ini" ucap Arya spontan menagappi perkataan Datuk Alang.
" Alang betul Arya, dia bukan pia. Pia sudah tiada disaat raganya menjadi milik iblis ini" jelas Datuk maringgih pada Arya.
" Lalu, apa yang harus kita lakukan kakek?" Tanya Tiara.
" Satukan kekuatan mu degan Arya. Dan serang kearah iblis itu" perintah Datuk Alang.
" Aku gak bisa kakek, aku gak sangup melukai sahabat ku sendiri hiksss" Isak tangis Tiara melihat keadaan teman ya.
__ADS_1
" Nak, kamu tahu. Jika kamu membiyarkan, iblis itu terlalu lama memakai tubuh pia, pia sendiri pun tersiksa. Itu teserah kamu Tiara, jika kamu ingin pia tenang di alam sana bebaskan tubuh nya dan kita akan makam kan dia layak nya seorang muslim" jelas Datuk Alang sembari mengelus pelan kepala cucunya.
" Maaf kan Tiara kakek, Tiara yang begitu takut degan rasa sakit yang dirasakan pia" ucap pia sedu degan memeluk kakek nya.
Setelah rasa yakin pada hati Tiara, dia langsung meyatukan sebelah tangannya pada Arya dan tangan yang satu lagi menyerang kearah pia.
Teriakan, yang begitu melengking keluar dari mulut pia, seperti energi yang sedang bertabrakan sehingga membuat suara detuman yang begitu keras disaat energi hitam pada tubuh pia keluar dan hilang bagaikan kumpulan Asaf hitam.
Seketika tubuh pia terjatuh ketanah, dan langsung di peluk oleh Tiara yang sedari tadi airmatanya tak henti bercucuran.
Istana yang begitu gelap, berubah menjadi terang. Disaat Arya dan Tiara mengalahkan iblis hitam tersebut.
****
Di saat Arya sampai di depan penjara jeruji yang tadinya dilapisi energi hitam, sekarang tidak ada penjara apapun yang terlihat disitu. Hanya ada seorang wanita paruh baya yang duduk dan ada lima orang laki-laki degan posisi kaki mereka dirantai.
Terlihat mereka semua tampak, sudah sangat tua dan begitu lemas. Arya dan Datuk maringgih segera membebaskan mereka, tampak Arya langsung terisak di saat berhadapan degan ibunya.
" Ningsih, kamu baik-baik saja nak. Ini bapak, bapak dan Arya sangat rindu sama kamu" ucap Datuk maringgih sembari memeluk ibu Arya.
__ADS_1
" Bapak, Ningsih juga kangen sama bapak, pak apa ini putra ku Arya?" Tanya nigsih yang sedang memperhatikan Arya yang sedari tadi menagis melihat keadaan ibunya.
" Iya buk, ini Arya" sahut Arya degan tatapan sedu. Tampa aba-aba, Arya langsung memeluk ibunya yang sudah puluhan tahun berpisah darinya.
" Ayok kita keluar dari sini, sebelum raja kegelapan datang" ucap Datuk maringgih, dan mereka segera pergi meniggal kan istana tersebut.
****
" Tiara, ini ibuk aku" ucap Arya dari belakang, mendengar suara Arya, Tiara langsung berbalik.
" Buk, ini Tiara menantu ibuk" uca Arya memperkenalkan Tiara pada ibunya.
" Buk, aku Tiara" sembari mencium punggung tagan ibuk Arya. Di saat rasa bahagia yang mereka rasakan sebuah seragan datang secara tiba-tiba mengarah kearah Arya.
Tiara yang melihat itu langsung mendorong Arya, sehingga seragan itu menembus tubuh nya.
" Tiaraaaaaaa" teriak Arya saat melihat istrinya jatuh ketanah degan keadaan terluka parah.
Jagan lupa tinggalkan komentar dan like nya teman-teman 🙏😊
__ADS_1