
" Tiara Datuk melihat aura berwarna putih muncul dari tubuh mu , kalo boleh Datuk tau apa kamu pernah ke desa ini sebelum ya atau keluarga kamu pernah tinggal di desa ini ?"
Tanya Datuk dengan muka yang serius , " tidak Datuk , aku aja baru tau dari pia tentang desa ini datuk" jawab Tiara yang masih bingung dengan yang di katakan Datuk tentang dirinya .
" Kalo boleh saya tau emang kenapa dengan saya datuk?" tanya Tiara yang hatinya sudah di penuhi beribu pertanyaan mendengar perkataan Datuk tadi ." Belum saat nya kamu tau nak , ini Datuk punya kalung, selama kamu masih di desa ini tolong kamu pakai kalung ini dan jangan pernah di lepaskan kecuali kamu sudah keluar dari desa ini "
ucap Datuk sembari memberikan kalung itu pada tiara .
Tiara yang mendegar perkataan Datuk maringih hanya bisa megangguk kan kepala , karna jika dia tanya alasan ya pun Datuk tidak akan memberikan jawaban .
" Datuk, kalo begitu saya Pamit dulu , saya mau kekamar untuk istirahat " ucap tiara sembari bangkit dan berjalan masuk kerumah Datuk , " baik lah nak kamu istirahat rahat saja , Datuk mau meyusul arya dan pia dulu " jawab Datuk yang melangkah pergi meniggal kan tiara sendirian.
__ADS_1
Saat Datuk berjalan dia hanya kepikiran dengan aura putih yang muncul dari dalam tubuh tiara, sama seperti aura pada mendiang putriya , tanpa dia sadari dia telah berjalan begitu jauh hingga melewati rumah pak anto yang menjadi tujuan ya , "Assalamualaikum " ucap Datuk yang berdiri di rumah pak anto , " waalaikum salam" jawab pak anto dari dalam rumah nya.
" Pak anto di mana arya ? kenapa gak kelihatan ?"tanya datuk pada pak anto yang tengah menghampiri nya.
" Mereka baru saja berangkat dari sini Datuk " ucap pak anto.
" Baiklah saya susul mereka dulu , Assalamualaikum " ucap Datuk sembari melangkah pergi meninggalkan pak anto .
Jelmaan harimau itu hanya terseyum sembari berkata pada tiara " selamat datang pengantin ku " lalu dia menghalang dengan sekejab mata .
" A...a.aa.." teriak tiara yang bangun dari tidur ya " untung haya mimpi , tapi kenapa aku selalu mimpi tentang arya dan harimau itu " gumam tiara yang bicara pada dirinya sendiri, " Assalamualaikum "teriak pia dari luar rumah Datuk,"itu pia datang " ucap tiara sembari berlari membuka kan pintu untuk pia " tiara kok kamu gk jawab salam aku sih !"
__ADS_1
" Waalaikum salam pia sayang " jawab tiara dengan senyum paksa di bibir nya , tampa dia sadari di belakang pia Datuk dan arya tengah terseyum melihat tikah tiara yang tak karuan , " pia ikut aku sebentar kekamar bisa ! , " ucap tiara .
"Baik lah ayok kita kekamar , permisi Datuk " ucap tiara dan pia sembari melangkah pergi meniggal kan Datuk dan arya di depan pintu, " ada apa tiara kenapa tingkah mu anéh sekali !?" tanya pia yang masih memperhatikan teman ya mondar - mandir gak jelas .
" Dia datang lagi " ucap tiara , " siapa yang datang?"
tanya pia yang masih bingung , " harimau itu datang lagi dalam mimpiku " ucap tiara sembari menatap pia yang duduk , tidak mengerti yang di katakan tiara .
" Kau tenang dulu , dan ceritakan pelan - pelan, " ucap pia yang mencoba menenang kan tiara yang ketakutan , " Gini pia ..." perkataan tiara seketika terhenti saat pintu kamar mereka di ketok , tok..tok..tok " nak tiara apa kalian ada di dalam " ucap Datuk yang memanggil mereka dari luar , " iya Datuk " , tiara pun bergeges membuka kan pintu .
" Ada apa Datuk ?" tanya tiara pada Datuk yang berdiri di hadapan ya . "Nanti kamu dan arya temui Datuk setelah sholat askhar , nanti arya yang akan bawa ketempat yang Datuk sebut kan " ucap Datuk sembari pergi meniggal kan pia yang masih berdiri di depan kamar nya .
__ADS_1