Kekasih Manusia Harimau

Kekasih Manusia Harimau
Datuk alang


__ADS_3

Hari mulai gelap tapi Tiara arya dan juga Pia belum juga keluar dari hutan kegelapan, karena melihat dua wanita itu sudah sangat kelelahan Arya pun memutuskan untuk bermalam di hutan kegelapan tersebut.


" Tiara , pia kalian tunggu di sini sebentar , aku mau cari kayu bakar dulu " ucap Arya,


" baiklah , aku juga akan siap kan tempat untuk kita ber istirahat" , sahut Tiara sembari membersihkan tempat untuk mereka bermalam .


Setelah berapa lama Arya pun kembali dengan membawa sekumpul kayu dan buah , " Arya itu buah kamu dapat dari mana ?" tanya pia sembari mengambil kayu dari pangkuan Arya .


" Aku mengambil buah dari pohon tempat aku mengambil kayu tadi" jawab Arya .


Arya pun membuat api unggun dan bersandar di bawah pohon , sementara pia dan Tiara bersandar di pohon depan Arya . Karena terlalu lelah berjalan mereka bertiga pun terlelap tampa mempedulikan tempat mereka sedang tidur.


Malam yang mereka lalui di hutan kegelapan berlalu tampa ada bahaya , matahari pun sudah menampak kan diri , Arya , Tiara dan pia pun sudah selesai berkemas mereka bertiga memutuskan untuk segera melanjutkan perjalanan mereka agar bisa segera keluar dari hutan tersebut


Tiga jam berjalan di dalam hutan kegelapan dan akhirya mereka sudah keluar dari hutan tersebut,


" tidak salah orang meyebut nya hutan kegelapan ,karna di hutan itu kita bahkan tidak bisa membedakan malam atau siang " ucap tiara sembari menarik lepas napas yang sudah ter engah - engah .


" Akhirnya kita sampai di tepi hutan batu telaga , ayok cepat tiara ,pia takut nya nanti kita harus bermalam di hutan lagi , " jelas arya pada dua gadis itu .


" Oo, ya arya apa boleh aku panggil kamu kang arya ?" ucap pia sembari terus berjalan , " teserah kamu aja pia bagaimana enak nya , panggil saja " sahut arya yang terus memandang kedepan .


" Kita sudah sampai di hutan batu telaga , sebaikya kita percepat langkah kita agar sebelum malam kita sudah sampai kerumah Datuk alang " jelas arya pada tiara dan pia.

__ADS_1


" Baik arya , aku akan ikutti semua arahan kamu " sahut tiara yang terus berjalan, sudah tiga jam mereka berjalan dari kejahuan mereka melihat sebuah gubuk entah milik siapa.


" Arya itu gubuk siapa ? mungkin itu gubuk Datuk alang ayok kita cek" usul tiara , " tunggu ! tiara kita tidak bisa sembarang ketempat asing ", sahut arya karena dia merasa ada bahaya di mana-mana.


" Kalau kamu tidak mengizinkan kita pergi kesana, bagaimana kita tau itu gubuk punya siapa?", ucap Tiara sedikit kesal sama sikap arya yang terus saja hawatir tidak jelas.


"Aku yang akan kesana kalian tunggu di sini, kalau aman aku akan jemput kalian , giamana"usul arya sembari melihat tiara dan pia yang masih bingung dengan saran arya tersebut.


"Tapi kang arya , aku takut kamu kenapa -napa" ucap pia sembari memasang muka melas nya , " pia kau gak perlu hawatir aku akan baik-baik saja ".


" Baiklah kalau begitu , jika terjadi apa -apa kau panggil kami atau kasih siyal " sahut tiara ," baiklah aku pergi periksa dulu kalian berdua tetap di sini Jagan kemana-mana ", setelah mengatakan semua itu arya pun bergeges berjalan menuju gubuk tersebut.


Tiara dan pia merasa hawatir pada arya karena dia sendirian pergi ke gubuk itu, " tiara aku takut banget kalau arya kenapa - napa gimana...? " ucap pia sembari berjalan bolak - balik, " sudah lah pia kau diam sedikit kalau kau terus bolak- balik di Situ nanti kau jadi kurus " ucap tiara dengan sedikit tertawa.


" Kau kenapa tiara , kalau kau tidak suka sama arya itu masalah mu , tapi aku sudah telanjur cinta sama dia " sahut pia yang kesal pada tiara karna perkataan teman ya itu.


Mendegar jawaban pia tiara hanya terdiam , karena kedua sahabat itu mencintai satu laki -laki , sudah satu jam lebih arya pergi tapi belum juga kembali , pia yang sudah sangat hawatir tidak ingin menunggu lagi.


" Aku tidak bisa menuggu di sini lagi , aku akan menyusul arya"ucap pia sembari berjalan menuju gubuk tersebut, tiara memegang tangan pia dan mencoba menghentikan temanya itu, " tunggu pia kau tidak boleh pergi" ucap Tiara sembari melepas genggaman tagan pia.


" Kenapa aku tidak boleh pergi , aku tak akan biarkan Arya terrkena bahaya, kalau kau tak mau membantunya kau tetap di sini , Jagan larang aku untuk pergi"sahut pia degan nada tinggi , " apa kau tidak ingat Arya melarang kita untuk kesana sebelum dia kembali" jawab Tiara yang mencoba menjelaskan pada pia .


" Kita menuggu di sini sementara Arya belum kembali dari sana , kau kenapa kejam sekali Tiara "

__ADS_1


" Ya sudah ayok kita susul dia aku akan menemani mu", ucap Tiara sembari menenangkan pia yang sedang marah padanya . " Benarkah ...! aku minta maaf Tiara karna sudah marah arah padamu" pia pun langsung memeluk Tiara sembari berkata , " aku sangat mencintai Arya Tiara, aku tidak bisa hidup kalau dia kenapa-kenapa" ucap pia yang menagis di pelukan Tiara.


" Tidak papa ayok kita pergi ", ucap Tiara dan melepaskan pelukan pia sembari berjalan menyusul Arya ke gubuk tersebut.


Tak selang berapa lama Tiara dan pia pun sudah sampai di gubuk itu , tapi tidak ada satupun orang di sana bahkan Arya pun tidak ada , " Arya ....kamu dimana...?" teriak pia sembari membuka pintu gubuk tersebut dan aneh nya gubuk itu kosong se akan tidak ada orang yang tinggal di sana .


" Pia hati-hati , kenapa Arya tidak ada di sini ..?" ucap Tiara yang kebigungan, " aku juga tidak tau Tiara kemana Arya pergi ", pia yang sudah mencari di seluruh gubuk tersebut , tapi dia tidak menemukan keberadaan Arya sama sekali.


" Tiara bagaimana ini!, Arya tidak ada di mana -mana .Bagaimana kalau dia sudah di culik penghuni gubuk ini.." ucap pia semabari menangis tersedu-sedu, " kau tenang dulu pia Arya pasti baik-baik saja , kita akan menemukan nya"Tiara berusaha menenangkan pia yang dari tadi tidak berhenti menangis, dan memeluk pia agar dia tenang.


Di saat Tiara lagi menenangkan pia tiba-tiba muncul seorang laki-laki dari belakang mereka , entah dari mana datang nya orang tersebut.


" Kalian ngapain ada di sini ...?" tanya laki-laki paruh baya tersebut, " kami lagi mencari teman kami yang hilang , dia seorang laki-laki dan dia seumuran dengan kami , apa bapak melihat nya.....?" tanya Tiara pada laki-laki paruh baya itu.


" OOO laki-laki itu teman kalian"jawab laki-laki itu srmabari menatap Tiara dan pia , " iya pak dia teman kami apa bapak tau dia ada di mana...? " sahut pia degan hati yang sedikit lega .


"Dia ada bersamaku , jika kalian mau menemuinya kalian harus memenuhi sarat yang ku berikan"ucap laki-laki paruh baya itu.


" Apa sarat nya pak" ucap Tiara yang dari tadi memperhatikan gerak gerik laki-laki tersebut, "kalian harus memakan buah yang sedang aku pegang ini baru aku akan mengantar kalian ke teman kalian itu" sahut laki-laki paruh baya itu sembari tersenyum lebar.


" Baik pak kami akan memakan buah itu" sahut mereka berdua tanpa berpikir panjang , setelah kedua wanita itu setuju laki-laki paruh baya itu maemberikan satu persatu buah mangga yang di pegang nya , tanpa sedikit pun curiga Tiara dan pia langsung memakan nya .


Satu gigitan telah mereka telan dan beberapa saat setelah memakan mangga tersebut mereka berdua lansung pingsan tak sadar kan diri, melihat tiara dan pia telah pingsan laki-laki paruh baya itu terseyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2